Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng). Foto: heri priyono

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Banjir terjadi di beberapa kota di Pantura Jawa Tengah. Seperti di Kota Pekalongan sejak kemarin hingga hari ini. Banjir rob di Pekalongan, menyebabkan sejumlah fasilitas terendam, seperti di Jalan Kusuma Bangsa dengan ketinggian 30 hingga 50 centimeter.

Selain itu, Kantor Kecamatan Pekalongan Utara, Koramil Pekalongan Utara, kantor perbankan, masjid di Kelurahan Krapyak dan jalan depan Kampus IAIN Pekalongan, juga ikut terendam.

Gubenur Jateng Ganjar Pranowo menjelaskan, pihaknya langsung bergerak ikut serta menanggulangi musibah itu. Di antaranya dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Khusunya mereka yang terpaksa mengungsi.

BACA JUGA : Bantuan Alat Penunjang Kesehatan Senilai Rp 3 Miliar Diterima Ganjar

”Ada pengungsi dan bantuan sudah dikirimkan,” kata Ganjar, saat ditemui di halaman kantor Gubernur Jateng, Kamis (4/6/2020) siang.

Menurutnya, bupati dan wali kota daerah terdampak, juga sudah meminta izin untuk mengeluarkan bantuan kepada warga terdampak. Pihaknya pun segera mengizinkan mereka, untuk segera disalurkan. Tidak hanya itu, pihaknya juga memerhatikan segi kesehatan warga terdampak. ”Semua yang mengungsi, mesti diatur di sana,” katanya.

Dari informasi BMKG, ucapnya, banjir di Pekalongan terjadi seiring masuknya musim pancaroba. Artinya, pada kondisi itu ketinggian gelombang air laut terjadi. Dampaknya, gelombang air laut menerjang daratan dan itu dengan intensitas cukup tinggi.

Hari ini pemprov telah melakukan penanganan darurat. Rencananya, penanggulangan sistematisnya sudah ada di sekitar Pekalongan. Termasuk Kali Bremi Pekalongan.

Menurutnya, dulu rencananya memang hal ini bisa ditangani melalui satu tahun anggaran. Dengan besarannya sekitar Rp 90 miliar.

Lakukan Rapat
Namun karena covid-19, maka recofusing terjadi di Kementerian. Sehingga penanganan banjir dibuat multiyears.

Meski demikian, tindakan yang permanen tahun ini juga akan mulai dikerjakan. Pihaknya telah melakukan rapat koordinasi untuk menanyakan kapan pekerjaan akan dimulai.

Ganjar juga meminta untuk segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), selaku pihak terkait.
”Kita akan supporting, dan menyiapkan tata kelola yang ada di daerah itu,” jelas gubernur.

Saat ini, pihaknya terus lakukan tindakan darurat dan pemantauan terus menerus. Dia menuturkan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan instansi terkait, untuk segera membantu masyarakat dulu. Termasuk bupati dan wali kotanya.

”Kita harus bekerja sama untuk menyelamatkan orangnya. Sambil tindakan darurat dilakukan,” tandas Ganjar.

Heri Priyono-Riyan