Bagikan
Foto Kenangan : Oktober tahun 2016 Ganjar marah melihat jalan berlobang di Banjarnegara. Sekarang kucurkan bantuan untuk bangun jalan dan fasilitas lain di pemkab yang sama.

BANJARNEGARA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan keuangan Provinsi Jateng tri wulan pertama untuk Kabupaten Banjarnegara di Pendopo Dipayuda Adigraha, Rabu (10/4/2019).

Total bantuan yang diserahkan senilai Rp59,3 miliar antara lain, untuk bantuan keuangan Pemkab Banjarnegara sebesar Rp14,98 miliar, peningkatan ruas jalan penghubung antara Banjarnegara dengan Batang sebesar Rp7 miliar, kemudian untuk renovasi 798 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp7,98 miliar dan untuk bantuan 266 desa sebanyak Rp24,32 miliar dan bantuan lainnya.

Bantuan tersebut diterima langsung Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, disaksikan ratusan warga penerima manfaat.

Mendapat perhatian besar dari Ganjar, Budhi Sarwono merasa sangat bersyukur. Dengan bantuan tersebut, pembangunan di wilayahnya bisa menyentuh sampai lapisan terbawah.

“Pembangunan ini bukan sekadar fisik atau material, namun manusianya juga dibangun. Karena bantuan Pemprov Jateng ini juga menyasar ke pendidikan, kesehatan serta kesejahteraan,” kata pria yang akrab disapa Wing Chin itu.

Bantuan itu belum termasuk dana pendidikan yang jumlahnya sekitar Rp140 miliar. Jumlah tersebut hampir sama dengan dana pendidikan tahun 2018 sebesar Rp140,45 miliar.

Sementara total bantuan Pemprov Jateng untuk Banjarnegara tahun 2018, sebesar Rp243,78 miliar. Rinciannya, bantuan keuangan untuk Pemkab Banjarnegara sebesar Rp60,89 miliar, untuk pendidikan sebesar Rp140,45 miliar, bantuan untuk 266 desa sebesar Rp25,84 dan untuk renovasi 774 RTLH sebesar Rp7,74 miliar.

“RTLH ini kita keroyok dengan anggaran Pemkab. Terimakasih Pak Bupati karena dengan dukungan ini, penurunan kemiskinan Jateng tahun lalu terbaik nasional,” kata Ganjar Pranowo.

Dalam kesempatan itu, hadir pula ibu-ibu dari kelompok industri rumah tangga. Masing-masing membawa produk hasil UMKM, seperti keripik dan sambal.

“Namanya Sambal Judes, tak kira penjualnya galak ternyata judes singkatan dari juragan pedes. Sangat kreatif itu meski sederhana hanya di Facebook. Dan penjualannya sudah sampai Cirebon, Cilacap, Pekalongan bahkan sampai Bali,” kata Ganjar.

Hadirnya ibu-ibu kreatif tersebut, kata Ganjar, merupakan temuan dari metode pemberian bantuan yang dilakukan secara langsung pada masyarakat, sehingga bisa didampingi agar mendapat pendampingan usaha agar berkembang. “Sekarang ini UKM kita buru agar mendapatkan akses permodalan dan pendampingan. Jadi persoalan marketing, permodalan bisa teratasi,” katanya.

Selain memberikan bantuan tersebut, Ganjar juga menjalani sejumlah agenda di Kabupaten Banjarnegara. Dari merenovasi RTLH milik Sumarti di Margayasa dan meninjau jembatan ambrol serta menengok nenek-nenek sakit di Desa Matrianom, Kecamatan Purwanegara.

“Mbah Sumarti tadi hidup sebatang kara. Nah yang bertanggung jawab siapa? Maka kita hadir untuk bangunkan rumah. Saya berterimakasih sama Pak Kades dan Pak Camat yang siap gotong royong. Tapi bukan dari APBD, karena tanahnya bukan milik sendiri. Banyak yang bisa kita gunakan,” bebernya.

Suarabaru.id/tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here