Bagikan
Ketua MUI Jateng KH. Ahmad Darodji

SEMARANG– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah memrakarsai akan menyelenggarakan salat gaib dipimpin ulama sepuh asal Sarang, Rembang, KH Maemun Zubeir, di Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah. Ditujukan bagi korban tewas sekitar 50 orang muslim di Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Salat gaib akan dilaksanakan usai salat Dhuhur, seusai pelaksanaan Apel kebangsaan Merah Putih, di lapangan Pancasila, Semarang, Minggu (17/3/2019).

Ketua Umum MUI Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji MSi kepada pers, Sabtu (16/3/2019), menjelaskan, ada dua momentum penting yang akan dijalani para ulama di hari Ahad (17/3/2019). Pagi hingga siang di lapangan Pancasila, Semarang, mengikuti apel kebangsaan bersama 130.000 orang dari pelbagai lapisan masyarakat dengan dress code merah putih.

Sejumlah ulama sepuh yang direncanakan hadir, KH Maemun zubeir, Habib Lutfhi,  Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, Prof Mahfud MD dan para pengurus MUI Jawa Tengah. Dari unsur Birokrasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan pejabat Forkompimda Jawa Tengah serta para tokoh agama.

Saat berakhir apel kebangsaan, menjelang waktu salat Dhuhur, para ulama akan menuju masjid Baiturrahman untuk melaksanakan salat berjamaah diteruskan salat gaib, memohon agar para korban mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah.

“Semua umat manusia di dunia ini pasti mengecam atas aksi teror yang tanpa peri kemanusiaan tersebut. Meski begitu, umat Islam untuk tetap bertindak dewasa, jangan terpancing untuk balas dendam,” pintanya.

DPP Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Prof Dr KH Noor Achmad

Secara terpisah Ketua DPP Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Prof Dr KH Noor Achmad MA menyampaikan bela sungkawa sebagai duka mendalam serta mengutuk aksi teror kekerasan yang menimpa umat muslim di Selandia Baru. Aksi penembakan di Masjid An Noor di Deans Avenue dan Masjid Linwood AVeneu di Kota Christchurch, menewaskan 50 orang serta 48 cedera pada saat salat Jumat (15/3/2019), sebagai tragedi kemanusiaan.

“Saya mengutuk keras aksi terorisme tersebut dan meminta pemerintah New Zealand mengadili seadil-adilnya termasuk menyelidiki dengan sungguh-sungguh,  apakah aksi teror tersebut dilakukan perorangan atau terorganisir oleh jaringan teroris tertentu,” tegasnya yang juga Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat ini.

Dia mengimbau, umat Islam agar tidak terpancing untuk membalas dan tetap menyuarakan Islam damai dan Islam rahmatan lil alamin.

Menurutnya, MAJT mengimbau seluruh umat Islam untuk mendoakan korban dan melaksanakan salat gaib bagi para korban. Pelaksanaan salat gaib di MAJT dilaksanakan usai salat Dhuhur, Sabtu (16/3/2019) dan dilanjutkan usai salat Jumat (22/3/2019).

Suarabaru.id/sl

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here