Bagikan
Suasana resii k-resik sendang yang meruakan komitmen PT Semen Gresik untuk memelihara sumber air. Foto: Humas SG

REMBANG- Ratusan warga dari berbagai elemen, menggelar aksi resik-resik di kawasan Sendang Brubulan, Desa Pasucen Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang, baru-bar ini. Kegiatan yang digelar untuk menyemarakkan Hari Air Sedunia yang diperingati tiap 22 Maret ini sekaligus menjadi gerakan kampanye peduli alam dan sumber mata air.

Aksi bertajuk “Sendang Resik Bareng Semen Gresik” ini dimulai dengan arakarakan gunungan palawija dan tumpeng dari Balai Desa Pasucen. Gunungan yang diarak ini merupakan simbol syukur atas anugerah hasil pertanian yang irigasinya dialiri dari Sendang Brubulan.

Arak-arakan juga dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian tradisional barongan. Selain itu, juga ada aksi pungut sampah oleh anak-anak, pelajar, pramuka, karang taruna, ibu-ibu, pramuka, pemuda yang tergabung dalam Ikatan Mas Mbak Rembang (IMMR) dan elemen lainnya. Sampah yang dikumpulkan itu

bisa ditukar dengan berbagai kuliner tradisional khas Pasucen seperti nasi jagung urap, nasi oblok-oblok, jamu, wedang jahe, jajan pala kependhem, dan sebagainya.

Aksi pelepasan bulus di Sendang Brubulan juga menjadi daya tarik tersendiri. Bulus merupakan salah satu indikator masih terjaganya ekosistem sumber air di kawasan perbukitan kapur ini.

Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik Kuswandi mengatakan air bersih merupakan kebutuhan dasar dan hak semua orang. Oleh karena itu, menjaga ketersediaan dan juga kualitas air bersih merupakan hal yang sangat penting.

Semen Gresik, kata Kuswandi sangat menyadari jika ketersediaan air bersih akan menjamin kelayakan keberlangsungan hidup. Oleh karena itu, perusahaan persemenan terkemuka ini menggulirkan berbagai progam terkait air bersih.

Sejak tahun 2016 hingga sekarang, Semen Gresik sudah mengucurkan anggaran sebesar Rp6,4 miliar untuk progam ini, baik di wilayah Rembang maupun Blora. Bentuk kegiatan beragam mulai dari pencarian sumber air bersih, pembangunan tandon, pipanisasi hingga pembangunan sejumlah embung.

“Perlu kepedulian dan aksi nyata agar ekosistem alam, khususnya sumber mata air terjaga dan tetap lestari. Makanya Semen Gresik mengajak berbagai kalangan agar ikut serta dalam aksi peduli alam khususnya sumber mata air ini. Dan Resik Sendang Bareng Semen Gresik adalah salah satu ikhtiar terkait itu,” kata Kuswandi, Jumat (22/3).

Kuswandi berharap progam yang dijalankan Semen Gresik tak hanya berimbas lestarinya ekosistem alam saja, namun juga bermanfaat untuk masyarakat bahkan juga sektor pertanian. Terlebih lahan pertanian di kawasan sekitar Semen Gresik mengandalkan sistem tadah hujan.

“Kita tidak bisa hidup tanpa air maka kegiatan seperti ini harus dijadikan momentum cinta dan rasa menghargai kita terhadap sumber air. Makna kegiatan ini bagaimana kita bersama-sama berkontribusi menjaga dan mengelola sumber air bersih secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” jelasnya.

Kuswandi juga berharap kegiatan Sendang Resik Bareng Semen Gresik ini juga bisa mengenalkan potensi wisata alam yang ada di Desa Pasucen. Menurutnya jika diberi sentuhan, maka bukan tidak mungkin Sendang Brubulan dengan keindahan alam di sekitarnya bisa menjadi daya tarik destinasi wisata baru di Kabupaten Rembang dan sekitarnya.

“Ujung dari proses ini bisa menggerakkan berbagai sektor lainnya, terlebih perekonomian desa dan warga Desa Pasucen,” harapnya.

Kepala Desa Pasucen Salamun mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya yang dilakukan Semen Gresik. Ia berharap kegiatan pelestarian alam maupun penggalian potensi dan keunggulan Desa Pasucen bisa terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap progam serupa tetap ada sehingga bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh warga Pasucen,” tandas Salamun.

suarabaru.id/Tim SB-Tony RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here