Bagikan
CABAI MERAH : Rombongan DWP dan ibu-ibu ASN Kabupaten Blora saat memborong cabai merah keriting milik petani Desa Turirejo. Wahono/

BLORA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Blora, Kamis (17/1), turun ke desa-desa memborong hasil panen cabai merah keriting, antara lain langsung ke petani Desa Turirejo.

Di Desa Turirejo, Kecamatan Jepon, Blora, mereka membeli secara bersamaan untuk menolong petani cabai, menyusul merosotnya harga cabai di desa-desa wilayah Jepon.

“Harganya murah, tapi kami bersama para ASN membeli dengan harga Rp 15.000 perkilogram,” beber Ketua Umum DWP setempat, Ratnasari Komang G. Irawadi.

Ratnasari yang memimpin aksi memborong cabai petani, adalah bentuk perhatian, solidaritas, dan peduli kepada petani cabai yang harga cabainya jeblok.

Tujuan lainnnya, membantu mendongkrak harga cabai dari petani agar tidak terlalu merugi. Karena jika dibeli tengkulak harganya sangat rendah.

“Kami beli langsung dari petani di Desa Turirejo, karena tengkulak kalau embeli sangat rendah,” katanya.

 

Kecamatan Lain

Ratnasari Komang G. Irawadi mengakui, apa yang dilakuka untuk menindaklanjuti imbauan Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, dan penasehat DWP Kabupaten Blora Hj. Umi Kulsum Djoko Nugroho.

Menurutnya, harga cabai di tingkat petani yang sekarang ini dibeli oleh tengkulak antara Rp 6.000,00  hingga Rp 8.000,00 perkilogram, namun rombongan  DWP dan ASN Kabupaten Blora membeli Rp15.000,00 perkilogramnya.

Rombongan lain yang ikut memborong cabai,  unsur ASN Pemerintah Kecamatan Jepon dan Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian setempat. Langkah ini diharapkan bisa ditiruu di kecamatan lain di Blora.

Suyati (47), salah seorang pedagang sayuran dan cabai di Pasar Induk Kota Blora, mengakui harga cabai merah keriting terus merosot sejak dalam dua pekan ini.

“Sebelumnya, cabai merah Rp 22.500,00 perkilogram, saat ini jual Rp 12.500,00 perkilogram, cabai keriting hijau Rp 8.250,00 perkilogram,” bebernya. suarabaru.id/wahono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here