<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>walisongo Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/walisongo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Mar 2025 12:12:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>walisongo Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Masjid Agung Jawa Tengah Rayakan Idul Fitri Lintas Agama, Momentum Satukan Hati</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/31/masjid-agung-jawa-tengah-rayakan-idul-fitri-lintas-agama-momentum-satukan-hati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2025 12:12:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[masjid agung jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Momentum]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat Id]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Islam Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[walisongo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=467979</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Isi khotbah yang disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Prof H Nizar Ali MAg, saat bertindak sebagai khatib Shalat Id di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Senin (31/3/2025), membuat ribuan jamaah yang hadir ikut meresapi dalam hati. Disampaikan Prof Nizar, Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum yang sangat strategis untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/31/masjid-agung-jawa-tengah-rayakan-idul-fitri-lintas-agama-momentum-satukan-hati">Masjid Agung Jawa Tengah Rayakan Idul Fitri Lintas Agama, Momentum Satukan Hati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Isi khotbah yang disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Prof H Nizar Ali MAg, saat bertindak sebagai khatib Shalat Id di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Senin (31/3/2025), membuat ribuan jamaah yang hadir ikut meresapi dalam hati.</p>
<p>Disampaikan Prof Nizar, Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum yang sangat strategis untuk melakukan refleksi diri (muhasabah). Apakah selama ini kita sudah berusaha untuk mensucikan diri, ataukah justru selama ini kita tenggelam dalam kubangan dosa.</p>
<p>&#8221;Kita telah membuka babak baru dalam sejarah perjalanan manusia sejak hari ini, yang merupakan hari kemenangan bagi Muslim sejati. Muslim dengan tampilan perilaku baru yang berkualitas, dan bertumpu pada sendi-sendi al-akhlak al-karimah,&#8221; kata Nizar dalam khotbahnya yang bertema &#8216;Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa&#8217;.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/31/kala-pemuka-lintas-agama-sambangi-warga-muslim-usai-salat-id-di-masjid-agung-jawa-tengah">Kala Pemuka Lintas Agama Sambangi Warga Muslim usai Salat Id di Masjid Agung Jawa Tengah</a></strong></p>
<p>Menurut dia, momentum Idul Fitri juga sangat penting untuk membangun kebersamaan, dengan memperkuat dan mempererat tali persaudaraan. Baik persaudaraan umat Islam (Ukhuwwah Islamiyyah), persaudaraan se-bangsa dan se-Tanah Air (Ukhuwwah Wathaniyyah), dan persaudaran umat manusia apapun latar belakangnya (Ukhuwwah Insaniyyah).</p>
<p>Ada pemandangan menarik usai dilaksanakannya Shalat Id di MAJT, dengan imam KH Ulil Abshor Alhafidz. Terlihat sejumlah tokoh lintas agama, mulai dari Katolik, Kristen, Buddha, Hindu, dan Konghucu, mendatangi para jamaah untuk menyampikan ucapan selamat Idul Fitri.</p>
<p>&#8221;Kami bersama Uskup Agung Semarang, dan beberapa anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengucapkan selamat Idul Fitri,&#8221; ujar Romo FX Sugiyana, dari Keuskupan Agung Semarang, yang mengaku sudah ketiga kalinya hadir di MAJT usai Shalat Id.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/31/ahmad-luthfi-shalat-id-di-simpang-lima-mudik-lebaran-di-jawa-tengah-kondusif">Ahmad Luthfi Shalat Id di Simpang Lima; Mudik Lebaran di Jawa Tengah Kondusif</a></strong></p>
<p>Para tokoh lintas agama ini, kemudian diterima dan dijamu makan pagi oleh Ketua PP MAJT, Prof KH Noor Achmad, dan jajaran pengurus di aula lantai dasar.</p>
<p>&#8221;Kami sampaikan terima kasih kepada para romo, pendeta, dan pimpinan agama lain, serta tokoh FKUB. Ini menunjukkan di Jateng, semua tokoh agama adalah satu,&#8221; ungkap Noor Achmad.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko menyatakan, kunjungan ini untuk mengungkapkan kedekatan dengan saudara Muslim yang sedang merayakan Idul Fitri.</p>
<p>&#8221;Dari waktu ke waktu, saya merasakan kedekatan itu. Maka ini menjadi modal yang besar, untuk wewujudkan negara Indonesia yang diwarnai kebhinnekaan, namun tetap satu dalam hati, persaudaraan, dan kekeluargaan,&#8221; tukasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/31/masjid-agung-jawa-tengah-rayakan-idul-fitri-lintas-agama-momentum-satukan-hati">Masjid Agung Jawa Tengah Rayakan Idul Fitri Lintas Agama, Momentum Satukan Hati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stand Bazaar Ponpes Darunnajah Wonosobo Terfavorit di Expo Kemandirian Pesantren 2024</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/31/stand-bazaar-ponpes-darunnajah-wonosobo-terfavorit-di-expo-kemandirian-pesantren-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 08:33:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Diniyah]]></category>
		<category><![CDATA[expo]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kanwil]]></category>
		<category><![CDATA[kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[UIN]]></category>
		<category><![CDATA[walisongo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=444059</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Amin Handoyo, menutup secara resmi event Expo Kemandirian Pesantren 2024, di Gedung Planetarium UIN Walisongo, Semarang, Rabu (30/10/2024). Dalam gelaran itu, ada sebanyak 30 stand bazaar usaha mandiri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes), yang berpartisipasi. Expo yang diadakan Kanwil Kemenag Jateng dan UIN [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/31/stand-bazaar-ponpes-darunnajah-wonosobo-terfavorit-di-expo-kemandirian-pesantren-2024">Stand Bazaar Ponpes Darunnajah Wonosobo Terfavorit di Expo Kemandirian Pesantren 2024</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)-</strong> Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Amin Handoyo, menutup secara resmi event Expo Kemandirian Pesantren 2024, di Gedung Planetarium UIN Walisongo, Semarang, Rabu (30/10/2024).</p>
<p>Dalam gelaran itu, ada sebanyak 30 stand bazaar usaha mandiri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes), yang berpartisipasi. Expo yang diadakan Kanwil Kemenag Jateng dan UIN Walisongo, Selasa-Rabu (29-30/10/2024) itu, merupakan bagian dari fasilitasi dan pembinaan kepada ponpes penerima bantuan Inkubasi Pesantren dari 2021 hingga 2024.</p>
<p>&#8221;Berbicara pesantren, tidak bisa dilepaskan dengan dunia bisnis. Seorang kiai selain berdakwah, mendidik santri, banyak dari mereka adalah entrepreneur. Sejarah mencatat, para kiai tergabung dalam organisasi yang bernama Nahdlatut Tujjar, atau kebangkitan para entrepreneur. Nahdlatut Tujjar adalah salah satu embrio dari Nahdlatul Ulama,&#8221; tuturnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/10/31/desa-tanjungkarang-di-kudus-jadi-percontohan-kampung-moderasi-beragama">Desa Tanjungkarang di Kudus Jadi Percontohan Kampung Moderasi Beragama</a></strong></p>
<p>Pada upacara penutupan, juga diumumkan juara terfavorit stand Expo Kemandirian Pesantren 2024. Dan juaranya yakni Ponpes Darunnajah Multimedia Wonosobo. Sedangkan Juara II Ponpes Annur (Sukorejo/Kendal), dan Juara III diraih Ponpes Miftahul Huda (Limbangan/Kendal).</p>
<p>Sementara Juara Harapan I, Ponpes Apid Hidroponik (Kendal), Juara Harapan II Ponpes Laku Luhur Al Mahabbah (Semarang), dan Juara Harapan III Ponpes Assyarif (Demak).</p>
<p>Menurut panitia, penilaian didasarkan pada beberapa aspek. Di antaranya kreativitas desain interior stand, display produk, layanan pada pengunjung, kreativitas menarik pengunjung, dan kebersihan serta kerapian.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/31/stand-bazaar-ponpes-darunnajah-wonosobo-terfavorit-di-expo-kemandirian-pesantren-2024">Stand Bazaar Ponpes Darunnajah Wonosobo Terfavorit di Expo Kemandirian Pesantren 2024</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Dumbeg Makanan Khas yang Unik, Camilan Walisongo Saat Berdakwah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/09/18/sejarah-dumbeg-makanan-khas-yang-unik-camilan-walisongo-saat-berdakwah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Sep 2023 00:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[dumbeg]]></category>
		<category><![CDATA[walisongo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=367999</guid>

					<description><![CDATA[<p>DUMBEG merupakan makanan ringan khas Kabupaten Rembang yang hampir mirip dengan dodol. Dumbeg menjadi salah satu oleh–oleh wisatawan saat berada di pesisir Jawa Tengah. Rasanya yang manis dan legit menyimpan cerita sejarah tersendiri. Di Kabupaten Purworejo dumbeg dikenal dengan sebutan “clorot”. Makanan ini tergolong jenis jajanan pasar, sebuah kuliner kuno yang layak untuk dilestarikan. Dumbeg adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/18/sejarah-dumbeg-makanan-khas-yang-unik-camilan-walisongo-saat-berdakwah">Sejarah Dumbeg Makanan Khas yang Unik, Camilan Walisongo Saat Berdakwah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>DUMBEG</em></strong> merupakan makanan ringan khas Kabupaten Rembang yang hampir mirip dengan dodol. <em>Dumbeg</em> menjadi salah satu oleh–oleh wisatawan saat berada di pesisir Jawa Tengah. Rasanya yang manis dan legit menyimpan cerita sejarah tersendiri.</p>
<p>Di Kabupaten Purworejo dumbeg dikenal dengan sebutan “clorot”. Makanan ini tergolong jenis jajanan pasar, sebuah kuliner kuno yang layak untuk dilestarikan.</p>
<p><em>Dumbeg</em> adalah lambang laki–laki, sering disebut lingga. Menurut tradisi Jawa kuno, pasangan dumbeg adalah ketan yang menjadi simbol perempuan. Oleh sebab itu, kedua makanan tersebut tergolong makanan tradisional yang melambangkan kesuburan, patokan dari peradaban manusia.</p>
<p>Makanan tersebut terbuat dari olahan tepung beras dan gula merah yang direbus dengan air hingga menjadi <em>juruh</em>. Lalu adonan <em>dumbeg</em> dibungkus dengan bentuk kerucut menggunakan daun lontar.</p>
<p>Menurut sejarah, <em>dumbeg</em> muncul pada abad ke–15 hingga abad ke–16 di Pulau Jawa daerah pesisir utara yang menjadi salah satu wilayah dakwah Walisongo. Hal tersebut dikarenakan wilayah pantura sangat strategis yang cocok digunakan sebagai pusat perdagangan serta jalur diplomasi maritim internasional.</p>
<p><strong>Camilan Para Wali</strong></p>
<p>Konon katanya <em>dumbeg</em> merupakan camilan favorit para wali saat berdakwah. Dumbeg seringkali disajikan untuk tamu yang berkunjung ke rumah. Tak hanya itu, dumbeg juga disajikan di acara tradisi “sedekah bumi” yang wajib saji.</p>
<p>Dumbeg terlezat daerah Rembang kebanyakan berasal dari daerah Kecamatan Sulang, Kecamatan Pancur, Desa Pohlandak, dan Desa Mondoteko.</p>
<p>Bahan–bahan untuk membuat dumbeg antara lain: 1 liter santan kental, 250 gram gula pasir atau gula merah, 1 sdt garam, ½ kg tepung beras, 2 sdm air kapur sirih, dan daun lontar.</p>
<p>Proses pembuatannya yang pertama adalah mencampurkan santan kental, gula pasir atau gula merah, dan garam kemudian direbus hingga mendidih. Jika sudah mendidih, angkat kompor dan biarkan hangat. Untuk pembuatan adonan dumbeg, campurkan tepung dengan air kapur sirih lalu aduk merata.</p>
<p>Lalu campurkan adonan tepung dengan santan, gula dan garam yang belum direbus aduk menjadi adonan cair. Setelah itu, masukkan adonan ke daun lontar yang sudah dibentuk kerucut, kemudian dikukus hingga matang.</p>
<p>Dumbeg biasanya dijual di pasar atau tempat–tempat wisata. Satu dumbeg dijual dengan harga 2.000 rupiah saja. Berdasarkan komposisinya makanan tersebut mempunyai rasa yang lengkap, mulai rasa gurih dari santan dan rasa manis dari gula pasir atau gula merah.</p>
<p>Banyak yang tidak paham bagaimana sebenarnya cara makan <em>dumbeg </em>ini. Yang pernah belum pernah makan, kemungkinan akan mengupas pembungkus, yaitu daun lontar kemudian memakannya. Padahal, cara yang benar adalah, bagian ujung didorong, dan si <em>dumbeg </em>akan keluar, lalu kita tinggal menyantapnya.</p>
<p>Sebuah kuliner unik, <em>dumbeg </em>atau <em>clorot.</em></p>
<p><strong>Aninda Eka Rahayu</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/18/sejarah-dumbeg-makanan-khas-yang-unik-camilan-walisongo-saat-berdakwah">Sejarah Dumbeg Makanan Khas yang Unik, Camilan Walisongo Saat Berdakwah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepekaan Sosial Sunan Drajat  yang Patut Ditiru</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/18/kepekaan-sosial-sunan-drajat-yang-patut-ditiru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Mar 2023 14:41:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ganjar pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Raden Fatah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Sunan Drajat]]></category>
		<category><![CDATA[Sunan Kalijaga]]></category>
		<category><![CDATA[sunan muria]]></category>
		<category><![CDATA[walisongo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=323307</guid>

					<description><![CDATA[<p>LAMONGAN (SUARABARU.ID)&#8211; Menehana teken marang wong kang wuto, menehana mangan marang wong kang luwe, menehana busana marang wong kang wudo, menehana ngiyup marang wong kang kudhanan. Empat ungkapan Sunan Drajat itu, jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia kurang lebih bermakna, &#8216;berilah tongkat pada orang buta, berilah makan pada orang yang lapar, berilah pakaian pada orang telanjang, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/18/kepekaan-sosial-sunan-drajat-yang-patut-ditiru">Kepekaan Sosial Sunan Drajat  yang Patut Ditiru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LAMONGAN (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; <em>Menehana teken marang wong kang wuto, menehana mangan marang wong kang luwe, menehana busana marang wong kang wudo, menehana ngiyup marang wong kang kudhanan</em>.</p>
<p>Empat ungkapan Sunan Drajat itu, jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia kurang lebih bermakna,<em> &#8216;berilah tongkat pada orang buta, berilah makan pada orang yang lapar, berilah pakaian pada orang telanjang, berilah tempat berteduh pada orang yang kehujanan&#8217;</em>.</p>
<p>Siapapun yang berziarah ke makan Sunan Drajat, bisa membaca karena termaktub di dinding cungkup makamnya, di kawasan Drajat, Lamongan, Jawa Timur. Kalimat-kalimat itu merupakan bagian terakhir dari tujuh ajaran anggota Walisongo, yang memiliki nama Muhammad Qosim ini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/03/18/polres-tegal-kota-sita-ribuan-petasan">Polres Tegal Kota Sita Ribuan Petasan</a></strong></p>
<p>Tujuh ajaran berbahasa Jawa itu, kini termaktub pada bagian atas gapura yang jadi pertanda perbedaan ketinggian di komplek pemakaman Sunan Drajat di Lamongan.</p>
<p>Dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang berziarah pada Sabtu (18/3/2023) ini, harus menghentikan langkahnya setiap melintasi gapura-gapura itu. Dia membaca sesaat, lalu berbincang dengan beberapa pengurus makam.</p>
<p>&#8221;Tujuh ajaran itu saya kira akan tetap relevan di segala zaman. Apalagi ajarannya sangat sarat makna,&#8221; tutur Ganjar.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/03/18/pemancing-asal-sukoharjo-meninggal-di-waduk-gajahmungkur-wonogiri">Pemancing Asal Sukoharjo, Meninggal di Waduk Gajahmungkur Wonogiri</a></strong></p>
<p>Sunan Drajat memang dikenal sebagai anggota Walisongo yang memiliki kepekaan sosial sangat tinggi. Sehingga metode dakwah yang digunakan menggunakan kalimat yang mudah dipahami masyarakat. &#8221;Dan tujuh ajaran itu sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Jika dirunut, tujuh ajaran Sunan Drajat itu adalah, memangun resep <em>tyasing sasoma</em> (selalu membuat senang hati orang lain). <em>Jroning suka kudu éling lan waspada</em> (di dalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada). <em>Laksmitaning subrata tan nyipta marang pringgabayaning lampah</em> (dalam perjalanan untuk mencapai cita-cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan).</p>
<p>Lalu,<em> Mèpèr Hardaning Pancadriya</em> (kita harus selalu menekan gelora nafsu-nafsu). <em>Heneng-Hening-Henung</em> (dalam keadaan diam kita akan memperoleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita-cita luhur). Dan yang terakhir, <em>Mulya guna Panca Waktu</em> (suatu kebahagiaan lahir batin hanya bisa kita capai dengan shalat lima waktu).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/03/18/sunan-giri-ulama-sekaligus-seniman">Sunan Giri, Ulama Sekaligus Seniman</a></strong></p>
<p>&#8221;Jadi beliau mentransformasikan ajaran-ajaran itu kepada kita. Agar dalam kondisi apapun, suka maupun duka, selalu ingat pada Allah, minimal lewat shalat lima waktu,&#8221; ungkap.</p>
<p>Ziarah di makam Sunan Drajat ini, merupakan titik keempat dalam rangkaian nyadran Walisongo, yang dilakukan Ganjar Pranowo bersama istrinya Siti Atikoh. Setelah dari makam Sunan Drajat, Ganjar dan istri bergeser ke makam Sunan Bonang di Tuban.</p>
<p>Berlanjut ke makam Raden Fatah, Sunan Kalijaga, Sunan Muria kemudian di makam Sunan Gunungjati di Cirebon. Dari seluruh rangkaian itu, Ganjar dan istri bakal menyelesaikan nyadran di makam orang tuanya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/18/kepekaan-sosial-sunan-drajat-yang-patut-ditiru">Kepekaan Sosial Sunan Drajat  yang Patut Ditiru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sunan Giri, Ulama Sekaligus Seniman</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/18/sunan-giri-ulama-sekaligus-seniman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Mar 2023 12:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ganjar pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[habib-luthfi]]></category>
		<category><![CDATA[habib-syekh]]></category>
		<category><![CDATA[KH Mustofa Bisri]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Sunan Giri]]></category>
		<category><![CDATA[walisongo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=323304</guid>

					<description><![CDATA[<p>GRESIK (SUARABARU.ID)&#8211; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, langsung teringat sosok KH Mustofa Bisri, Habib Syekh, dan Habib Luthfi, ketika ditanya tentang sosok Sunan Giri. Menurut Ganjar, kealiman seseorang yang dipadu dengan sense of art, bakal jadi medium dakwah yang ramah dan menyenangkan. Pada Sabtu (18/3/2023) pagi, Ganjar bersama istri, Siti Atikoh, ziarah ke Makam Sunan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/18/sunan-giri-ulama-sekaligus-seniman">Sunan Giri, Ulama Sekaligus Seniman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, langsung teringat sosok KH Mustofa Bisri, Habib Syekh, dan Habib Luthfi, ketika ditanya tentang sosok Sunan Giri.</p>
<p>Menurut Ganjar, kealiman seseorang yang dipadu dengan <em>sense of art,</em> bakal jadi medium dakwah yang ramah dan menyenangkan.</p>
<p>Pada Sabtu (18/3/2023) pagi, Ganjar bersama istri, Siti Atikoh, ziarah ke Makam Sunan Giri atau Syekh Muhammad Ainul Yaqin di Gresik. Begitu turun dari mobil, Ganjar langsung menaiki 99 tangga menuju area pemakaman.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/03/18/120-orang-dari-pedalaman-dan-kepulauan-ikuti-pelatihan-mbs">120 Orang dari Pedalaman dan Kepulauan Ikuti Pelatihan MBS</a></strong></p>
<p>Dia langsung diajak pengurus makam, untuk memasuki cungkup yang menjadi bagian inti makam. Cungkup itu merupakan bangunan berukuran sekitar 3&#215;3 meter persegi, dengan pintu berukuran 100&#215;50 cm, yang semua bagiannya penuh dengan ukiran.</p>
<p>Ukiran dua kepala naga menambah eksotisme cungkup itu. Seolah-olah menjadi gambaran, bahwa sosok yang dimakamkan di situ memiliki kecintaan yang sangat besar terhadap kesenian.</p>
<p>&#8221;Saya langsung teringat Gus Mus (KH Mustofa Bisri), ketika mengenang Sunan Giri. Bagaimana beliau memadukan keilmuan dengan kesenian. Dari situlah Sunan Giri sangat lekat sosoknya bagi kalangan Muslim,&#8221; kata Ganjar.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/03/18/ganjar-dan-siti-atikoh-nyadran-ke-makam-walisongo">Ganjar dan Siti Atikoh Nyadran ke Makam Walisongo</a></strong></p>
<p>Sunan Giri memang dikenal anggota Walisongo yang memiliki konsen dakwah lewat kesenian. Di antaranya melalui gending atau lagu dan instrumen musik hingga dolanan atau permainan anak. Tatanan tembang Asmaradana dan Pucung, merupakan gubahan Sunan Giri. Bahkan permainan cublak suweng juga diriwayatkan sebagai karya beliau.</p>
<p>&#8221;Karena dengan seni, hidup jadi seimbang. Masyarakat yang menerima dakwah pun gembira,&#8221; ungkap Ganjar.</p>
<p>Perjalanan Ganjar ke makam Sunan Giri itu, merupakan rangkaian nyadran ke makam Walisongo. Diawali ziarah ke Makam Sunan Ampel di Surabaya, Ganjar melanjutkan ziarah ke makam Sunan Gresik dan Sunan Giri di Gresik.</p>
<p>Kemudian perjalanan Ganjar berlanjut ke makam Sunan Drajat di Lamongan, dan Sunan Bonang di Tuban. Setelah itu, Ganjar akan ziarah ke makam Raden Fatah, Sunan Kalijaga, Sunan Muria dan diakhiri di makam Sunan Gunungjati di Cirebon.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/18/sunan-giri-ulama-sekaligus-seniman">Sunan Giri, Ulama Sekaligus Seniman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ganjar dan Siti Atikoh Nyadran ke Makam Walisongo</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/18/ganjar-dan-siti-atikoh-nyadran-ke-makam-walisongo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Mar 2023 09:54:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ganjar pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[walisongo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=323292</guid>

					<description><![CDATA[<p>SURABAYA (SUARABARU.ID)&#8211; Selama setengah jam, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melantunkan tahlil dan doa, disamping pusara Sunan Ampel, Surabaya, Jumat (17/3/2023). Ziarah di makam sunan yang bernama asli Syekh Ali Rahmatullah ini, merupakan titik pertama dari rangkaian nyadran yang Ganjar lakoni bersama istri, Siti Atikoh, sebelum memasuki Ramadan. Tiba di gerbang pemakaman pukul 20.25 WIB, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/18/ganjar-dan-siti-atikoh-nyadran-ke-makam-walisongo">Ganjar dan Siti Atikoh Nyadran ke Makam Walisongo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Selama setengah jam, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melantunkan tahlil dan doa, disamping pusara Sunan Ampel, Surabaya, Jumat (17/3/2023).</p>
<p>Ziarah di makam sunan yang bernama asli Syekh Ali Rahmatullah ini, merupakan titik pertama dari rangkaian nyadran yang Ganjar lakoni bersama istri, Siti Atikoh, sebelum memasuki Ramadan.</p>
<p>Tiba di gerbang pemakaman pukul 20.25 WIB, usai berwudlu, Ganjar langsung digandeng dua keturunan Sunan Ampel, untuk memasuki area pemakaman keluarga inti Sunan Ampel, yang berada di bagian terdalam area pemakaman.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/03/18/milad-smk-muhima-purwantoro-wonogiri-ditandai-lauching-tefa-dimeriahkan-reog">Milad SMK Muhima Purwantoro Wonogiri Ditandai Launching Tefa Dimeriahkan Reog</a></strong></p>
<p>Gus Abubakar, seorang dari keturunan Sunan Ampel mengatakan, ini merupakan tempat ziarah paling istimewa. &#8221;Tidak semua orang bisa masuk ke bagian ini. <em>Alhamdulillah</em> kami bisa mengantar Pak Ganjar, sampai pada titik ini,&#8221; kata Gus Abubakar.</p>
<p>Ganjar bersama istrinya kemudian melantunkan doa yang dipimpin Gus Abubakar. Begitu runtutan bacaan doa dan tahlil selesai, Ganjar bersama istri mengamini doa-doa yang dipanjatkan Gus Abdul Muis Azis, yang merupakan cicit pendiri Nahdlatul Ulama, KH Bisri Syansuri.</p>
<p>Usai prosesi itu, Ganjar menyampaikan, ziarah ke makam Sunan Ampel ini merupakan rangkaian nyadran Walisongo, yang berlangsung pada Jumat hingga Minggu (17-19/3/2023).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/03/18/profesor-baru-unissula-usulkan-regulasi-pemberantasan-korupsi">Profesor Baru Unissula Usulkan Regulasi Pemberantasan Korupsi</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami Muslim Indonesia mengenal yang namanya tradisi nyadran sebelum Ramadan. Dan kami mengawali nyadran di makam Sunan Ampel,&#8221; kata Ganjar.</p>
<p>Baginya, Sunan Ampel merupakan sosok yang berjasa bagi kaum Muslim di Tanah Air. Terlebih, dengan segala cara Sunan Ampel dalam berdakwah. <em>Moh Limo</em>, lanjut Ganjar, merupakan ungkapan dakwah Sunan Ampel yang hingga saat ini masih sangat relevan.</p>
<p><strong>Moh Limo</strong> yang berarti tidak mau melakukan lima perkara, merupakan ungkapan Sunan Ampel yang bermaksud <em>moh mabuk</em> (tidak mau minum-minuman keras), <em>moh main</em> (tidak berjudi), <em>moh madon</em> (tidak berzina), <em>moh madat</em> (tidak mau menggunakan narkoba) dan <em>moh maling</em> (tidak mau mencuri).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/03/18/unissula-mewisuda-mahasiswa-internasional">Unissula Mewisuda Mahasiswa Internasional</a></strong></p>
<p>&#8221;Cara itu merupakan akulturasi dakwah, agar mudah diterima masyarakat,&#8221; kata Ganjar.</p>
<p>Diungkapkan juga, alasan lain perjalanan nyadran Walisongo yang dia lakoni ini, untuk mengenang segala cara dakwah ulama terdahulu, yang tidak menyingkirkan kearifan lokal.</p>
<p>&#8221;Setelah dari sini, perjalanan akan berlanjut ke Sunan Gresik, Sunan Giri, Sunan Drajat dan Sunan Bonang. Hari Minggu kami lanjut ke Makam Raden Fattah, Sunan Kalijaga, Sunan Muria dan Sunan Gunungjati,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/18/ganjar-dan-siti-atikoh-nyadran-ke-makam-walisongo">Ganjar dan Siti Atikoh Nyadran ke Makam Walisongo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ayam Bakar yang Paling Ueeeenaaaak Itu Ada di Colo</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/09/ayam-bakar-yang-paling-ueeeenaaaak-itu-ada-di-colo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2021 02:59:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[ayam bakar mbok yanah colo]]></category>
		<category><![CDATA[curug montel]]></category>
		<category><![CDATA[gunung muria]]></category>
		<category><![CDATA[ojek colo]]></category>
		<category><![CDATA[sunan muria]]></category>
		<category><![CDATA[walisongo]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kudus]]></category>
		<category><![CDATA[wisata ziarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138769</guid>

					<description><![CDATA[<p>Reportase Widiyartono R COLO adalah sebuah desa di Kecamatan Dawe, kaki Gunung Muria Kudus. Jarak dari kota Kudus menuju lokasi ini kurang dari 20 km, yang bisa ditempuh dengan kendaraan dalam waktu sekitar setengah jam. Ya, Colo memang dikenal sebagai tujuan wisata religi, khususnya ziarah ke makam Sunan Muria, atau Raden Mas Said. Maka pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/09/ayam-bakar-yang-paling-ueeeenaaaak-itu-ada-di-colo">Ayam Bakar yang Paling Ueeeenaaaak Itu Ada di Colo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Reportase <strong>Widiyartono R</strong></p>
<p><strong>COLO </strong>adalah sebuah desa di Kecamatan Dawe, kaki Gunung Muria Kudus. Jarak dari kota Kudus menuju lokasi ini kurang dari 20 km, yang bisa ditempuh dengan kendaraan dalam waktu sekitar setengah jam. Ya, Colo memang dikenal sebagai tujuan wisata religi, khususnya ziarah ke makam Sunan Muria, atau Raden Mas Said.</p>
<p>Maka pada saat normal di luar pandemi seperti saat ini, banyak dijumpai bus-bus membawa peziarah dari berbagai tempat yang parkir di kawasan wisata Colo. Meski saat pandemic seperti sekarang, tetap masih ada yang berkunjung ke sana, meskipun tidak meluap seperti biasa.</p>
<p>Colo memang tepat peziarahan, khususnya bagi umat Islam. Tetapi selain itu, tempat ini memang unik. Lokasinya di ketinggian, udara relatif sejuk pada siang hari, tetapi sangat dingin pada waktu malam. Untuk sekadar “ngadhem”, Colo merupakan lokasi yang cocok.</p>
<p>Terlebih di sana juga ada hotel milik pemda yang bi dijadikan tempat beristirahat. Di hotel ini juga sering diadakan kegiatan seperti rapat, pelatihan, <em>workshop</em>, dan lain-lain.</p>
<p><strong>Jeruk Pamelo</strong></p>
<p>Ada yang unik bila kita berkunjung ke Colo. Setelah masuk dan membayar tiket, kemudian kita akan melewati kawasan yang biasa digunakan untuk parkir bus-bus pembawa wisatawan. Di situ ada masjid, dan di sekitarnya banyak sekali pedagang.</p>
<p>Yang dijual sangatlah khas Colo, misalnya <em>ganyong</em> sejenis umbi-umbian keluarga yang termasuk kana seperti bunga puspanyidra. Umbi yang berasa manis dengan serat-serat kasar ini dijajakan sudah dalam keadaan matang.</p>
<p>Selain <em>ganyong </em>ada juga kimpul atau talas yang juga dijual sudah dalam keadaan matang. Jadi kalau kita beli, bisa langsung kita nikmati. Bagi orang kota, jenis makanan ini jelas sangat jarang dijumpai. Maka, ini adalah sebuah sensasi bila kita menikmatinya di Colo.</p>
<p>Dagangan lainnya ada petai. Nah, petai menjadi buah tangan bagi yang berkunjung ke Colo. Bentuknya yang panjang, bijinya besar, apalagi yang tua. Ah, sangat mantap untuk disantap di rumah sebagai teman makan ayam goreng, campuran nasi goreng, atau masakan lainnya.</p>
<p>Ada juga kulit pohon pakis, dalam ukuran tertentu, yang konon dipercaya bisa menjadi pengusir tikus. Bentuknya yang eksotis bagaikan ukiran, potongan kayu pakis ini juga bisa digunakan sebagai hiasan. Kemudian yang juga selalu ada di Colo adalah pisang tanduk atau orang Jawa meyebutnya <em>gedhang gebyar</em>.</p>
<figure id="attachment_138778" aria-describedby="caption-attachment-138778" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-138778" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-138778" class="wp-caption-text">Di pasar ini kita bisa membeli pisang tanduk, petai, dan buah-buah lainya termasuk jeeruk pamelo. Foto: Widiyartono R.</figcaption></figure>
<p>Yang juga sangat popular adalah jeruk pamelo. Ini semacam jeruk bali, dalam ukuran yang besar, rasanya manis, buahnya berwarna merah.</p>
<p>Nama &#8220;pamelo&#8221; sekarang disarankan oleh Kementerian Pertanian, karena ini bukan “jeruk bali” dan tidak ada kaitannya dengan Bali. Konon pula, kata <em>pamelo</em> ini disematkan pada jeruk itu, karena mengacu pada bintang film <em>Baywatch</em> Pamela Andersen yang dadanya besar seperti jeruk endemik Muria ini. Ah ada-ada saja….</p>
<p>Jeruk pamelo memang besar dan rasanya manis. Maka harganya pun, wow, tentu tidak murah. “Ini yang kecil-kecil dua puluh ribu. Yang agak besar tiga puluh lima ribu. Yang super tujuh puluh lima ribu,” ujar penjual di pasar buah yang ada di Colo.</p>
<p>Yang harganya 35 ribu rupiah, itu memang besar, tetapi ada “cacat” di kulitnya karena adanya serangan hama atau tumbuhnya tidak sehat. Tetapi yang super memang dijamin. Selain besar juga manis.</p>
<p>“Kalau milih jeruk seperti ini jangan cuma karena besarnya. Tetapi diangkat dan dirasakab beratnya. Kalau yang lebih berat, itu isi buahnya besar. Kalau ringan kebanyakan lapisan kulitnya,” ujar seorang pengunjung.</p>
<figure id="attachment_138775" aria-describedby="caption-attachment-138775" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-138775" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-138775" class="wp-caption-text">Sajian ayam bakar dan pecel pakis Mbok Yanah ini, cocok sekali dinikmati di Colo yang sejuk. Foto: Widiyartono R.</figcaption></figure>
<p><strong>Ayam Bakar dan Pecel Pakis</strong></p>
<p>Yang paling sensasional, kalau berkunjung ke Colo ya makan pecel paku. <em>Lho, mosok</em> paku dimakan. Ya, pakis adalah tanaman jenis paku-pakuan. Jenis pakis tertentu, daunnya bisa dimasak. Kalau di Baturaden dimasak <em>oseng-oseng</em> dicamput <em>kamijara</em> atau sereh. Nah, di Colo dimacak pecel.</p>
<p>Ada sebuah warung namanya Mbok Yanah, yang menyediakan pecel pakis ini. Tetapi yang lebih menggetarkan lagi adalah ayam bakarnya. Tetapi maf-maaf kata, kalau Anda cuma berduaan saja disarankan jangan pesan ayam bakar di sini. Dijamin <em>nggak bakalan </em>habis.</p>
<p>“Kalau pesan ayam di sini harus satu ekor, ya kalau nggak habis kan bisa dibungkus dibawa pulang,” kata pemilik warung.</p>
<p>Maklum, pemilik warung memang tidak menyediakan potongan ayam. Jadi kalau kita ke sana, harus pesan ayam satu ekor utuh. Jadi kalau cuma berdua, ya sisanya dibungkus buat oleh-oleh. Rasa ayam bakarnya memang <em>mak nyussssss</em>. Manis gurih, disantap dengan nasi hangat dan pecel pakis. Pokoknya <em>uenaaak tenan.</em></p>
<p>Bila tidak pesan ayam, ada sih lauk lainnya seperti bakwan, tempe, atau kerupuk. Juga bisa pesan ayam goring tentu saja. Tetapi pecel pakis itu pasti turut disajikan.</p>
<figure id="attachment_138781" aria-describedby="caption-attachment-138781" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-138781" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-138781" class="wp-caption-text">Berfoto dengan latar belakang rumah-rumah di lereng Gunung Muria jangan dilewatkan sebagai kenang-kenangan. Foto: Widiyartono R.</figcaption></figure>
<p><strong>Rumah-rumah di Lereng</strong></p>
<p>Di Kabupaten Magelang ada tempat viral di Dusun Butuh, Kecamatan Kaliangkrik. Dusun Buuh namanya tenggelam berganti dengan Nepal van Java. Ya, rumah-rumah di lereng punggung Gunung Sumbing itu diimajinasikan oleh netizen seperti rumah-rumah di Nepal, di lereng Pegunungan Himalaya.</p>
<p>Di Colo, ada juga rumah-rumah eksotik yang berderet di lereng yang cukup tajam. Bila dipandang di pinggir jalan raya depan hotel milik pemda, memang jadi eksotik sekali. Hanya saja, tidak diwarna-warni seperti di Butuh, Kaliangkrik.</p>
<p>Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang kawasan rumah di tebing tajam itu. Bila cuaca bagus, akan sangat indah. Kalau pun toh ada kabut, itu akan menambah sensasi di foto-foto kita.</p>
<p>Tetapi, bila berkunjung ke Colo memang harus hati-hati. Tukang ojek banyak sekali di sana, mengantar pengunjung yang berziarah ke makam Sunan Muria di puncak. Mereka adalah pengendara yang amat mahir, sehingga mengemudikannya pun cenderung ngebut. Cukup ngeri juga bagi pengunjung.</p>
<p>Ya, ayo kita ke Colo. Tetapi harap diingat, karena masih suasana pandemi maka tetap harus dijaga protocol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan, dan yang penting <strong>jangan bergerombol, jangan berkerumun.</strong></p>
<p>Selamat berwisata.</p>
<p><em>Widiyartono R, wartawan suarabaru.id, pemerhati masalah pariwisata.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/09/ayam-bakar-yang-paling-ueeeenaaaak-itu-ada-di-colo">Ayam Bakar yang Paling Ueeeenaaaak Itu Ada di Colo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>