<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Juergen Klopp Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/juergen-klopp/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Dec 2025 07:56:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Juergen Klopp Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 10:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Konfiden]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Reds]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=510239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak selalu/ cerita berjalan seperti rencana/ ada kelokan dan realitas/ yang mengubahnya/ kadang dengan ekstremitasnya// (Sajak “Slot dan Liverpool”, 2025) KETIKA menggantikan Juergen Klopp pada musim 2024-2025, Arne Slot terlihat sebagai sosok konfiden yang diberkahi kemudahan. Liverpool tak mengalami kesulitan beradaptasi dengan manajer baru. The Reds mulus meraih trofi Liga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya">Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-510244 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak selalu/ cerita berjalan seperti rencana/ ada kelokan dan realitas/ yang mengubahnya/ kadang dengan ekstremitasnya//</em><br />
<strong>(Sajak “Slot dan Liverpool”, 2025)</strong></p>
<p><strong>KETIKA</strong> menggantikan Juergen Klopp pada musim 2024-2025, Arne Slot terlihat sebagai sosok konfiden yang diberkahi kemudahan. Liverpool tak mengalami kesulitan beradaptasi dengan manajer baru.</p>
<p>The Reds mulus meraih trofi Liga Primer. Sementara para rival seperti Manchester City dan Manchester United terpuruk. Arsenal dan Chelsea lagi-lagi tak cukup tahan bersaing di klasemen atas untuk berebut juara.</p>
<p>Maka ketika Slot dan Liverpool memperkuat diri dengan sejumlah rekrutan mahal &#8212; seperti Florian Wirtz dan Alexander Isak &#8212; mengawali musim 2025-2026, hampir semua orang berpikir klub kota pelabuhan itu bakal menjelma menjadi kekuatan tak terlawan. Terbayangkan, <em>superteam</em> Liverpool di tangan manajer sekualitas Arne Slot bakal makin <em>nggegirisi</em> di Liga Primer dan Liga Champions.</p>
<p>Nyatanya, pekan lalu Liga Primer mengetengahkan warna pilu. Liverpool melewati laga dengan catatan buruk seperti 60 tahun yang lalu. Pada 22 November di Stadion Anfield yang dikenal “angker”, sang juara bertahan dilibas Nottingham Forest 0-3.</p>
<p>Hasil itu mengulangi catatan buruk pada pekan sebelumnya di Etihad, ketika Mohamed Salah dkk takluk 0-3 di tangan tuan rumah Manchester City. Dan, pada 27 November kemarin, mereka melengkapi keterpurukan dengan kekalahan 1-4 dari PSV Eindhoven di Anfield, dalam <em>matchday</em> 5 Liga Champions.</p>
<p>Statistik mencatat, untuk kali pertama sejak 60 tahun terakhir, Liverpool kalah lebih dari 3 gol dalam dua laga beruntun di Liga Inggris. Terakhir kali The Reds mengalaminya pada April 1965 ketika diarsiteki manajer legendaris, Bill Shankly. Dalam status sebagai juara bertahan, Liverpool kalah 0-3 beruntun dari West Bromwich Albion dan Tottenham Hotspur.</p>
<p>Musim ini, Liverpool sudah sembilan kali kalah dari 12 pertandingan terakhir di semua ajang. Di Liga Inggris, mereka enam kali kalah dari 12 laga. Kekalahan dari Forest memerosotkan Liverpool ke posisi 11 klasemen sementara dengan 18 poin, di bawah Manchester United (18 poin) yang belum memainkan <em>matchday</em> ke-12. Kekalahan keenam dari 12 pertandingan di Liga Primer menempatkan mereka di posisi ke-11 klasemen dengan 18 poin. Ini menjadi kekalahan keenam dari tujuh pertandingan terakhir di seluruh ajang. Kalau ditambah dengan hasil buruk melawan PSV, lengkap sudah kebabakbeluran Pasukan Anfield.</p>
<p>Kata pelatih Arne Slot, “Kami punya banyak pemain bagus. Menjadi tugas saya mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Untuk saat ini saya tidak bisa. Itulah mengapa saya bilang ini tanggung jawab saya,” ujar Slot seperti dikutip <em>BBC Sport</em> (<em>detik.com</em>, 23 November 2025).</p>
<p><strong>Tak Berjalan</strong><br />
Pernyataan Slot mengisyaratkan ada “kesenjangan” antara rencana (<em>game plan</em>) dengan yang tersaji di lapangan. Antara realitas Liverpool memiliki para pemain terbaik di posisinya, dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan skema Slot. Artinya, ada renana yang tak berjalan semestinya.</p>
<p>Apa yang dihadapi Arne Slot sebenarnya juga dialami oleh para taktikus lain. Apakah itu Ruben Amorim, Enzo Maresca, Mikael Arteta, juga Pep Guardiola. Maka kita menyaksikan liga-liga Eropa seperti panggung yang mengetengahkan adu rencana, adu taktik, dan adu kejeniusan, yang kemudian tersaji sebagai produk “sesuai rencana”, “mediokritas capaian”, atau “kegagalan”.</p>
<p>Lalu apakah Arne Slot bisa disebut gagal untuk menyatukan puzzle-puzzle potensi yang seharusnya menghasilkan kehebatan sebuah tim? Jangan buru-buru memvonis pelatih asal Belanda itu, karena jangan-jangan ini adalah hukum alam kompetisi dengan segala kalkulasi yang tak bia dihitung secara matematis.</p>
<p>Slot tidak mau banyak berdalih atas periode buruk ini. Baginya, ada satu hal yang menjadi biang. Yakni Liverpool “dihukum” oleh kegagalan mereka memaksimalkan banyak peluang yang didapat.</p>
<p>Dengan <em>ball possession</em> 75-25, lebih dari 30 menit di babak pertama Virgil van Dijk dkk menekan penuh Forest, namun peluang-peluang di awal yang didapat Alexis Mac Allister dan Milos Kerkez, tak tertuntaskan sebagai gol.</p>
<p>Dia mengakui, belum pernah melihat timnya menciptakan peluang sebanyak itu. Tentu sulit dipahami, di tengah banyak kesempatan, setiap kali diserang lawan, malah begitu mudah kebobolan. Artinya, selain tumpulnya lini penyerang, realitas kerapuhan lini pertahanan juga menjadi problem bagi The Reds dalam tiga laga terakhir.</p>
<p>Dinamika kompetisi memang menciptakan kondisi yang terkadang tidak dipahami oleh tim-tim besar. Semua persiapan skematika, kedalaman skuad, dan <em>game plan</em> sudah dimatangkan, namun tak jarang tim-tim medioker dan yang kurang masuk hitungan malah menciptakan hasil “yang tidak-tidak”.</p>
<p>Frasa “yang tidak-tidak” itu menggambarkan kondisi psikologis kompetisi yang tak jarang diwarnai oleh kejutan-kejutan. Dalam logika permainan, boleh jadi yang berlangsung adalah keberhasilan menerapkan<em> counter tactic</em>, sehingga tim-tim yang dipandang sebagai “anak bawang” bisa meredam permainan tim-tim yang lebih mapan.</p>
<p>Apakah Liverpool masuk dalam logika dinamika ini? Semakin rasa percaya diri hilang karena kekalahan demi kekalahan yang menyusul, bakal semakin terasa betapa sulit bangkit dari situasi semacam ini.</p>
<p>Para manajer seperti Arne Slot mungkin sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini, namun tampaknya dia membutuhkan cukup waktu untuk mencerna dan mengurai solusi. Kekalahan telak 1-4 dari PSV di Anfield menjadi bagian dari gambaran betapa Slot dihadapkan pada situasi yang tidak mudah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya">Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Anfield, Dia Melegenda&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/03/dari-anfield-dia-melegenda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2025 10:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anfield]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Mo Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Premier League]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=472348</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dari mana dia tancapkan nama?/ dari mana mengukuhkan karisma?/ memberi beda/ meneguhkan wibawa/ di keangkeran Anfield&#8230;// (Sajak &#8220;Legenda Anfield&#8221;, 2025) ANFIELD. Di tempat itulah, akhir pekan lalu Liverpool meraih gelar juara Liga Inggris untuk kali ke-20, atau yang kedua di era Liga Primer. Catatan itu menyamai torehan Manchester United, yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/03/dari-anfield-dia-melegenda">Dari Anfield, Dia Melegenda&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-472351 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dari mana dia tancapkan nama?/ dari mana mengukuhkan karisma?/ memberi beda/ meneguhkan wibawa/ di keangkeran Anfield&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Legenda Anfield&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>ANFIELD</strong>. Di tempat itulah, akhir pekan lalu Liverpool meraih gelar juara Liga Inggris untuk kali ke-20, atau yang kedua di era Liga Primer.</p>
<p>Catatan itu menyamai torehan Manchester United, yang juga 20 kali menjadi juara Inggris.</p>
<p>Sedemikian &#8220;angker&#8221; nama Anfield dalam identifikasi klub yang begitu &#8220;sangar&#8221;: Liverpool. Simaklah, <em>You&#8217;ll Never Walk Alone</em> (YNWA) menjadi ungkapan kekuatan kebersamaan seluruh pemangku kepentingan klub kota pelabuhan itu.</p>
<p>Menyebut Liverpool tak mungkin melupakan nama-nama legendaris yang merupakan bagian dari sejarah kehebatan klub Merseyside itu.</p>
<p>Liverpool pernah mengapungkan narasi kepercayaan diri ini, &#8220;Hanya ada satu tim terbaik dunia, Liverpool. Tim terbaik nomor dua? Cadangan Liverpool&#8230;&#8221;</p>
<p>Atau, Anda tentu masih mencatat elan filosofis Bill Shankly, dedengkot peletak fondasi kesangaran The Reds, &#8220;Sepak bola lebih penting dari persoalan hidup dan mati. Bahkan lebih penting dari hidup itu sendiri&#8230;&#8221;</p>
<p>Antropologi sepak bola bisa mendiagnosis betapa Liverpool berbeda dari klub lain, yang sama-sama memiliki suporter &#8220;ultras&#8221;, memberi dukungan ekstrem. Kita lihat kemudian, legenda-legenda yang berkembang di Anfield memiliki pesona tersendiri dalam menebar karisma di jagat sepak bola.</p>
<p>Berderet nama menghias sejarah perjalanan Liverpool. Paling aktual, pada era milenial ini, kita mencatat satu nama yang memberi pengaruh sangat signifikan, yang untuk kali kedua mengantar The Reds menjadi kampiun Liga Primer.</p>
<p>Baik fans Liverpool maupun lawan-lawannya, siapa yang tak hormat kepada Mo Salah?</p>
<p>Ya, Mohamed Salah Hamed Mahrous Ghaly. Nama yang sebelumnya pernah mengenakan jersey Al-Mokawloon, FC Basel, Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma.</p>
<p>Kini Mo Salah telah melangkah ke wilayah legenda klub. Kontribusinya musim ini adalah bukti, betapa besar kebergantungan Liverpool kepada bintang asal Mesir itu.</p>
<p>Musim ini, pemain yang menjadi ikon &#8220;humanisme Islam&#8221; itu membukukan 31 gol dan 21 <em>assist</em>. Dia mengungguli pemain lain yang juga memberi kontribusi sebagai pilar penting. Dari Virgil van Dijk, Trent Alexander-Arnold, Alisson Becker, Luis Diaz, Diogo Jota, dan Cody Gakpo merupakan nama-nama produk racikan taktik Arne Slot dan pelatih pendahulunya, Juergen Klopp.</p>
<p><strong>Legenda</strong><br />
Ketika Mo Salah menyatakan musim depan siap bertahan di Anfield dan mengenyampingkan tawaran klub lain dengan bayaran jauh lebih besar, artinya &#8220;Raja Mesir&#8217; itu siap mentas sebagai legenda penting dalam sejarah klub.</p>
<p>Lewat produktivitas gol dan layanan assist-nya, dia menjadi gantungan utama tim di era Klopp dan kini Arne Slot. Selama berkarier di The Reds sejak 2018, dia telah mencetak 244 gol dari 393 laga di semua ajang.</p>
<p>Khusus di Liga Primer, dengan tambahan satu gol, dia mencetak sejarah sebagai pemain asing dengan produktivitas tertinggi (185) gol, mengungguli Sergio Aguero (184 gol), dan Thierry Henry (175 gol). Tinggal tiga gol lagi, dia akan melewati 187 gol Alan Shearer di Liga Inggris.</p>
<p>Bersama The Reds, dia membendarakan satu trofi Liga Champions, satu Piala Super Eropa, satu Piala Dunia Antarklub, dua kali juara Liga Primer, satu Piala FA, dan tiga Piala Liga.</p>
<p>Nama Mo Salah sejajar dengan para legenda Liverpool seperti John Toshack, Roger Hunt, Bruce Grobbelaar, Phil Neal, Alan Hansen, Kenny Dalglish, Graeme Souness, Kevin Keegan, John Barnes, Ian Rush, Michael Owen, Robbie Fowler, atau Steven Gerrard.</p>
<p>Keberadaannya di Anfield Road juga memberi nilai plus dengan status psikologis sebagai simbol humanisme. Dengan perilaku dan kelembutan interaksinya, aura performa Salah membantu menepis fobia terhadap muslim.</p>
<p><strong>Kunci Trofi</strong><br />
Salah sempat dikritik karena bermain kurang memuaskan di dua <em>leg</em> 16 besar Liga Champions melawan Paris St Germain. Dia dinilai &#8220;hilang&#8221;, kurang memberi pembeda bagi penampilan Liverpool yang semula menjadi salah satu favorit juara. Liverpool pun disingkirkan klub Prancis tersebut.</p>
<p>Akan tetapi, Mo Salah konsisten di Liga Primer, dan hingga pekan-pekan terakhir masih sangat diandalkan oleh Arne Slot untuk ikut mengunci gelar liga.</p>
<p>Terkait dedikasi, Slot memuji Salah sebagai &#8220;orang gila&#8221;. Dia takjub penyerang andalannya itu masih bersinar pada usia yang sudah &#8220;kepala tiga&#8221;.</p>
<p>Slot yang semula kurang diperhitungkan ketika meneruskan pekerjaan Juergen Klopp, bakal menjadi legenda lain Anfield Road. Pada musim pertamanya, 2024-2025, dia langsung <em>tune in</em> dengan tim dan mempersembahkan gelar. Kemenangan 5-1 atas Tottenham Hotspur pekan lalu, menjadi momen bersejarah bagi Slot.</p>
<p>Dia menyamai Jose Mourinho (2004-2005), Carlo Ancelotti (2009-2010), Manuel Pellegrini (2013-2014), dan Antonio Conte (2016-2017) yang meraih trofi liga pada musim perdananya.</p>
<p>Pria asal Belanda &#8212; yang seperti Klopp juga menganut filosofi sepak bola menyerang dan dinamis &#8212; ini melengkapi keping sejarah dalam jejak besar Merseyside Merah, menjadi semenyala bara yang berkobar di dada Mo Salah dkk&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/03/dari-anfield-dia-melegenda">Dari Anfield, Dia Melegenda&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mo Salah, dalam Kelayakan “Ballon d’Or”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/22/mo-salah-dalam-kelayakan-ballon-dor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Feb 2025 10:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Mesir]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=461945</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // di puncak kematangan/ adakah dia sudah di pucuk masa?/ dan, inikah saatnya?/ dunia menghargai/ dunia menobatkannya// (Sajak “Mohamed Salah”, 2025) APAKAH yang kurang dari Mohamed Salah? Rasanya, sulit menemukan titik lemah dari penyerang Liverpool itu. Semua dia punya untuk menjadi yang terbaik. Dari 2017 hingga awal 2025 ini, dia tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/22/mo-salah-dalam-kelayakan-ballon-dor">Mo Salah, dalam Kelayakan “Ballon d’Or”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-461946 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// di puncak kematangan/ adakah dia sudah di pucuk masa?/ dan, inikah saatnya?/ dunia menghargai/ dunia menobatkannya//</em><br />
<strong>(Sajak “Mohamed Salah”, 2025)</strong></p>
<p><strong>APAKAH</strong> yang kurang dari Mohamed Salah?</p>
<p>Rasanya, sulit menemukan titik lemah dari penyerang Liverpool itu. Semua dia punya untuk menjadi yang terbaik. Dari 2017 hingga awal 2025 ini, dia tak pernah kehilangan tempat sebagai harapan utama produktivitas gol-gol Liverpool. Penyerang baru boleh datang di lini penggempur The Reds, namun Mo Salah tak tergantikan, dari era pelatih Juergen Klopp hingga pada masa-masa Arne Slot sekarang.</p>
<p>Masa depan pemain berjejuluk “Raja Mesir” itu masih diperdebatkan menjelang berakhirnya ikatan kontrak pada 30 Juni mendatang. Keputusan apa yang akan diambil oleh manajemen Liverpool? Melepasnya dalam usia 32, sekarang? Atau mempertahankan dalam ikatan berdurasi pendek, setahun misalnya?</p>
<p>Pada segi-segi tertentu, ke mana dia berlabuh bakal menentukan peluang Salah meraih trofi Ballon d’Or. Padahal pada 2025 ini, dia banyak disebut memiliki kesempatan terbaik untuk memdapatkannya.</p>
<p>Salah memang beberapa kali dinominasikan sebagai kandidat peraih penghargaan individu prestisius itu, namun di era rivalitas abadi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, bintang sekaliber Mo Salah pun sulit menembus peluang itu.</p>
<p>Tahun ini, pesaing utama Salah adalah Vinicius Junior, bintang Real Madrid asal Brasil yang baru saja meraih gelar Pemain Terbaik FIFA 2024. Sebelum itu Vini dikalahkan penggawa Manchester Cty, Rodri dalam kontestasi Ballon d’Or 2024. Dalam beberapa segi, Mo Salah disebut-sebut memiliki keunggulan ketimbang Vini Junior.</p>
<p><strong>Bertahan di Anfield?</strong><br />
Yang diperkirakan bisa mempengaruhi keputusan akhir para pemilih adalah ke mana Salah berlabuh. Apakah bertahan di Anfield, atau menerima pinangan Al-Hilal di Liga Pro-Saudi dengan gaji fantastis? Atau dia bertahan di Eropa di klub Ligue 1, Paris St Germain yang sudah lama mengincarnya?</p>
<p>Konstelasi ini akan berpengaruh. Bertahan di Eropa akan memberi nilai plus, karena Salah masih berpeluang untuk unjuk performa di berbagai ajang bergengsi.</p>
<p>Mo Salah tampil impresif musim 2024/2025, menjajari Vinicius Junior yang pada 2024 diunggulkan meraih Ballon d’Or.</p>
<p>Dalam 18 laga di Liga Primer, dia membendaharakan 17 gol dan 13 a<em>ssists</em>. Capaian itu mengungguli para bintang lainnya, juga mendekati rekor gol dan<em> assists</em> sepanjang sejarah Thierry Henry dan Alan Shearer.</p>
<p>Raihan Vinicius Junior bersama Real Madrid hampir dia samai. Salah mengumpulkan 20 gol dan 17 <em>assists</em> di semua ajang, sedangkan Vini pada 2023-2024 mencetak 25 gol dan 12 <em>assists</em>. Vinicius menjadi kunci bagi Real Madrid meraih gelar La Liga dan Liga Champions.</p>
<p>Di sisa musim, Mo Salah masih harus membuktikan perannya bagi Liverpool. Jika bisa mempertahankan performa, dia bakal mencetak rekor baru, dan menempatkan diri di orbit puncak pada 2025.</p>
<p>Baru saja dia mengukir catatan hebat dengan menambah pundi-pundi golnya menjadi 24, meninggalkan jauh Erling Haaland yang baru membukukan 19 gol. Dia juga memberi <em>assist</em> bagi gol Tren Alexander-Arnold, memperbanyak jumlah umpannya menjadi 15 musim ini.</p>
<p>Di Liga Primer, Mo Salah menjadi pemain pertama sejak Eden Hazard (musim 2018-2019) yang mengukir minimal 15 gol dan 15 <em>assists</em> dalam satu musim. Dia juga menciptakan rekor sebagai pencetak gol tandang terbanyak dalam satu musim dengan 15 gol, melewati Luis Suarez yang mencetak 14 gol tandang untuk Liverpool pada 2013-2014.</p>
<p>Mohamed Salah mencetak jumlah terbanyak mencetak gol dan <em>assist</em> sekaligus (10 kali) di satu musim Liga Primer. Dia hanya kalah dari Lionel Messi yang 11 kali melakukannya bersama Barcelona pada 2014-2015.</p>
<p><strong>Dijagokan</strong><br />
Pada 2024, Ballon d’Or diraih oleh Rodri, bintang Manchester City dan tim nasional Spanyol. Rodri menjadi pemain ketiga di luar Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang meraih bola emas tersebut sejak 2007. Dua lainnya adalah Luka Modric pada 2018 dan Karim Benzema pada 2022.</p>
<p>Belum lama ini, <em>Planet Football</em> membuat perkiraan sejumlah pemain yang bakal bersaing dalam perebutan trofi Ballon d’Or. Tercatat nama Jude Bellingham (Real Madrid), Harry Kane (Bayern Muenchen), Bukayo Saka (Arsenal), Lamine Yamal (Barcelona), Raphinha (Barcelona), dan Robert Lewandowski (Barcelona).</p>
<p>Pada 2020, Lewandowski pantas kecewa. Penghargaan tersebut ditiadakan karena pandemi Covid-19, padahal dia sedang berkibar: sukses membawa Bayern Munchen meraih <em>treble</em> dengan 55 gol di semua ajang. Selain Lewy, ketika itu tidak ada pemain yang dinilai lebih pantas meraih Ballon d’Or.</p>
<p>Pada usia 36, striker Polandia itu tetap menjadi salah satu pencetak gol ulung di Eropa. Kini performanya sedikit menurun. Barcelona kehilangan banyak poin di La Liga dalam beberapa pekan terakhir, dan kini mulai memperlihatkan kebangkitan lagi.</p>
<p>Pada pertengahan 2024, Mohamed Salah belum terlalu melejit, namun awal tahun ini dia benar-benar memperlihatkan konsistensi. Liverpool sangat bergantung kepadanya.</p>
<p>Sulit bagi The Reds untuk melepas ketergantungan gol dari Mo Salah, yang dulu pernah menjadi bagian dari Trio Firmansah (Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mo Salah). Kini, dia berkolaborasi dengan Darwin Nunez, Luis Diaz, Diogo Jota, Harvey Elliots, atau Dominik Szoboszlai.</p>
<p>Pemain yang dijuluki “Messi dari Mesir” itu memperlihatkan impresivitas dengan aksi-aksi yang bertumpu pada kecepatan, dribel lengket, teknis ajaib, dan seni gol dengan akurasi kaki kiri.</p>
<p>Kemampuan teknis itu, sejak 2010-an menjadikan Salah yang pernah bermain untuk Basel, Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma itu tak pernah lepas dari level atas persaingan, termasuk dalam kontestasi Ballon d’Or.</p>
<p>Kita akan melihat bagaimana perkembangan penampilannya pada sisi musim. Juga sejauh mana dia berperan untuk Liverpool di semua ajang tersisa.</p>
<p>Dalam usia yang mulai menapak ke luar orbit 30-an, akankah Mo Salah mendapat pengakuan tuntas dengan trofi individu tersebut, sebagai pemain Afrika kedua setelah George Oppung Weah pada 1995?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawaan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/22/mo-salah-dalam-kelayakan-ballon-dor">Mo Salah, dalam Kelayakan “Ballon d’Or”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dunia Pelatih, Batas Tipis Trofi dan Ancaman Pemecatan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/26/dunia-pelatih-batas-tipis-trofi-dan-ancaman-pemecatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2024 10:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Mancini]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=443146</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // mereka bagai berjalan/ di titian serambut dibelah tujuh/ itukah dunianya?/ berada di antara trofi dan ancaman suksesi/ senyaman apakah bergerak/ di dunia yang penuh spekulasi itu?// (Sajak “Dunia Pelatih”, 2024) BARU saja, Asosiasi Sepak Bola Arab Saudi (KFA) mengumumkan pemecatan pelatih nasional Roberto Mancini. Ya, akhirnya&#8230; Seharusnya, pelatih asal Italia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/26/dunia-pelatih-batas-tipis-trofi-dan-ancaman-pemecatan">Dunia Pelatih, Batas Tipis Trofi dan Ancaman Pemecatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-443151 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// mereka bagai berjalan/ di titian serambut dibelah tujuh/ itukah dunianya?/ berada di antara trofi dan ancaman suksesi/ senyaman apakah bergerak/ di dunia yang penuh spekulasi itu?//</em><br />
<strong>(Sajak “Dunia Pelatih”, 2024)</strong></p>
<p><strong>BARU</strong> saja, Asosiasi Sepak Bola Arab Saudi (KFA) mengumumkan pemecatan pelatih nasional Roberto Mancini. Ya, akhirnya&#8230;</p>
<p>Seharusnya, pelatih asal Italia itu bertugas sampai 2027, namun hasil kurang meyakinkan dalam kualifikasi Piala Dunia Grup C Zona Asia mempercepat keputusan KFA.</p>
<p>Mancini, yang pernah sukses bersama Manchester City, Internazionale Milan, dan memberi trofi Euro 2020 kepada Italia, mencatat tujuh kemenangan, lima kali seri, dan enam kekalahan selama menangani The Green Falcon. KFA pun memutuskan untuk memecat Mancini lebih cepat.</p>
<p>Saat menukangi timnas Arab Saudi, dia menjadi pelatih termahal dunia dalam sejarah dengan gaji Rp 413 miliar per musim. Artinya, KFA harus mengompensasi hak Mancini sebelum masa kontraknya selesai.</p>
<p>Baca Juga :<a href="http://Masih Adakah Peluang bagi Jay Idzes dkk Lolos ke 2026?"><span style="font-size: 10pt;">Masih Adakah Peluang bagi Jay Idzes dkk Lolos ke 2026?</span></a></p>
<p>Sementara itu, di Liga Primer, Erik Ten Hag makin dekat dengan pemecatan dari Manchester United. Hasil seri 1-1 melawan Fenerbahce di Liga Europa, dua hari lalu memperkuat kemungkinan itu. Tinggal menunggu hari-hari manajemen MU menetapkan, bahwa tidak ada jalan yang lebih tepat untuk membuat penyegaran selain dengan memberhentikan pelatih asal Belanda itu.</p>
<p>Ten Hag benar-benar sudah di ujung tanduk. Hingga sejauh ini, performa The Red Devils belum kunjung berkembang. “Bedah jantung” yang pernah disampaikan pelatih sebelumnya, Ralf Rangnick, sudah diterjemahkan manajemen MU dengan merombak skuad, namun labilitas permainan Manchester Merah masih menjadi persoalan yang belum mendapat kunci jawaban sejak dari 2013, ketika Alex Ferguson memutuskan pensiun. Berganti-ganti manajer belum mendatangkan perbaikan bagi Setan Merah.</p>
<p><strong>Batas Tipis</strong><br />
Persoalan Mancini dan hari-hari yang dihadapi Erik Ten Hag adalah gambaran yang menegaskan, pelatih berada dalam posisi spekulasi, batas tipis antara “aman” dan “tidak aman”, antara cocok dan tidak cocok, atau antara sukses meraih trofi atau gagal menunjukkan daya saing.</p>
<p>Apakah ”dunia pelatih” seperti ini adalah bentuk lain dari risiko profesionalitas? Atau ini hanya konsekuensi dari spekulasi-spekulasi ketika dia menerima pinangan untuk menangani klub tertentu? Menemukan atau tidak menemukan <em>chemistry</em> dalam menerapkan filosofi dan taktik permainan?</p>
<p>Buktinya, kita mengenal Arne Slot, yang tampak segera cocok begitu dipercaya untuk meneruskan tugas Juergen Klopp di Liverpool. Mikael Arteta juga terlihat pas melanjutkan kiprah Unai Emery bersama Arsenal sejak 2019.</p>
<p>Kecocokan pelatih yang langsung ber-<em>chemistry</em> dengan klub juga dirasakan oleh Hansi Flick, pengganti Xavi Hernandez di Barcelona.</p>
<p>Blaugrana kembali menjelma menjadi kekuatan di La Liga. Barca sungguh meyakinkan. Raphinha dkk baru sekali kalah dari 10 laga di liga. Penampilan di Liga Champions ketika melibas Bayern Muenchen 4-1 empat hari lalu, menunjukkan mereka sebagai raksasa Eropa.</p>
<p>Menjelang El Clasico melawan Real Madrid, hasil meyakinkan ketika mengalahkan Bayern menjadi modal penting. Konsistensi taktik Hansi Flick akan diuji oleh kematangan Carlo Ancelotti.</p>
<p>Sementara itu, Alex Ferguson, ketika mulai meracik MU dari 1986, baru pada 1990 meraih gelar, lalu meraih sukses dan bertahan hingga 2013. Juga Jose Mourinho, yang membersamai Chelsea dalam rekatan kimiawi dari 2003.</p>
<p>Yang agak berbeda adalah Pep Guardiola. Selepas meninggalkan Barcelona pada 2012 dengan membukukan 14 trofi, dia menangani Bayern Muenchen dengan raihan tiga gelar Bundesliga, dua Piala Jerman, satu Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub. Lalu bersama Manchester City hingga sekarang Pep meraih 17 piala.</p>
<p>Dia tercatat sebagai manajer yang paling lama bertahan di klub Premier League saat ini. Pelatih asal Spanyol itu datang ke Manchester Biru pada 2016, ketika di Liga Primer masih ada “datuk-datuk” Arsene Wenger (Arsenal), Jose Mourinho (Manchester United), dan Juergen Klopp (Liverpool).</p>
<p>Di The Citizens, Pep boleh dibilang tidak pernah dirongrong ancaman pemecatan. Ya, karena City betul-betul stabil di level utama, ketika tim-tim rival seperti Arsenal, MU, Chelsea, Liverpool, dan Tottenham Hotspur berkutat dengan problem stabilisasi permainan.</p>
<p>Dalam wawancaranya dengan <em>Sky Sports</em> sebagaimana dikutip <em>detik.com</em> (24/10-2024), manajer 53 tahun itu menguraikan, “Ketika Anda sudah sembilan tahun (di pekerjaan ini), Anda jadi yang terlama. Di dalam sepak bola, jika Anda tidak juara, atau Juergen pensiun, ketika Anda tidak menang, maka Anda mengganti manajernya. Inilah dunia kami”.</p>
<p>“Jawaban sederhananya, saya masih di sini karena kami juara. Kalau tidak, saya tidak akan di sini &#8212; bahkan rasa hormat dan kepercayaan yang kami miliki satu sama lain tidak ada pada hierarki dengan saya, dan saya dengan hierarki &#8212; saya tidak akan berada di sini. Anda memang harus juara di dalam bisnis ini. Ini adalah satu-satunya pekerjaan ketika orang-orang sangat menuntut untuk mendepak Anda. Di dalam profesi kami, Anda harus menerimanya,” ungkap Pep.</p>
<p><strong>Syarat Kesiapan</strong><br />
“Kesadaran posisi” itu, bagaimanapun adalah bukti bahwa salah satu syarat pelatih adalah kesiapan untuk berjalan dengan segala kemungkinan: antara terus dipercaya, atau menerima kenyataan diberhentikan.</p>
<p>Roberto Mancini boleh jadi sukses di luar tugasnya sekarang, namun <em>chemistry</em>-nya dengan The Green Falcon boleh jadi tidak dalam kondisi “pas”, dan dia gagal membawa tim ke performa terbaik untuk lolos ke Piala Dunia 2026.</p>
<p>Sedangkan Erik Ten Hag, seperti deretan pelatih pasca-Alex Ferguson, belum berhasil membentuk MU dalam kekuatan yang mampu bersaing di level elite Liga Primer musim ini.</p>
<p>Kecocokan, <em>timing,</em> juga formula yang tepat acapkali menjadi penentu kesuksesan seorang pelatih. Kita pasti dibuat berpikir dengan penuh spekulasi, siapa pun nanti pengganti Mancini, Ten Hag, atau yang lainnya.</p>
<p>Tak semata-mata suar karena nama besar&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tenga</em>h ==</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/26/dunia-pelatih-batas-tipis-trofi-dan-ancaman-pemecatan">Dunia Pelatih, Batas Tipis Trofi dan Ancaman Pemecatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Sesederhana Itu Menemukan Arsitek Pengubah Keadaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/09/tak-sesederhana-itu-menemukan-arsitek-pengubah-keadaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2024 10:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Muenchen]]></category>
		<category><![CDATA[Eric ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Julien Nagelsman]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Thomas Tuchel]]></category>
		<category><![CDATA[Xavi Hernandez]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=403519</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // semua berlomba/ mencari dan menemukan sang pencerah/ hari ini mencercah harapan/ esok bisa meluncur ke keterpurukan/ semua berpacu merajut terang cahaya// (Sajak &#8220;Sang Peracik Taktik&#8221;, 2024) BEGITULAH manajemen klub-klub sepak bola berburu peracik taktik. Sebegitu rumitkah mendapatkan pelatih yang awet dan dipercaya mendampingi pemain? Lebih gampang memvonis kegagalan seorang pelatih [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/09/tak-sesederhana-itu-menemukan-arsitek-pengubah-keadaan">Tak Sesederhana Itu Menemukan Arsitek Pengubah Keadaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-403548 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// semua berlomba/ mencari dan menemukan sang pencerah/ hari ini mencercah harapan/ esok bisa meluncur ke keterpurukan/ semua berpacu merajut terang cahaya//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Sang Peracik Taktik&#8221;, 2024)</strong></p>
<p><strong>BEGITULAH</strong> manajemen klub-klub sepak bola berburu peracik taktik. Sebegitu rumitkah mendapatkan pelatih yang awet dan dipercaya mendampingi pemain?</p>
<p>Lebih gampang memvonis kegagalan seorang pelatih hanya dari performa yang tak menjanjikan di sejumlah laga, lalu memastikan memecatnya; lalu terburu-buru mencari penggantinya, lalu tak jarang sebegitu cepat harus berburu lagi&#8230;</p>
<p>Tak sedikit manajemen klub yang tidak matang berpikir tentang risiko spekulasi. Sepintas tampak cocok dari kalkulasi reputasi dan harapan, atau diperkirakan sebagai figur tepat pengganti; namun bukankah sejatinya pelatih dihadapkan pada dua hamparan?</p>
<p>Ya, antara cocok dan kemelesetan, antara ekspektasi dan realitas, antara <em>chemistry</em> dan telepati hati yang sulit bertaut. Apalagi ketika sudah terkait dengan keyakinan filosofi.</p>
<p>Hari-hari ini, setidak-tidaknya empat klub besar berancang-ancang ganti nakhoda. Bayern Muenchen diperkirakan mengakhiri kontrak Thomas Tuchel yang belum lama menggantikan Julien Nagelsman, Manchester United mencari pembanding untuk Eric Ten Hag, sementara dua klub lain sudah pasti ditinggalkan pelatihnya: Liverpool bakal kehilangan Juergen Klopp, Barcelona harus rela melepas Xavi Hernandez. Padahal, dua klub tersebut sebenarnya &#8220;baik-baik saja&#8221;.</p>
<p>Pada saat yang sama, mengapung nama-nama calon yang digadang-gadang sejumlah klub. Xabi Alonso yang menukangi Bayer Leverkusen dengan rekor kinclong dari 33 laga, berada di <em>rating</em> tertinggi. Selain Bayern, Alonso diincar Liverpool dan Barcelona. Bahkan Mikael Arteta yang sedang dalam fase impresif bersama Arsenal juga masuk dalam radar idaman.</p>
<p>Terdapat pula Roberto de Zerbi yang memoncerkan Brighton and Hove Albion, lalu si genius Zinedine Zidane yang sedang tak bekerja di klub mana pun. Hansi Flick, Antonio Conte, Jose Mourinho, Stevan Gerrard dan Ole Gunnar Solskjaer juga masuk di bursa incaran.</p>
<p><strong>Faktor &#8220;Kecocokan&#8221;</strong><br />
Dalam khazanah manajemen kepelatihan, faktor &#8220;kecocokan&#8221; berandil besar untuk sebuah kisah sukses. Faktor ini bisa dibentuk oleh banyak hal. Kekuatan pendekatan kepemimpinan, karisma, kreativitas taktik, ketepatan rekrutmen pemain, serta pengenalan sejarah dan filosofi klub.</p>
<p>Visi penerapan taktik jelas membutuhkan <em>supporting</em> materi pemain. Dia butuh pemain bertipe apa dalam penerjemahan skema taktiknya? Karakter yang seperti apa? Tentu ini juga terkait dengan keyakinan filosofis ketika pelatih mengusung visi tertentu.</p>
<p>Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger, dan Pep Guardiola adalah sebagian pelatih yang mendapat kemewahan dari sisi kepercayaan waktu untuk menerjemahkan &#8220;ideologi&#8221; sepak bolanya. Bandingkan dengan rata-rata pelatih yang begitu mudah diberhentikan karena hasil-hasil kurang memuaskan.</p>
<p>Padahal, bukankah waktu pula yang akan membantu menentukan untuk menemukan stabilitas sentuhan sang pengubah keadaan?</p>
<p>Liverpool sukses bangkit setelah menemukan Juergen Klopp sebagai &#8220;sang pencerah&#8221;. Barcelona sebenarnya juga mulai <em>establish</em> di tangan Xavi Hernandez setelah sempat terpuruk di bawah Ronald Koeman. Akan tetapi, masalahnya, yang menghendaki mundur justru kedua pelatih itu sendiri.</p>
<p>Bayern Muenchen-lah yang rupanya terongrong oleh pasang naik Bayer Leverkusen. Apakah faktornya hanya ada pada Thomas Tuchel dan Xabi Alonso? Atau ini sesungguhnya gambaran rivalitas antara jiwa <em>status quo</em> dan spirit <em>challenger</em>?</p>
<p>Hari-hari menuju ke penobatan peracik skema di sejumlah klub menjadi semacam keputusan penghakiman yang mendebarkan, sekaligus penuh spekulasi harapan. Siapa yang meneruskan Klopp di Anfield? Siapa pengganti Xavi di Camp Nou? Siapa yang mendampingi FC Hollywood di Muenchen? Apakah Ten Hag bakal mengamankan waktu di Old Trafford?</p>
<p>Spekulasinya: akan adakah &#8220;kecocokan&#8221;, tautan telepati, dan <em>chemistry</em> yang tertakdirkan?</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/09/tak-sesederhana-itu-menemukan-arsitek-pengubah-keadaan">Tak Sesederhana Itu Menemukan Arsitek Pengubah Keadaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Juergen Klopp dalam Bayangan Sebongkah Rindu&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/03/juergen-klopp-dalam-bayangan-sebongkah-rindu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Feb 2024 10:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto de Zerbi]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Firmino]]></category>
		<category><![CDATA[Sadio Mane]]></category>
		<category><![CDATA[Steven Gerrard]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Unay Emery]]></category>
		<category><![CDATA[Xabi Alonso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=397014</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // percayalah ada titik lelah/ ada titik jenuh/ ada titik yang melawan/ jiwa mengajak berjeda/ menjauh dari hiruk-pikuk/ lalu bayangkanlah/ akan ada sebongkah rindu&#8230;// (Sajak &#8220;Juergen Klopp&#8221;, Februari 2024) KIRA-KIRA dua musim silam, sejumlah pundit riuh menspekulasikan &#8220;nasib&#8221; Juergen Klopp. Akankah dia segera mengakhiri karier di Anfield Road, atau manajemen Liverpool [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/03/juergen-klopp-dalam-bayangan-sebongkah-rindu">Juergen Klopp dalam Bayangan Sebongkah Rindu&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-397018 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// percayalah ada titik lelah/ ada titik jenuh/ ada titik yang melawan/ jiwa mengajak berjeda/ menjauh dari hiruk-pikuk/ lalu bayangkanlah/ akan ada sebongkah rindu&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Juergen Klopp&#8221;, Februari 2024)</strong></p>
<p><strong>KIRA-KIRA</strong> dua musim silam, sejumlah pundit riuh menspekulasikan &#8220;nasib&#8221; Juergen Klopp. Akankah dia segera mengakhiri karier di Anfield Road, atau manajemen Liverpool bersabar untuk tetap mempertahankannya?</p>
<p>Liverpool, yang dia bangunkan dari tidur panjang dengan meraih trofi Liga Primer pada periode 2019-2020 dan Liga Champions, mulai keteteran bersaing dengan Manchester City. Pun sering kalah dari tim-tim di luar lima besar.</p>
<p>&#8220;Gegenpressing&#8221;, filosofi dan &#8220;ideologi sepak bola metal&#8221; ala Klopp rupanya mulai terbaca oleh para rival. Ketika Trio Firmansah (Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah) bubar karena Mane dan Firmino memilih pindah klub, The Reds pun bagai kehilangan sebagian kesaktiannya.</p>
<p>Dia racik substitusi dengan kehadiran Diogo Jota, Darwin Nunez, dan Wataru Endo, namun tak mudah menggantikan kedahsyatan Trio Firmansah yang menghayati betul jiwa sepak bola <em>pressing</em> Klopp.</p>
<p>Spekulasi nasib Klopp perlahan-lahan meredup seiring dengan performa Liverpool yang membaik, dan tetap menjadi kekuatan utama Liga Primer.</p>
<p>Belakangan kalangan sepak bola Inggris malah dibikin terkejut oleh pernyataan Klopp. Dua pekan lalu dia menegaskan bakal meninggalkan Virgil van Dijk cs di akhir musim nanti.</p>
<p>Sudah delapan musim pria Jerman itu mendampingi Si Merah dengan mengukir bergelimang prestasi. Dia telah mengembalikan Liverpool ke habitat elite seperti pada dasawarsa 1970-an. Dihadirkannya rivalitas sengit dengan dua genius muda: Pep Guardiola dan Mikael Arteta.</p>
<p><strong>Berjeda</strong><br />
Intensitas kerja keras, dari berpikir tentang konsep taktik, pembaruan-pembaruan, manajemen, hingga eksekusi dari tepi lapangan selama lebih dari 20 tahun sejak menukangi Mainz dan Borussia Dortmund di Bundesliga, diakui telah membuatnya lelah dan jenuh.</p>
<p>Klopp membutuhkan cuti sabatikal. Meninggalkan Anfield menjadi sebentuk pilihan jeda dari kehirukpikukan sepak bola, seperti yang juga pernah dilakukan Pep dari Barcelona pada 2012.</p>
<p>Selain spekulasi nama-nama yang bakal menggantikan, berkembang pula perkiraan skenario: ke klub mana dia berlabuh? Benarkah dia terpincut untuk membesut Real Mallorca di La Liga?</p>
<p>Tak mudah menghapus bayang-bayang Klopp dari Liverpool. Sudah delapan musim klub kota pelabuhan itu membangun <em>chemistry</em> dengan Klopp. Ideologi sepak bolanya menyatu dengan Mo Salah dkk, dan pasti bakal menjadi warisan sejarah dalam khazanah taktik sepak bola. Dia telah menjadi bagian dari elan &#8220;<em>You&#8217;ll Never Walk Alone</em>&#8220;&#8230;</p>
<p>Simaklah reaksi Pep Guardiola lewat narasi respek di balik persaingan keras mereka, &#8220;Saya bakal bisa lebih nyenyak tidur. Tetapi saya pasti akan merindukannya&#8230;&#8221;</p>
<p><strong>Tekanan</strong><br />
Semua memahami, sepak bola di liga-liga dunia telah menjadi industri olahraga dan hiburan dengan <em>pressure</em> tinggi bagi para pelakunya. Kerumitan taktik tak terhindarkan memancar dalam keribetan personal keseharian.</p>
<p>Bukan hanya tuntutan kepada pemain, pelatih juga bagai berjalan di atas titian rambut dibelah tujuh. Setiap saat bergoyang terembus angin, setiap saat harus siap terpeleset dalam mengarungi tujuan.</p>
<p>Mereka adalah orang-orang dengan psikologi daya tahan prima. Pun bagi pelatih dengan jiwa &#8220;metal&#8221; seperti Klopp, juga yang searogan Jose Mourinho, yang sediktator Alex Ferguson dan Louis van Gaal, atau yang terlihat setenang Carlo Ancelotti, Arsene Wenger dan Franz Beckenbauer (alm) pada masanya.</p>
<p>Dengan pertimbangan tertentu, kita mungkin termasuk yang tidak rela Juergen Klopp meninggalkan Liverpool, siapa pun penggantinya kelak. Apakah Unay Emery, Steven Gerrard, Xabi Alonso, Jose Mourinho, atau Roberto de Zerbi.</p>
<p>Para penikmat gaya bermain Liverpool &#8212; seperti saya &#8211;, dan fans The Reds pasti akan menyaksikan keanehan manakala di bangku cadangan pemain, pada musim depan, tak ada pria berwajah &#8220;metal&#8221; dengan jaket kasual dan topi khas, diliputi ketegangan sambil sesekali menunjukkan gestur ekspresif pada setiap momen yang terjadi di lapangan.</p>
<p>Bukankah sebongkah rindu pun bahkan telah terbayangkan dari sekarang?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong><em>;</em> <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/03/juergen-klopp-dalam-bayangan-sebongkah-rindu">Juergen Klopp dalam Bayangan Sebongkah Rindu&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catat Ini; &#8220;Deklarasi&#8221; Arsenal&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/12/catat-ini-deklarasi-arsenal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Aug 2023 10:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=359142</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // bersiaplah menikmati keseimbangan/ takkan selamanya panggung terdominasi/ ada saat cahaya berpihak/ ada saat pula cahaya terbagi&#8230;// (Sajak &#8220;Persaingan&#8221;, 2023) STATEMEN kiper Arsenal, Aaron Ramsdale sungguh memperlihatkan spirit peburuan yang ketat dan menantang. Kemenangan lewat adu penalti dalam laga Community Shield di Wembley, pekan lalu, dia sebut sebagai &#8220;pernyataan&#8221; bahwa Arsenal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/12/catat-ini-deklarasi-arsenal">Catat Ini; &#8220;Deklarasi&#8221; Arsenal&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-359146 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// bersiaplah menikmati keseimbangan/ takkan selamanya panggung terdominasi/ ada saat cahaya berpihak/ ada saat pula cahaya terbagi&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Persaingan&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>STATEMEN</strong> kiper Arsenal, Aaron Ramsdale sungguh memperlihatkan <em>spirit</em> peburuan yang ketat dan menantang.</p>
<p>Kemenangan lewat adu penalti dalam laga Community Shield di Wembley, pekan lalu, dia sebut sebagai &#8220;pernyataan&#8221; bahwa Arsenal sudah siap untuk bersaing dengan Manchester City.</p>
<p>Terkesan pula &#8220;deklarasi&#8221; itu sebagai ungkapan membangun konfidensi, untuk tidak menyebutnya intimidatif.</p>
<p>Kapten City, Kevin de Bruyne mengakui, suasana rivalitas musim ini bakal semakin sulit. Arsenal dia nilai menemukan tiga sosok pemain yang betul-betul dibutuhkan untuk memperkuat tim. Kai Havertz di posisi penyerang, Declan Rice sebagai gelandang, dan Julian Timber di sektor bek kiri.</p>
<p>Bayangkanlah betapa besar harapan fans The Gunners musim ini. Setelah dua musim yang penuh optimisme namun membentur kenyataan stabilitas City, Martin Odegaard dkk makin membekali diri dengan kesiapan bersaing. Perlahan-lahan, <em>coach</em> Mikel Arteta membawa penyegaran tidak hanya dalam performa teknis, tetapi juga mental.</p>
<p>Tentu takkan sesederhana itu memperkirakan perburuan trofi Liga Primer hanya menjadi domain City dan Arsenal, karena sejumlah klub lain juga serius berbenah untuk melakukan &#8220;penyodokan&#8221;.</p>
<p>Liverpool, apa yang dilakukan? The Reds mencoba memanaskan kembali &#8220;sepak bola heavy metal&#8221; Juergen Klopp setelah tampil tidak konsisten musim 2022-2023.</p>
<p>Ingat, pelatih Eric ten Hag juga penuh keyakinan menyampaikan, Manchester United mulai tampil di pramusim dengan standar yang dia inginkan, setelah melewati perekrutan pemain yang dibutuhkan. Apalagi andai nanti Syekh Jassim dari Qatar telah sah mengambil alih klub dari keluarga Glazer.</p>
<p>Newcastle United juga tidak main-main. Latar belakang dana besar Pangeran Mohamed bin Salman membuat Eddie Howe leluasa merancang tim. Begitu juga Brighton and Hove Albion yang memperlihatkan impresivitas di dua musim terakhir.</p>
<p>Tak kalah mengancam, Chelsea. Renovasi tim sedang dilakukan oleh Mauricio Pochettino, setelah musim yang jeblok dan meluruhkan standar The Blues. Apa yang akan terjadi dengan Chelsea musim ini, tentu masuk di tengah arena perseteruan Arsenal-City.</p>
<p><strong>Belum Tergoyahkan</strong><br />
Dominasi City dalam tiga musim terakhir terbukti belum tergoyahkan. Ancaman serius Arsenal yang memimpin klasemen di hampir dua pertiga musim kemarin bisa dihentikan, antara lain karena inkonsistensi Meriam London sendiri. The Citizens pun bisa menyalip. Tim Pep juga meredam ambisi Arsenal di Piala FA yang kemudian menjadi elemen meraih <em>treble</em>.</p>
<p>Community Shield memang bukan ajang utama. Pep Guardiola pun tak ambil pusing terhadap kekalahan di Wembley itu, karena dalam setidak-tidaknya empat tahun terakhir telah membuktikan fakta &#8220;tak tersentuh&#8221;.</p>
<p>Bahwa Mikel Arteta mulai mengantar tim asuhannya mengurai belenggu inferioritas dalam laga tradisi membuka musim adalah kenyataan pula.</p>
<p>Bukankah dari sisi mental, hasil ini akan meningkatkan tensi setiap pertemuan antara dua tim yang sama-sama diracik oleh dua genius muda itu?</p>
<p>Sama-sama kaya pemain kunci, variasi perubahan taktik, karakter bermain, dan tinggal bagaimana mengelola psikologi penaklukan.</p>
<p><strong>Kedalaman Skuad</strong><br />
Kedalaman skuad dan keseimbangan tim menjadi prioritas Arteta. Bergabungnya Declan Rice dan Kai Havertz jelas meleluasakannya dalam menyusun racikan konsisten. Dalam laga Community Shield, keduanya memberi &#8220;<em>declare</em>&#8221; bakal memberi ancaman kepada klub mana pun.</p>
<p>Arteta punya Kieran Tierney, Mohamed Elneny, Ben White, juga Takehiro Tomiyasu di barisan belakang. Lalu selain Rice ada Odegaard, Jorginho, Oleksandr Zinchenko, Gabriel Martinelli, dan Granit Xhaka.</p>
<p>Lini penyerang terasa mewah dengan kehadiran Kai Havertz yang <em>technicy</em>, melengkapi amunisi yang cukup dalam Bukayo Saka, Gabriel Jesus, Leandro Tossard, dan Eddie Nketiah.</p>
<p>Rasanya, bila faktor-faktor mental dan konsistensi bisa diatasi, Arsenal tak patut lagi inferior di hadapan superioritas The Citizens. Bahkan bisa mulai membangun superiotasnya sendiri&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/12/catat-ini-deklarasi-arsenal">Catat Ini; &#8220;Deklarasi&#8221; Arsenal&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mereka Berdiri di Tubir “Killing Field”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/23/mereka-berdiri-di-tubir-killing-field</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Mar 2023 03:16:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Alex Ferguson]]></category>
		<category><![CDATA[Antonio Conte]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mouringo]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Southampton]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tottennham Hotspur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=324314</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS MEREKA paham berdiri di tubir jurang. Mereka sadar berdiri di batas keselamatan dan keterpurukan. Mereka berdiri di panggung kejayaan atau keterbenaman. Hasil dan proses berada di aras yang berbeda&#8230; Bahkan nama besar pun bukan jaminan kesuksesan. Bahkan jam terbang pun bukan garansi pemaksimalan pengalaman. Nasibkah yang rupanya lebih berkuasa memilih “permainan”: [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/23/mereka-berdiri-di-tubir-killing-field">Mereka Berdiri di Tubir “Killing Field”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-324330 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />MEREKA</strong> paham berdiri di tubir jurang. Mereka sadar berdiri di batas keselamatan dan keterpurukan. Mereka berdiri di panggung kejayaan atau keterbenaman. Hasil dan proses berada di aras yang berbeda&#8230;</p>
<p>Bahkan nama besar pun bukan jaminan kesuksesan.</p>
<p>Bahkan jam terbang pun bukan garansi pemaksimalan pengalaman.</p>
<p>Nasibkah yang rupanya lebih berkuasa memilih “permainan”: kau akan meraih kebahagiaan, atau kau terjebak di “ladang pembantaian”?</p>
<p>Bagi para pelatih, kompetisi liga &#8212; di negara mana pun – serasa bagai “killing field” yang menderetkan antrean: siapa lagi yang berada di daftar giliran?</p>
<p>Dari fakta teranyar musim 2022-2023 ini, sembilan pelatih sudah menjadi “pesakitan” yang tervonis gagal di pentas Liga Primer, sejauh ini.</p>
<p>Manajemen sembilan klub memastikan: para arsitek itu sudah tak bisa diharapkan memperbaiki keadaan. Dengan kata lain, klub butuh penyegaran untuk bangkit dari gejala-gejala kebuntuan.</p>
<p>Pemecatan pun menjadi konsekuensi pilihan, yang para pelatih paham benar tentang keniscayaan itu. Seorang taktikus ibarat meniti buih, bagai menapak di titian serambut dibelah tujuh&#8230;</p>
<p>Risiko itu tak memilih-milih nama. Pelatih sekaliber Juergen Klopp berada di kemungkinan serupa, sama dengan yang pernah dialami Louis van Gaal, Jose Mourinho, juga Thomas Tuchel.</p>
<p>Sembilan nama ini tak luput dari realitas “liga killing field”: antara tuntutan dan hasil, antara harapan dan keterbantingan. Sebutlah mulai dari Scott Parker (Bournemouth), Thomas Tuchel (Chelsea), Bruno Lage (Wolverhampton), Stevan Gerard (Aston Villa), Ralph Hasenhuttl (Southampton), Frank Lampard (Everton), Jesse Marsch (Leeds United), Nathan Jones (Southampton), dan Patrick Vieira (Crystal Palace).</p>
<p>Pun, bukan tidak mungkin kini sedang menunggu palu sikap manajemen: Juergen Klopp (Liverpool), Antonio Conte (Tottenham Hotspur), dan Graham Potter (Chelsea). Conte bahkan “mempercepat proses” penglepasan setelah situasi emosional yang kurang terkontrol setelah bermain imbang 3-3 melawan Southampton, 18 Maret lalu. Manajer asal Italia itu marah-marah kepada pemain dan menyinggung soal mentalitas klub.</p>
<p><strong>“Chemistry”</strong><br />
Reputasi dan pengalaman seorang pelatih memang “berbicara”, namun ada faktor lain yang tak kalah penting: <em>chemistry</em>.</p>
<p>Dulu, siapa yang mengira Sir Alex Ferguson mampu mengangkat Manchester United ke level setinggi itu, dalam rentang sepanjang itu? Butuh waktu lama dari 1986 untuk menuai hasil mulai 1990, dan setelah itu tirai pencapaian pun terbuka.</p>
<p>Arsene Wenger juga punya “titik pertemuan hati” dengan Arsenal, berikutnya Mourinho dengan Chelsea, Pep Guardiola dengan Manchester City, dan Juergen Klopp dengan Liverpool.</p>
<p>“Rekatan kimiawi” bukan sesuatu yang mudah dikuantifikasi dengan pendekatan semata-mata keterukuran teknis, melainkan juga rekatan hati dan rasa, atau kondisi kehabitatan tentang “cocok” atau “tidak cocok”.</p>
<p>Maka kini kita menunggu proses dan hasil akhir: apakah Mikael Arteta memang figur yang tepat menggantikan Wenger? Apakah pula Eric ten Hag menjadi sosok yang tertakdirkan menghuni istana Fergie?</p>
<p>Bahwa pelatih sadar berada di batas tipis kesuksesan dan keterpurukan, itu adalah konsekuensi “hukum manajerial”. Mereka orang-orang tersaring yang paham tentang pilihan jalan dengan segala “hantu” risikonya.</p>
<p>Apakah profesionalisme tak mengenal hati dan rasa? Klopp, misalnya. Pelatih asal Jerman itu mampu mengangkat Liverpool ke level kejayaan pada 2019 setelah tiga dekade terempas dari percaturan elite, namun apakah sosok yang nyata-nyata telah membawa perubahan itu tergaransi dari keniscayaan pemecatan karena keterpurukan Jordan Henderson dkk pada musim ini?</p>
<p>Hati dan rasa, di alam profesional, boleh jadi dimaknai hanya dari parameter capaian. Acapkali, proses yang membentuk karakter &#8212; seperti <em>tiki-taka</em> atau <em>gegenpressing</em> &#8212; terabaikan ketika belum memberi trofi sebagai bukti.</p>
<p>Terkadang sesimpel itu kita mengartikulasikan profesionalisme. Berdiri dengan satu kaki di wilayah puja-puji, satu kaki lainnya di teritori pemecatan dan caci-maki; setiap saat bisa tercebur di ladang pembantaian yang seolah-olah tak kenal perasaan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/23/mereka-berdiri-di-tubir-killing-field">Mereka Berdiri di Tubir “Killing Field”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada yang Menantang, Ada yang Mendadak “Berhenti Galak”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/01/28/ada-yang-menantang-ada-yang-mendadak-berhenti-galak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2023 10:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Mikael Arteta]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=311169</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // menantang, adakah yang lebih mengasyikkan?/ bertahan, adakah yang lebih membosankan?/ antara adrenalin dan zona nyaman/ antara daya hidup dan kemapanan// (Sajak “Sang Penantang”, 2023) “KELUHAN” Pep Guardiola patut dicatat sebagai realitas, yang pelatih sekaliber itu pun bisa dibuat gelisah oleh dua suku kata ini: “zona nyaman”. Manchester City, yang dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/28/ada-yang-menantang-ada-yang-mendadak-berhenti-galak">Ada yang Menantang, Ada yang Mendadak “Berhenti Galak”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-311182 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// menantang, adakah yang lebih mengasyikkan?/ bertahan, adakah yang lebih membosankan?/ antara adrenalin dan zona nyaman/ antara daya hidup dan kemapanan//</em><br />
<strong>(Sajak “Sang Penantang”, 2023)</strong></p>
<p><strong>“KELUHAN”</strong> Pep Guardiola patut dicatat sebagai realitas, yang pelatih sekaliber itu pun bisa dibuat gelisah oleh dua suku kata ini: “zona nyaman”.</p>
<p>Manchester City, yang dalam lima tahun terakhir meraih empat trofi Liga Primer, sempat mendadak “berhenti galak” justru ketika musim 2022-2023 sedang panas-panasnya.</p>
<p>Dua momen menandai kondisi itu, yakni ketika dikalahkan Manchester United di Liga Primer dan dihempaskan Southampton di Piala Liga. Saat melawan Tottenham Hotspur, meskipun menang City juga sempat keteteran. Dan, baru dalam laga melawan Wolves, mereka kembali tampil garang.</p>
<p>Padahal, siapa yang tidak menjagokan The Citizens kembali berjaya musim ini?</p>
<p>Padahal, siapa yang tidak ngeri menyaksikan sepak terjang striker Erling Burt-Haaland? Dia bagai tak tertahan mengemas gol demi gol dalam setiap penampilan.</p>
<p>Padahal pula, siapa yang tidak takjub dengan keanggunan dan produktivitas sayap kanan asal Aljazair, Riyad Mahrez?</p>
<p>Padahal lagi, siapa yang tidak berdecak mengagumi kerancakan orkestrasi Pasukan Etihad di bawah konduktor Kevin de Bruyne, sang “seniman” Jack Grealish, dan “teknokrat muda” Phil Foden?</p>
<p><strong>Realitas Liverpool</strong><br />
Pertanyaan-pertanyaan yang “menggugat” dengan diksi “padahal” itu tak hanya teralamat ke Manchester Biru. Liverpool pun menghadapi realitas yang sama.</p>
<p>The Reds malah merasakan usikan kemapanan itu lebih dahulu ketimbang City. Kegarangan Jordan Henderson dkk tiba-tiba menguap di tengah musim. Kehadiran Darwin Nunez belum mampu mengganti kehilangan Sadio Mane yang melabuhkan diri di Bayern Muenchen. Sementara Mohamed Salah tampak sedikit di bawah performa tiga musim sebelumnya.</p>
<p>Zona nyamankah yang kali ini membelit Pasukan Anfield, sehingga mereka malah terperosok ke papan tengah klasemen?</p>
<p>Kini mereka berjarak 10 poin dari zona Liga Champions, situasi terburuk sejak Juergen Klopp berada di Anfield. Pelatih asal Jerman itu berargumen, dia sudah memprediksi tentang kondisi itu, sehingga tidak merasa terkejut. Klopp paham, mayoritas di dunia ini tertarik dalam hal-hal yang bersifat jangka pendek, dan dia punya fokus untuk jangka panjang.</p>
<p>Perjalanan City dan Liverpool mengetengahkan “suasana hati” yang berbeda dibandingkan dengan “spirit menantang” yang sedang berkobar di jiwa Arsenal dan Manchester United. Dalam pertemuan kedua tim pada 22 Januari lalu &#8212; yang dimenangi Meriam London 3-2 &#8211;, tampak benar Arsenal dan United bermain penuh determinasi.</p>
<p>Salah satu tantangan yang ingin selalu dihadirkan oleh para pelatih adalah semangat “challenger”. Jiwa “penantang” akan melecut para penggawa tim untuk berjuang, mendaki, mengejar, menaklukkan, dan membuktikan.</p>
<p><strong>Gairah dan Determinasi</strong><br />
“Spiritualitas” itu terasa sebagai dorongan dan determinasi, yang terekspresi dalam gairah bertanding. Hal ini berbanding terbalik dengan zona nyaman yang mempengaruhi sikap bertarung.</p>
<p>Arsenal, yang sejak 2004 belum pernah lagi meraih titel liga, sangat haus berburu. Kehadiran <em>coach</em> Mikael Arteta membawa perubahan gaya bermain yang dahulu lekat dengan irama rancak khas Arsene Wenger, juga kesegaran determinasi.</p>
<p>Memimpin klasemen meninggalkan City dan Liverpool, hingga sejauh ini The Gunners menggambarkan betul spirit <em>challenger</em> untuk mengusik zona nyaman dan kemapanan para rival.</p>
<p>Sama dengan Manchester United yang menyuarakan tantangan lewat penyegaran ala Erik ten Hag. Pasukan Old Trafford membawa sikap yang sama dengan Arsenal.</p>
<p>Tidak pernah meraih gelar liga sejak terakhir kali juara pada 2013, di bawah pelatih yang berganti-ganti setelah Alex Ferguson pensiun, membuat performa Setan Merah diliputi rasa dahaga yang menyulut semangat “pengejaran”.</p>
<p>Manchester Merah tak lagi berada di wilayah kemapanan seperti pada masa-masa puncak kejayaan Sir Alex, melainkan menjadi sang penantang yang sedang berjuang meraih lagi tradisi yang hilang..</p>
<p>Ya, Liga Primer musim ini memperlihatkan fenomena nyata dalam psikologi kompetisi. Antara tantangan dan kemapanan, antara pengejaran dan zona nyaman, antara jiwa yang <em>establish</em> dan pikiran yang gelisah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/28/ada-yang-menantang-ada-yang-mendadak-berhenti-galak">Ada yang Menantang, Ada yang Mendadak “Berhenti Galak”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengembalikan Mentalitas &#8220;Lapar-pol&#8221; Liverpool</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/10/22/mengembalikan-mentalitas-lapar-pol-liverpool</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2022 10:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[gegenpressing]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=286449</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // mengapa dia kosongkan rasa lapar/ tak pula memelihara dahaga/ menepikan libido kemenangan/ bukankah Anfield Gang tetap bara merah/ ayo tetaplah gagah/ bertarung seperti apa adanya// (Sajak &#8220;Liverpool dan Rasa Lapar&#8221;, 2022) RASANYA, luap emosi ikut terhentak ketika tendangan datar Mohamed Salah merobek gawang Ederson Moraes. Momen penentu pada pengujung laga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/22/mengembalikan-mentalitas-lapar-pol-liverpool">Mengembalikan Mentalitas &#8220;Lapar-pol&#8221; Liverpool</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-286465 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// mengapa dia kosongkan rasa lapar/ tak pula memelihara dahaga/ menepikan libido kemenangan/ bukankah Anfield Gang tetap bara merah/ ayo tetaplah gagah/ bertarung seperti apa adanya//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Liverpool dan Rasa Lapar&#8221;, 2022)</strong></p>
<p><strong>RASANYA</strong>, luap emosi ikut terhentak ketika tendangan datar Mohamed Salah merobek gawang Ederson Moraes.</p>
<p>Momen penentu pada pengujung laga Liverpool vs Manchester City di Stadion Anfield, awal pekan ini seakan-akan menegaskan &#8220;kehadiran kembali&#8221; The Reds yang sesungguhnya. Liverpool yang &#8220;lapar-pol&#8221;.</p>
<p>Gurat ekspresional dan gestur sang taktisi, Juergen Klopp pun saya dapatkan kembali. Bandingkanlah dengan wajah muramnya saat Liverpool dikalahkan Arsenal 2-3 pada salah satu segmen liga, yang mengilustrasikan kegalauan serius performa Anfield Gang.</p>
<p>Gambaran di ruang rasa itu tak sulit dimengerti. Ya, itulah cermin wajah resah Liverpool, pun kegelisahan Klopp terhadap kondisi pasukannya pada awal musim 2022-2023 ini.</p>
<p>Akankah momen kemenangan atas rival terberat, Manchester City kemarin mengubah kepercayaan diri Liverpool yang sempat compang-camping?</p>
<p>Dapat pula dimaknai, ini bentuk kemenangan <em>mind game</em> Klopp atas Pep Guardiola. Beberapa hari menjelang super <em>big match</em> itu, Klopp memuji-muji City dan Pep sebagai entitas terbaik dunia. Bahkan dia &#8220;meminta&#8221; agar Pep tidak mengarsiteki The Citizens selama empat musim untuk mengembalikan kenormalan Liga Primer.</p>
<p>&#8220;Psiko-diplomasi&#8221; itu rupanya efektif menjadi titik balik. Duel terbaik dengan tensi tinggi itu dimenangi Klopp lewat gol striker yang juga sedang bangkit: Mohamed Salah.</p>
<p><strong>Tak Baik-baik Saja</strong><br />
Liverpool menemukan kembali kedahsyatan <em>gegenpressing</em> yang pada awal musim ini seolah-olah &#8220;mejan&#8221; dan mengalami tren penurunan.</p>
<p>Performa The Reds cenderung anjlok di tengah kemonceran Arsenal dan Manchester City. Pun, sebagai tim yang mendominasi klasemen elite sejak 2018, Jordan Henderson dkk jelas sedang dalam kondisi yang &#8220;tidak baik-baik saja&#8221;.</p>
<p>Daya ofensif dalam filosofi<em> gegenpressing</em> serasa meluntur. Tak terlihat sikap bermain yang penuh &#8220;rasa lapar&#8221;. Liverpool kehilangan aura &#8220;lapar-pol&#8221;.</p>
<p>Liverpool menunggu 30 tahun untuk kembali berjaya di Liga Primer pada 2019-2020. Dari rentang lama itu, terasa betapa pendek ketika The Anfield Gang kembali ke pusaran tren menurun saat ini. Tiba-tiba, anak-anak Juergen Klopp kembali masuk ke lingkaran permainan yang biasa-biasa saja, &#8220;kehilangan sentuhan keliverpoolannya&#8221;.</p>
<p>Pekan lalu, urutan ke-10 dalam klasemen sementara jelas bukan &#8220;maqam&#8221;-nya. Kemelejitan Arsenal di bawah Mikael Arteta dan stabilitas Manchester City adalah realitas yang sangat menggoyang Pasukan Anfield.</p>
<p>Curhat Klopp tentang kemewahan yang dinikmati Pep Giardiola di Manchester City pun, terasa sebagai guratan sejuta rasa. Pelatih asal Jerman itu &#8220;cemburu&#8221;, rival utamanya mendapat anggaran besar dari manajemen The Citizens untuk membeli pemain mana pun yang dimaui. Bagi Klopp, Pep sebagai pelatih terbaik telah membawa City menjadi tim paling top dunia saat ini.</p>
<p><strong>Siklus Hidup</strong><br />
Kondisi compang-camping, yang tampak menguapkan konfidensi Liverpool, sejatinya menandai kenyataan tentang tesis &#8211; antitesis &#8211; sintesis dalam dunia konsep dan pemikiran, termasuk sepak bola.</p>
<p>Apakah <em>gegenpressing</em> yang sedemikian menakutkan sejak 2018 hingga 2021, mulai terdekonstruksi di hadapan para pelatih pemikir Liga Primer?</p>
<p>Atau ini gambaran siklus manajemen yang lazim berlaku, tentang Cakramanggilingan, <em>sunnatullah</em> roda kehidupan: ada kalanya di atas, ada kalanya pula di pusaran bawah perguliran roda?</p>
<p>Bahkan muncul pula analisis, Klopp menghadapi mitos kutukan performa setelah tujuh musim menangani sebuah klub, di mana pun dia melatih. Hanya, argumentasi manajemen bisa mematahkan mitos ini, yang terkadang menjadi sesuatu yang menyekap psikologi para pemikir klub.</p>
<p>Titik kemejanan dari sektor belakang hingga depan, Virgil van Dijk, Tren Alexander-Arnold, dan Mohamed Salah menjadi bagian dari elemen kekacauan dekonstruktif Liverpool. Sementara itu, Darwin Nunez dan Luis Diaz belum menutup celah pasca-Sadio Mane hijrah ke Bayern Muenchen. Lalu muncullah tren turun performa The Reds.</p>
<p>Ketika pilar-pilar kunci pun mengalami kekeruhan performa, artinya sedang terjadi pusaran kekacauan dalam keseluruhan determinasi tampilan Liverpool; yang bisa terkait teknis, fisik, dan psikologis. Terasa pula anak-anak Merseyside kehilangan &#8220;kegembiraan bermain&#8221;.</p>
<p>Kita tinggal menanti, apa yang akan terjadi di sisa kompetisi ini. Apakah faktor-faktor internal Liverpool makin mendominasi kekeruhan performa ini, atau faktor eksternal yang lebih kuat memberi tekanan. Atau semua sisi telah mereduksi rasa lapar dan &#8220;kemerahan&#8221; Liverpool?</p>
<p>Kemenangan atas City itukah momen pemulihan konfidensi, termasuk kembalinya performa Mo Salah sebagai salah satu elemen terpenting?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/22/mengembalikan-mentalitas-lapar-pol-liverpool">Mengembalikan Mentalitas &#8220;Lapar-pol&#8221; Liverpool</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>