<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hiv Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/hiv/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Oct 2024 05:37:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>hiv Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Penularan HIV yang Paling Sering Terjadi, Waspadai!</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/03/cara-penularan-hiv-yang-paling-sering-terjadi-waspadai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Oct 2024 05:37:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Cara penularan]]></category>
		<category><![CDATA[hiv]]></category>
		<category><![CDATA[Menurunkan sistem imunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Paling sering terjadi]]></category>
		<category><![CDATA[Penularan]]></category>
		<category><![CDATA[PMS]]></category>
		<category><![CDATA[Waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=439291</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SURABARU.ID) &#8211; Salah satu bentuk Penyakit Menular Seksual (PMS) yang bisa menurunkan sistem imunitas adalah HIV. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja. Semestinya, sistem imunitas tubuh berperan untuk memerangi penyakit atau kuman yang masuk dan menginfeksi tubuh. Namun, pada pengidap penyakit HIV, sistem imunitas justru menjadi begitu lemah, sehingga tidak mampu memerangi virus [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/03/cara-penularan-hiv-yang-paling-sering-terjadi-waspadai">Cara Penularan HIV yang Paling Sering Terjadi, Waspadai!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SURABARU.ID)</strong> &#8211; Salah satu bentuk Penyakit Menular Seksual (PMS) yang bisa menurunkan sistem imunitas adalah HIV. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja.</p>
<p>Semestinya, sistem imunitas tubuh berperan untuk memerangi penyakit atau kuman yang masuk dan menginfeksi tubuh. Namun, pada pengidap penyakit HIV, sistem imunitas justru menjadi begitu lemah, sehingga tidak mampu memerangi virus yang masuk dan menyerang tubuh.</p>
<p>Melansir dari Halodoc, hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit HIV, artinya kamu harus waspada terhadap penularan virus HIV. Berikut ini cara penularan HIV, yang paling sering terjadi.</p>
<p>HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem imun seseorang, sehingga tubuh tidak memiliki daya dalam melawan suatu penyakit atau infeksi. Penyakit yang satu ini bisa berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), terutama jika infeksi HIV sudah sampai di tahap akhir.</p>
<p>Diketahui, penyakit HIV tidak menular melalui keringat, ciuman, gigitan nyamuk, atau sentuhan. Berikut ini beberapa cara penularan HIV yang perlu kamu waspadai, yaitu:</p>
<p>1. Hubungan intim tanpa menggunakan kondom<br />
Virus HIV bisa masuk ke dalam tubuh melalui cairan vagina, air mani, atau cairan pra ejakulasi, lewat luka terbuka yang terdapat pada organ intim. Melakukan hubungan seksual tanpa memakai kondom bisa meningkatkan risiko perpindahan virus tersebut, hingga tubuh lebih rentan terinfeksi.</p>
<p>Sangat penting untuk menggunakan kondom ketika melakukan hubungan intim, terutama jika kamu kerap berganti pasangan. Pemakaian kondom cukup efektif untuk mencegah penularan virus dengan menghalangi masuknya cairan vagina maupun air mani ke tubuh pasangan.</p>
<p>2. Menggunakan jarum suntik bergantian<br />
Cara penularan HIV selanjutnya adalah menggunakan jarum suntik secara bergantian. Sisa darah pada jarum suntik bisa masuk dan menginfeksi tubuh seseorang yang sehat.</p>
<p>Kondisi ini kerap terjadi pada seseorang yang positif mengidap AIDS. Namun tak hanya AIDS, pemakaian jarum suntik bergantian juga bisa meningkatkan risiko penularan masalah kesehatan serius lainnya, termasuk hepatitis B dan C. Pastikan kamu menggunakan jarum suntik yang masih baru dan bersegel, serta steril.</p>
<p>3. Cara penularan HIV melalui transfusi darah<br />
Beberapa kasus menunjukkan bahwa virus HIV bisa menular dari transfusi darah. Cara ini sebenarnya kurang umum, karena selalu ada pengujian dan seleksi ketat dari petugas kesehatan kepada calon pendonor sebelum melakukan transfusi.</p>
<p>Risiko penularan virus HIV melalui cara ini, kecil kemungkinan terjadi pada negara yang memiliki rumah sakit dengan adopsi teknologi kesehatan terkini.</p>
<p>4. Melalui ibu kepada bayinya<br />
Ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS memiliki risiko yang sangat tinggi untuk menularkan virus penyakit tersebut kepada janin dari plasenta. Cara penularan HIV ini juga bisa terjadi selama proses persalinan. Inilah sebabnya, ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan darah.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/03/cara-penularan-hiv-yang-paling-sering-terjadi-waspadai">Cara Penularan HIV yang Paling Sering Terjadi, Waspadai!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan dengan HIV Sering Jadi Korban Diskriminasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/25/perempuan-dengan-hiv-sering-jadi-korban-diskriminasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2024 10:37:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Diskriminasi]]></category>
		<category><![CDATA[hiv]]></category>
		<category><![CDATA[Human Imuunodeficiency Virus]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI)]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesetaraan Gender]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Radio USM Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang (USM)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=432795</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Diskriminasi masih menjadi masalah besar, dan terus ada dalam lingkungan masyarakat. Salah satu yang turut menjadi korban diskriminasi adalah perempuan dengan HIV (Human Imuunodeficiency Virus). Hal itu seperti yang diungkapkan Pengurus Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Jawa Tengah, Nurul Safa&#8217;atun, dalam Talkshow Kudengar (Kuliah Keadilan dan Kesetaraan Gender), di Studio Radio USM Jaya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/25/perempuan-dengan-hiv-sering-jadi-korban-diskriminasi">Perempuan dengan HIV Sering Jadi Korban Diskriminasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Diskriminasi masih menjadi masalah besar, dan terus ada dalam lingkungan masyarakat. Salah satu yang turut menjadi korban diskriminasi adalah perempuan dengan HIV (Human Imuunodeficiency Virus).</p>
<p>Hal itu seperti yang diungkapkan Pengurus Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Jawa Tengah, Nurul Safa&#8217;atun, dalam Talkshow Kudengar (Kuliah Keadilan dan Kesetaraan Gender), di Studio Radio USM Jaya, di Gedung N Universitas Semarang (USM), belum lama ini.</p>
<p>Kegiatan yang dipandu penyiar Radio USM Jaya FM, Putri Sabila itu, juga menghadirkan narasumber Vocal Point Kota Semarang IPPI Jateng, Lutfi Nurul Hidayah. Adapun tema yang diambil, &#8216;Perempuan HIV dalam Lingkaran Kekerasan Berbasis Gender&#8217;. Kegiatan ini digelar atas kerja sama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) USM.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/08/25/upz-masjid-alqodar-sendangmulyo-raih-baznas-award-2024">UPZ Masjid Alqodar Sendangmulyo Raih Baznas Award 2024</a></strong></p>
<p>Nurul mengungkapkan, perempuan yang telah divonis status HIV, seakan tidak memiliki daya tawar, serta banyak mendapatkan diskriminasi di lingkungan masyarakat. Diungkapkan dia, ketika ada perempuan HIV, dan ketika ada seorang laki-laki yang dekat, itu sudah dianggap beruntung.</p>
<p>&#8221;Di sini kita tidak ada kesetaraannya, jadi kita hanya pasrah, mau diperlakukan seperti apa oleh pasangan, manut-manut saja. Jadi kalau kita melihat kesetaraan gender dengan kaitannya perempuan HIV sangat erat. Karena diluar sana masih banyak perempuan HIV, dan mereka hanya bisa menerima dan pasrah,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia menambahkan, kondisi itu dapat membuat perempuan dengan HIV, lebih rentan mendapat kekerasan berbasis gender. Padahal seharusnya, perempuan khususnya dengan HIV, berhak mendapatkan hak-haknya, serta layak mendapatkan kesetaraan gender.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/08/25/tim-bulu-tangkis-pwi-jateng-juara-umum-di-porwanas-2024">Tim Bulu Tangkis PWI Jateng Juara Umum di Porwanas 2024</a></strong></p>
<p>&#8221;Kuncinya adalah dengan pasangan, sering-seringlah berkomunikasi walaupun statusnya kita mungkin HIV. Jadi kita bernegosiasi, bahwa hak-hak kita itu harus juga dipenuhi, bukan hanya untuk diberikan kasih sayang saja, tapi suami juga harus memahami konteks, bahwa urusan rumah itu tidak hanya urusan istri, melainkan berdua,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selain itu, lanjutnya, perempuan dengan HIV dipandang memiliki citra yang jelek oleh masyarakat. Dimana ketika terdapat perempuan HIV, maka anaknya pasti terkena HIV, yang sebetulnya hal itu tidak sepenuhnya benar.</p>
<p>&#8221;Orang yang terkena HIV, tidak bisa sembuh tapi bisa sehat, asalkan jangan berhenti mengonsumsi obat Anti Retroviral (ARV). Jangan sampai putus pengobatan. Kalau sampai putus, akan naik jumlah virusnya,&#8221; ungkap Nurul.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/08/25/jamrud-puaskan-puluhan-ribu-penggemar-di-alun-alun-kebumen">Jamrud Puaskan Puluhan Ribu Penggemar di Alun-alun Kebumen</a></strong></p>
<p>Dia berharap, masyarakat tidak meninggalkan orang-orang dengan HIV, namun harus diperlakukan lebih baik, dengan cara merangkul dan menguatkan mereka.</p>
<p>&#8221;Perempuan dengan HIV tidak butuh gelar, karena dia sudah dapat gelar seumur hidup. Itu juga stigma dan diskriminasi buat kita, yaitu ODHA atau Orang Dengan HIV/AIDS. Kami berharap, ketika menemukan tetangga maupun kolega yang mendapatkan status HIV, jangan ditinggal. Paling tidak, jangan tanyakan bagaimana kejadiannya, tapi bagaimana nanti dirangkul,&#8221; harapnya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Lutfi Nurul Hidayah. Menurutnya, penularan HIV hanya bisa melalui cairan bertemu cairan. &#8221;Jadi kalau kita salaman, pelukan, atau makan di satu piring yang sama, itu tidak akan menular. Biasanya lewat cairan darah, dari ibu ke anak melalui menyusui, tapi bukan air susunya yang membuat penularan, melainkan proses menyusuinya,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/08/25/gus-mahfudz-rijalul-ansor-harus-teladani-sikap-kenegarawanan-tokoh-nu">Gus Mahfudz : Rijalul Ansor Harus Teladani Sikap Kenegarawanan Tokoh NU</a></strong></p>
<p>Dia mengatakan, bentuk diskriminasi lain akibat dari stigma yang berkembang di lingkungan masyarakat, salah satunya seorang yang menjadi pekerja seks dan terkena HIV yang mendapatkan kombo diskriminasi, bahkan hingga dikeluarkan dari tempat kos.</p>
<p>Adapun beberapa perempuan HIV yang memiliki pasangan untuk melarang meminum obat ARV, dengan anggapan bahwa istrinya sehat. Menurut Lutfi, hal itu melanggar hak istri. Dia menilai, perbedaan orang yang terkena HIV dengan orang biasa, hanya dari status medisnya.</p>
<p>Menurutnya, keluarga memiliki peran yang besar sebagai pendukung, agar para orang khususnya perempuan dengan HIV, tidak merasa sendirian. &#8221;Jangan takut menyuarakan, karena kalau bukan kita siapa lagi,&#8221; tukas Lutfi.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/25/perempuan-dengan-hiv-sering-jadi-korban-diskriminasi">Perempuan dengan HIV Sering Jadi Korban Diskriminasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penderita HIV Rawan Tertular Tuberkolusis</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/07/penderita-hiv-rawan-tertular-tuberkolusis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2022 23:21:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[hiv]]></category>
		<category><![CDATA[menular]]></category>
		<category><![CDATA[tb]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=298494</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Bagi penderita HIV/AIDS akan rawan tertular penyakit Tuberkolusis (TB). &#8220;TB dan HIV sulit dipisahkan, karena penderita HIV rawan tertular TB. Untuk itu penderita HIV kita terus lakukan skrining TB, supaya maksimal dalam pengobatanya,&#8221; kata Kabid UKMP Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr Slamet Riyadi saat seminar tentang penatalaksanaan kasus TB dan HIV di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/07/penderita-hiv-rawan-tertular-tuberkolusis">Penderita HIV Rawan Tertular Tuberkolusis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Bagi penderita HIV/AIDS akan rawan tertular penyakit Tuberkolusis (TB). &#8220;TB dan HIV sulit dipisahkan, karena penderita HIV rawan tertular TB. Untuk itu penderita HIV kita terus lakukan skrining TB, supaya maksimal dalam pengobatanya,&#8221; kata Kabid UKMP Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr Slamet Riyadi saat seminar tentang penatalaksanaan kasus TB dan HIV di Pendapa Kompleks Balai Kota Tegal.</p>
<p>Untuk menurunkan angka kematian yang disebabkan karena HIV/AIDS dan penularan akibat Tuberkolusis, Dinas Kesehatan Kota Tegal bersama dengan Koalisi Organisasi Profesi Indonesia (KOPI) penanggulangan TBC mengadakan seminar tentang penatalaksanaan kasus TB dan HIV</p>
<p>dr Slamet mengungkapkan dengan adanya skrining tersebut dapat dilihat, bahwa penderita HIV tersebut terkena TB atau tidak. Kota Tegal pernah mendapatkan penghargaan terbaik dalam penemuan penderita TBC. Dan itu diperoleh saat semua sibuk mengurusi Pandemi Covid 19. &#8220;Namun kita tetap terus melakukan penelusuran TB, dan itu pun akan terus kita lakukan bersamaan dengan penelusuran HIV/AIDS,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dia juga menjelaskan di Kota Tegal ada 105 kasus yang ditemukan, tetapi campuran antara warga Kota Tegal ada 31 penderita HIV AIS sisanya daerah lain. Dengan tiga meninggal dunia akibat HIV AIDS.</p>
<p>Untuk menurunkan angka kematian akibat HIV AIDS perlu dilakukan seminar dan soaialisasi. Kemudian melakukan skrining dan pemeriksaan untuk menemukan penderita HIV AIDS. &#8220;Supaya dapat melihat risiko penularan atau tidak dan kita berharap hal itu dapat dicegah,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/07/penderita-hiv-rawan-tertular-tuberkolusis">Penderita HIV Rawan Tertular Tuberkolusis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kematian akibat HIV/AIDS di Kota Tegal Menurun</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/12/01/kematian-akibat-hiv-aids-di-kota-tegal-menurun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2021 13:50:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Aids]]></category>
		<category><![CDATA[hiv]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=214808</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Dinas Kesehatan Kota Tegal, Jawa Tengah mencatat dimulai Tahun 2008 sampai Oktober 2021 di fasilitas pelayanan kesehatan telah menemukan sebanyak 1.094 kasus HIV/AIDs yang terdiri dari 701 Laki laki dan 393 perempuan. &#8220;Dari 1.094 kasus, 399 di antaranya penduduk yang berdomisili di Kota Tegal dengan rincian 264 HIV (Human Immunodeficiency Virus), 135 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/01/kematian-akibat-hiv-aids-di-kota-tegal-menurun">Kematian akibat HIV/AIDS di Kota Tegal Menurun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Dinas Kesehatan Kota Tegal, Jawa Tengah mencatat dimulai Tahun 2008 sampai Oktober 2021 di fasilitas pelayanan kesehatan telah menemukan sebanyak 1.094 kasus HIV/AIDs yang terdiri dari 701 Laki laki dan 393 perempuan.</p>
<p>&#8220;Dari 1.094 kasus, 399 di antaranya penduduk yang berdomisili di Kota Tegal dengan rincian 264 HIV (Human Immunodeficiency Virus), 135 AIDS dan 61 orang di antaranya sudah meninggal,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr Sri Primawati Indraswari Rabu (1/12/2021).</p>
<p>Sri Prima mengatakan, sebagai upaya meningkatkan temuan kasus, inovasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Tegal dengan melakukan notifikasi pasangan, pencarian kasus aktif melalui VCT Mobille ke hotspot termasuk Lembaga Pemasyarakatan.</p>
<p>Dengan temuan kasus sedini mungkin Sri Primawati berharap sesegera mungkin mendapatkan akses pengobatan ARV, sehingga kasus HIV menjadi AIDS dapat ditekan. &#8220;Seiring dengan bertambahnya fasilitas kesehatan dengan layanan Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) kasus kematian akibat HIV/AIDS di Kota Tegal dari tahun ke tahun mengalami penurunan,&#8221; ujar Sri Prima.</p>
<p>Upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS bertujuan untuk mewujudkan target Three Zero pada 2030, yaitu tidak ada lagi penularan infeksi baru HIV, tidak ada lagi kematian akibat AIDS dan tidak ada lagi stigma serta diskriminasi pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).</p>
<p>Upaya yang terus dilakukan pemerintah pada 2017 telah dicanangkan strategi Fast Track 90-90-90 yang meliputi percepatan pencapaian 90 persen orang mengetahui status HIV melalui tes atau deteksi dini, 90 persen dari ODHA yang mengetahui status HIV memulai terapi ARV dan 90 persen ODHA dalam terapi ARV berhasil menekan jumlah virusnya sehingga mengurangi kemungkinan penularan HIV serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi ODHA.</p>
<p>&#8220;Sehingga ODHA optimis, tetap bisa berkarya dan bekerja di era pandemi,&#8221; ungkap Sri Primawati.</p>
<p>Pada kesempatan Hari AIDS se dunia, Sri Primawati mengatakan, Hari AIDS Sedunia pertama kali diperingati pada 1 Desember 1988. Setiap tahun diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang infeksi HIV sebagai penyakit yang menyerang tubuh manusia dalam waktu lama.</p>
<p>Hari AIDS Sedunia tahun 2021 mengusung tema &#8216;Akhiri AIDS, Cegah HIV, Akses Untuk Semua&#8217;. &#8220;Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2021 di Indonesia khususnya di Kota Tegal dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS serta Infeksi Menular Seksual (IMS) melalui penggerakkan sumber daya yang melibatkan semua sektor terkait.</p>
<p><strong>Nino Moebi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/01/kematian-akibat-hiv-aids-di-kota-tegal-menurun">Kematian akibat HIV/AIDS di Kota Tegal Menurun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenali Gejala Hingga Cara Pencegahan AIDS</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/12/01/kenali-gejala-hingga-cara-pencegahan-aids</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2021 06:02:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Aids]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Pencegahaan AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Gejal AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[hiv]]></category>
		<category><![CDATA[who]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=214669</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID)- Human immunodeficiency virus (HIV) menargetkan sistem kekebalan dan melemahkan pertahanan orang terhadap banyak infeksi dan beberapa jenis kanker yang dapat dilawan oleh orang dengan sistem kekebalan yang sehat. Saat virus menghancurkan dan merusak fungsi sel kekebalan, individu yang terinfeksi secara bertahap menjadi kekurangan kekebalan. Fungsi kekebalan biasanya diukur dengan jumlah CD4. Tahap paling [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/01/kenali-gejala-hingga-cara-pencegahan-aids">Kenali Gejala Hingga Cara Pencegahan AIDS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID)-</strong> Human immunodeficiency virus (HIV) menargetkan sistem kekebalan dan melemahkan pertahanan orang terhadap banyak infeksi dan beberapa jenis kanker yang dapat dilawan oleh orang dengan sistem kekebalan yang sehat.</p>
<p>Saat virus menghancurkan dan merusak fungsi sel kekebalan, individu yang terinfeksi secara bertahap menjadi kekurangan kekebalan. Fungsi kekebalan biasanya diukur dengan jumlah CD4.</p>
<p>Tahap paling lanjut dari infeksi HIV adalah Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), yang dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang jika tidak diobati, tergantung pada individunya, Rabu (1/12/2021).</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/12/01/fitur-baru-joox-rooms-hadirkan-musim-kedua-idol-station/">Fitur Baru Joox Rooms Hadirkan Musim Kedua “Idol Station”</a></strong></p>
<p>Organisasi kesehatan dunia WHO mendefinisikan AIDS dengan perkembangan kanker tertentu, infeksi atau manifestasi klinis jangka panjang yang parah.</p>
<p>Berikut ini adalah tanda, penularan, faktor risiko, diagnosa hingga pencegahan HIV dilansir dari laman resmi WHO.</p>
<p><strong>Tanda dan gejala</strong></p>
<p>Gejala HIV bervariasi tergantung pada stadium infeksi. Meskipun orang yang hidup dengan HIV cenderung paling menular dalam beberapa bulan pertama setelah terinfeksi, banyak yang tidak menyadari status mereka sampai tahap selanjutnya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/11/30/kesan-jung-hae-in-dan-jisoo-blackpink-dalam-pembacaan-naskah-pertama-snowdrop/">Kesan Jung Hae In dan Jisoo Blackpink Dalam Pembacaan Naskah Pertama “Snowdrop”</a></strong></p>
<p>Dalam beberapa minggu pertama setelah infeksi awal orang mungkin tidak mengalami gejala atau penyakit seperti influenza termasuk demam, sakit kepala, ruam atau sakit tenggorokan.</p>
<p>Ketika infeksi semakin melemahkan sistem kekebalan, virus ini dapat mengembangkan tanda dan gejala lain, seperti pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, demam, diare dan batuk.</p>
<p>Tanpa pengobatan, pasien dengan HIV juga dapat mengalami penyakit parah seperti tuberkulosis (TB), meningitis kriptokokus, infeksi bakteri parah, dan kanker seperti limfoma dan sarkoma Kaposi.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/11/30/who-vaksinasi-masih-penting-untuk-lawan-varian-baru-omicron/">WHO: Vaksinasi Masih Penting untuk Lawan Varian Baru Omicron</a></strong></p>
<p><strong>Penularan</strong></p>
<p>HIV dapat ditularkan melalui pertukaran berbagai cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, seperti darah, ASI, air mani dan cairan vagina. HIV juga dapat ditularkan dari ibu ke anaknya selama kehamilan dan persalinan. Individu tidak dapat terinfeksi melalui kontak biasa sehari-hari seperti berciuman, berpelukan, berjabat tangan, atau berbagi benda pribadi, makanan atau air.</p>
<p>Penting untuk dicatat bahwa orang dengan HIV yang menjalani antiretroviral therapy (ART) dan obat penekan virus, tidak menularkan HIV ke pasangan seksual mereka.</p>
<p>Oleh karena itu, akses dini ke ART dan dukungan untuk tetap menggunakan pengobatan sangat penting tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan orang dengan HIV tetapi juga untuk mencegah penularan HIV.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/11/29/ganjar-terpingkal-pingkal-nonton-film-yowis-ben-3/">Ganjar Terpingkal-pingkal Nonton Film ‘Yowis Ben 3’</a></strong></p>
<p><strong>Faktor risiko</strong></p>
<p>Terdapat sejumlah perilaku dan kondisi yang menempatkan individu pada risiko yang lebih besar tertular HIV meliputi; melakukan hubungan seks anal atau vagina tanpa kondom. Kemudian memiliki infeksi menular seksual (IMS) lain seperti sifilis, herpes, klamidia, gonore dan vaginosis bakteri.</p>
<p>Risiko tinggi lain juga terjadi saat seseorang berbagi jarum suntik yang terkontaminasi, alat suntik dan peralatan suntik lainnya serta larutan obat saat menyuntikkan obat, termasuk menerima suntikan yang tidak aman untuk tubuh.</p>
<p>Selain itu transfusi darah dan transplantasi jaringan, dan prosedur medis yang melibatkan pemotongan atau penindikan yang tidak steril juga memiliki risiko tinggi terpapar HIV.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/11/29/sepuluh-daftar-film-yang-cocok-menemani-libur-nataru/">Sepuluh Daftar Film Yang Cocok Menemani Libur Nataru</a></strong></p>
<p>Petugas kesehatan yang tidak sengaja mengalami cedera tertusuk jarum suntik masuk dalam golongan pihak yang memiliki risiko tinggi.</p>
<p><strong>Diagnosa</strong></p>
<p>HIV dapat didiagnosis melalui tes diagnostik cepat di fasilitas kesehatan atau rumah sakit dan sebagian besar tes memberikan hasil pada hari yang sama. Ini sangat memudahkan diagnosis dini dan hubungan antara pengobatan dan perawatan.</p>
<p>Individu juga dapat menggunakan tes mandiri HIV untuk menguji diri mereka sendiri. Namun, tidak ada tes tunggal yang dapat memberikan diagnosis HIV secara lengkap; pengujian konfirmasi diperlukan, dilakukan oleh pekerja kesehatan atau komunitas yang berkualifikasi dan lokasi di pusat komunitas atau klinik.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/11/28/ini-film-vertikal-pertama-dengan-local-beauty-brand/">Ini Film Vertikal Pertama dengan Local Beauty Brand</a></strong></p>
<p>Infeksi HIV dapat dideteksi dengan sangat akurat menggunakan tes prakualifikasi WHO dalam strategi pengujian yang disetujui secara nasional.</p>
<p>Tes diagnostik HIV yang paling banyak digunakan untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh orang tersebut sebagai bagian dari respon imun mereka untuk melawan HIV. Dalam kebanyakan kasus, orang mengembangkan antibodi terhadap HIV dalam 28 hari setelah infeksi.</p>
<p>Selama waktu ini, orang mengalami apa yang disebut periode jendela – ketika antibodi HIV belum diproduksi dalam tingkat yang cukup tinggi untuk dideteksi oleh tes standar dan ketika mereka mungkin tidak memiliki tanda-tanda infeksi HIV, tetapi juga ketika mereka dapat menularkan HIV.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/11/26/film-musical-animasi-disney-encanto-jadi-film-teratas-box-office-tranksgiving/">Film Musical Animasi Disney “Encanto” Jadi Film Teratas Box Office Thanksgiving</a></strong></p>
<p>Setelah infeksi, seseorang dapat menularkan penularan HIV ke pasangan seksual atau pengguna narkoba atau wanita hamil kepada bayinya selama kehamilan atau masa menyusui.</p>
<p>Setelah diagnosis positif, orang harus diuji ulang sebelum mereka terdaftar dalam pengobatan dan perawatan untuk kemungkinan kesalahan pengujian atau pelaporan. Khususnya, begitu seseorang didiagnosis dengan HIV dan telah memulai pengobatan, mereka tidak bisa dites ulang.</p>
<p>Sementara tes untuk remaja dan orang dewasa telah dibuat sederhana dan efisien, hal ini tidak berlaku untuk bayi yang lahir dari ibu HIV-positif.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/11/26/empat-rekomendasi-film-dan-serial-laga-pertarungan/">Empat Rekomendasi Film dan Serial Laga Pertarungan</a></strong></p>
<p>Untuk anak-anak di bawah usia 18 bulan, tes serologis tidak cukup untuk mengidentifikasi infeksi HIV tes virologis harus dilakukan sejak lahir atau pada usia 6 minggu.</p>
<p>Teknologi baru tersedia untuk melakukan tes ini di titik perawatan dan mendukung hasil pada hari yang sama, yang akan menentukan hubungan yang tepat dengan perawatan dan perawatan.</p>
<p><strong>Pencegahan</strong></p>
<p>Individu dapat mengurangi risiko infeksi HIV dengan membatasi paparan faktor risiko. Pendekatan kunci untuk pencegahan HIV, yang sering digunakan seperti penggunaan kondom pria dan wanita,<br />
tes dan konseling untuk HIV dan IMS, pengujian dan konseling untuk keterkaitan dengan perawatan tuberkulosis (TB), sunat untuk laki-laki, penggunaan obat antiretroviral (ARV) untuk pencegahan, menghindari menyuntikkan dan menggunakan narkoba.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/11/25/v-bts-akan-isi-ost-our-beloved-summer-yang-dibintangi-choi-woo-shik/">V BTS Akan Isi Ost “Our Beloved Summer” yang Dibintangi Choi Woo Shik</a></strong></p>
<p>Penyakit HIV dapat dikelola dengan rejimen pengobatan yang terdiri dari kombinasi tiga atau lebih obat antiretroviral (ARV). Terapi antiretroviral (ART) saat ini tidak menyembuhkan infeksi HIV tetapi sangat menekan replikasi virus dalam tubuh seseorang dan memungkinkan pemulihan sistem kekebalan individu untuk memperkuat dan mendapatkan kembali kapasitas untuk melawan infeksi dan beberapa jenis kanker.</p>
<p>Sejak 2016, WHO telah merekomendasikan agar semua orang yang hidup dengan HIV diberikan ART seumur hidup, termasuk anak-anak, remaja, dewasa dan wanita hamil dan menyusui, terlepas dari status klinis atau jumlah CD4.</p>
<p>Pada Juni 2021, 187 negara telah mengadopsi rekomendasi ini, mencakup 99 persen dari semua orang yang hidup dengan HIV secara global.</p>
<p>WHO merekomendasikan inisiasi ART cepat untuk semua orang yang hidup dengan HIV, termasuk menawarkan ART pada hari yang sama dengan diagnosis di antara mereka yang siap untuk memulai pengobatan.</p>
<p><em><strong>Ant-Claudia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/01/kenali-gejala-hingga-cara-pencegahan-aids">Kenali Gejala Hingga Cara Pencegahan AIDS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>