blank
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian UKSW, Profesor Yafet Yosafat Wilben Rissy dalam Konferensi Pers. Foto: UKSW

SALATIGA (SUARABARU.ID) – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) terus memperkuat langkah internasionalisasi melalui program Satya Wacana International Scholarship (SWIS).

Program beasiswa internasional ini menjadi salah satu strategi utama UKSW dalam membangun ekosistem pendidikan multikultural sekaligus meningkatkan daya saing global perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian UKSW, Profesor Yafet Yosafat Wilben Rissy, dalam konferensi pers yang digelar di Kampus UKSW pada 19 Januari 2026 menyampaikan, kehadiran mahasiswa internasional melalui SWIS memberi dampak strategis bagi atmosfer akademik kampus.

Menurutnya, interaksi lintas budaya yang terbangun di ruang kelas maupun aktivitas kampus memperkaya perspektif civitas academica serta menumbuhkan nilai toleransi dan kolaborasi global.

“SWIS bukan sekadar program beasiswa, tetapi bagian dari komitmen UKSW untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan secara global dan berpijak pada nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Kesan penerima SWIS

Dari sisi penerima manfaat, mahasiswa internasional merasakan langsung iklim akademik dan sosial yang inklusif di UKSW. Amrin Shaikh, mahasiswa Magister Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) asal India, mengungkapkan bahwa pengalaman berkuliah di UKSW memberinya ruang untuk berkembang secara akademik maupun sosial. “Teman-teman di sini sangat ramah, suasananya mendukung untuk belajar,” katanya.

Hal serupa disampaikan Arony Aina Rojotiana dari Madagaskar. Ia menuturkan bahwa selama berkuliah di UKSW dirinya tidak merasakan perlakuan yang berbeda. “Dosen juga mengajar dengan baik dan mudah dipahami,” ungkap mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) tersebut.

Sementara itu, Sint Thae Mar, mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) asal Myanmar, mengatakan bahwa keputusannya memilih UKSW didasari oleh kedekatan budaya serta keberagaman yang ia temukan di Indonesia.

“Saya sempat mendapat tawaran beasiswa dari negara lain, China. Tetapi saya lebih memilih Indonesia karena menurut saya Indonesia dan Myanmar tidak berbeda jauh dan Indonesia punya banyak tempat yang indah. Ketika saya sampai di UKSW, saya merasakan keindahan Indonesia. Berkumpul dengan teman dari berbagai daerah membuat saya ingin mengekplorasi Indonesia lebih lagi,” ujarnya.