blank
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian UKSW, Profesor Yafet Yosafat Wilben Rissy dalam Konferensi Pers. Foto: UKSW

Perkembangan SWIS

Pada tahun 2024, SWIS pertama kali dibuka dan berhasil menarik lebih dari 50 pendaftar dari berbagai negara. Dari jumlah tersebut, UKSW menerima lima mahasiswa internasional yang berasal dari Timor Leste, Rwanda, Madagaskar, Sudan Selatan, dan Uganda.

Tingginya minat terhadap program ini terlihat pada peningkatan pelaksanaan SWIS 2025. UKSW mencatat ada 924 pendaftar, meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya. Dari proses seleksi yang telah dilaksanakan, sebanyak 18 mahasiswa internasional terpilih sebagai penerima beasiswa.

Penerima SWIS angkatan 2025 berasal dari sembilan negara, yakni Bangladesh, Gambia, Ghana, India, Korea Selatan, Madagaskar, Mesir, Myanmar, dan Timor Leste.

Direktur Direktorat Kerja Sama Dr. Dian Toar Y. Getroidester Sumakul menyampaikan saat ini ada 23 mahasiswa penerima SWIS dari 13 negara. Mahasiswa penerima SWIS bisa memilih 11 program studi di tingkat Sarjana, 10 program studi di tingkat S2, dan empat program studi di tingkat S3.

Sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi, UKSW kembali membuka pendaftaran SWIS 2026. Berbeda dari tahun sebelumnya, SWIS 2026 secara resmi membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional jenjang Doktor (S3), selain program Sarjana (S1) dan Magister (S2).

Pendaftaran SWIS 2026 dibuka mulai 10 Januari hingga 20 Februari 2026 dan terbuka bagi calon mahasiswa dari seluruh negara, kecuali Indonesia. Informasi selengkapnya tentang SWIS dapat mengirimkan email ke [email protected] atau menghubungi Saudara Maryanah (0878-3459-1615) atau Ryan Tuelah Bundt (0812-8009-0081).

Melalui program ini, UKSW menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada pendidikan berkualitas, pengurangan kesenjangan, serta penguatan kemitraan global.

Dengan dibukanya pendaftaran Beasiswa SWIS menjadi wujud komitmen UKSW dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yaitu pendidikan berkualitas, nomor 10 yaitu berkurangnya kesenjangan, dan nomor 17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan.

Hal ini juga selaras dengan ASTA CITA nomor 4 yaitu penguatan sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan peningkatan daya saing global.

Ning S