blank
Tim Medis FK UNNES dengan truk logistik bantuan di depan markas PMI Kota Langsa bersama pengurus PMI Kota Langsa: Zakirullah Syafei & Ngatiman saat koordinasi. Fot: Tim FK UNNES pembagian bantuan logistik

BENER MERIAH (SUARABARU.ID) – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) turut mengambil peran dalam upaya penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada 16–22 Desember 2025.

Kegiatan yang dipimpin Dr. dr. Intan Zainafree, MH.Kes. ini dilaksanakan di dua wilayah terdampak utama, yakni Kabupaten Bener Meriah dan Kota Langsa, serta menjangkau wilayah sekitar melalui distribusi bantuan ke Kabupaten Aceh Tamiang.

“Kegiatan merupakan bagian dari program Tanggap Darurat Bencana Sumatera yang diinisiasi serta didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia. Melalui program ini, FK UNNES hadir sebagai representasi kontribusi akademisi dalam merespons krisis kemanusiaan berbasis keilmuan dan praktik medis,” kata Dr. dr. Intan Zainafree, MH.Kes.

Selama pelaksanaan kegiatan, ujar dia, tim FK UNNES menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan, pakaian layak pakai, perlengkapan kebersihan, serta obat-obatan dengan total berat mencapai sekitar dua ton.

blank
Ini Tim medis FK Unnes di Kabupaten Bener Meriah Aceh bersama Bupati dan Sekda Kab. Bener Meriah, Provinsi Aceh. Foto: Tim FK UNNES

“Bantuan tersebut didistribusikan di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang dengan dukungan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Langsa, sementara distribusi bantuan di Kabupaten Bener Meriah dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” tambahnya.

Jalur Darat

Untuk menjangkau wilayah yang terdampak parah dan memiliki keterbatasan akses, pengiriman logistik dilakukan melalui jalur darat via Kota Medan serta jalur udara melalui Kabupaten Takengon.

Dikatakan, selain menyalurkan logistik, FK UNNES juga mendirikan posko layanan kesehatan di Kabupaten Bener Meriah bekerja sama dengan Puskesmas Lampahan.

“Posko ini difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar dan penyediaan obat-obatan bagi warga terdampak bencana, khususnya masyarakat yang masih mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat kerusakan infrastruktur dan kondisi geografis pascabencana,” ujar dr Intan.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tambah dia, FK UNNES menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana.

“Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Tangguh terhadap Bencana,” ujar dr Intan.

Dikatakan, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan lembaga kemanusiaan diharapkan dapat membantu meringankan beban pengungsi serta mempercepat pemulihan kualitas hidup masyarakat terdampak bencana di Aceh.

R. Widiyartono