DESA Jarum di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten kini berkembang sebagai desa wisata, yang dikenal sebagai sentra industri batik. Jarum juga merupakan sebuah desa dengan produksi batik tulis terbesar di Solo Raya.
Karya batiknya terpasarkan di daerah lain seperti Yogyakarta dan Surakarta. “Sebagian besar penduduk di sini, terutama kaum wanitanya memang pengrajin batik tulis,” ujar Suyanto pegiat Desa Wisata Jarum.
Tidak mengherankan bila banyak rumah dengan papan nama usaha batik, baik batik tulis maupun cap. “Warga di sini tidak hanya memproduksi batik tulis, tetapi mulai mengembangkan motif batik cap, kombinasi, hingga batik tulis pewarna alam, ecoprint. Bahan pewarna yang digunakan beragam, dari tanaman seperti secang, talas, mahoni, dan tumbuhan lainnya sehingga harganya memang menjadi mahal,” ujar Yanto.
Ada sebuah rumah batik bernama Batik Purwanti, di Dusun Pundungrejo Desa Jarum. Ini Perusahaan yang cukup besar, yang sudah eksis sejak tahun 1960-an. Saat itu, industri batik Desa Jarum masih dipegang oleh seorang pedagang bernama Purwanti.
Sampai kini usaha itu tetap bertahan dengan label Batik Purwanti dan mulai berkembang pesat serta memiliki beberapa toko di Klaten dan Jogja. Selain itu, Batik Purwanti juga memproduksi beberapa batik seperti batik tulis, batik cap dan batik kombinasi.

Baca juga Buah Maja Itu Tidak Pahit, Buktikan di Desa Jarum Rasanya Manis Aromanya Wangi
Potensi lain yang menjadi daya tarik di Desa Jarum adalah pembuatan cobek batu (cowek/layah). Batu yang didatangkan langsung dari wilayah Gunungkidul tersebut memiliki masa pakai dan kualitas yang lebih baik dibandingkan yang lainnya.
Batik Payung hingga Kayu
Kerajinan batik di Desa Jarum tidak hanya memproduksi kain untuk busana saja. Kreativitas mereka yang meluap, mengembangkan batik untuk payung dengan bahan polyester.

Polyester yang tahan air ini, ternyata juga bisa batik. Dan, hasilnya luar biasa, menjadi sebuah payung dengan nilai tambah tinggi. Harga per payungnya bisa mencapai Rp 750 ribu.
“Biasanya yang memesan dari BUMN seperti Pertamina dan yang lain,” ujar Yanto.













