
Dikatakan, jamasan bukan berarti wayangnya dicuci di sendang. “Yang dicuci hanya cempurit-nya saja, yaitu gapit wayang yang biasanya ditancapkan di gedebog pisang,” ujar pengusaha angkringan ini.
Pada saat yang sama juga digelar pameran UMKM, yang diikuti warga dengan memamerkan produk mereka seperti batik, kuliner, dan kerajinan lainnya. “Puncaknya kami gelar pertunjukan wayang dengan lakon Baratayuda Jayabinangun,” ujar Iswanta.
Selain jamasan wayang juuga dilangsungkan kirab gunungan dan nasi tumpeng. “Kirab gunungan ini mengandung makna sebagai bentuk syukur kepada Tuhan agar pertanian masyarakat semakin baik,” ujar Bendot Iswanta.
Desa Wisata Jarum ini masuk dalam 10 besar dalam penilaian Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2025.
R. Widiyartono













