JEPARA (SUARABARU.ID) – Suasana halaman SMP Negeri 1 Welahan pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026, tampak berbeda dari biasanya. Aroma aneka makanan sehat dan minuman segar menyeruak dari deretan stan yang dipenuhi peserta didik. Gelak tawa, suara promosi, hingga antrean pembeli membuat lingkungan sekolah berubah layaknya pasar kreatif yang hidup dan penuh semangat.

Melalui kegiatan kokurikuler bertema “Kreasi Lezat, Gizi Hebat”, sekolah menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat makna.
Kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kokurikuler yang dirancang untuk memperkuat dan memperkaya pembelajaran intrakurikuler. Tidak sekadar bazar biasa, kegiatan ini menjadi wadah pengembangan karakter, kreativitas, kerja sama, komunikasi, hingga keterampilan hidup peserta didik melalui praktik nyata.

Seluruh peserta didik kelas 7, 8, dan 9 terlibat aktif dengan pembagian tugas yang menarik. Kelas 7 menghadirkan berbagai kreasi minuman sehat yang segar dan unik. Kelas 8 menawarkan olahan sayur dan buah kreatif dengan tampilan menggugah selera. Sementara itu, kelas 9 menjajakan aneka jajanan sehat dan menu sarapan bergizi yang siap dinikmati pengunjung.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh kepala sekolah, Rofi’i, S.Pd., M.Pd. ini sukses menarik perhatian seluruh warga sekolah. Tidak hanya peserta didik, para guru dan staf tata usaha pun tampak antusias berkeliling stan, memilih makanan favorit, hingga rela antre demi mencicipi sajian yang dijual para peserta didik.
Suasana keakraban begitu terasa ketika semua berbaur menikmati kegiatan sambil sesekali terdengar sorak bangga dari kelompok yang dagangannya laris manis.
“Menariknya, kegiatan ini juga menjadi media penilaian lintas mata pelajaran yang dikemas secara kontekstual. Guru Matematika menilai kemampuan peserta didik menghitung modal, harga jual, hingga keuntungan yang diperoleh. Guru IPA menggali pemahaman siswa mengenai kandungan zat gizi dalam produk yang dijual beserta manfaatnya bagi tubuh.” ujar Kepala Sekolah dalam sambutannya.
Rofi’i juga menambahkan, di sisi lain, Guru Bahasa Inggris mengamati penggunaan kosakata Bahasa Inggris pada poster promosi, label produk, dan daftar menu. Sementara Guru Penjasorkes mengaitkan produk yang dijual dengan pentingnya pola hidup sehat dan kebiasaan konsumsi makanan bergizi.
Menurutnya, melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga mengalami langsung proses bekerja sama, berkomunikasi, berpikir kreatif, hingga melatih jiwa kewirausahaan.
Salah satu peserta didik kelas 9, Gigih Maulana, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman tersebut. Menurutnya, bazar ini memberikan kesempatan belajar berjualan dengan cara yang menyenangkan sekaligus menjadi kenangan indah menjelang kelulusannya dari bangku SMP.
“Dari kegiatan bazar ini, kita belajar langsung cara jualan dan melatih jiwa wirausaha dengan cara yang asyik,” ungkapnya penuh semangat.
Kesan serupa juga dirasakan Alaric, siswa kelas 7, yang merasa bangga karena berhasil mendapatkan keuntungan dari pengalaman pertamanya berjualan.
Namun, tidak semua peserta didik memperoleh hasil sesuai harapan. Fira Ayu Lestari, salah satu peserta bazar, mengaku dagangannya hanya balik modal. Meski demikian, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga tentang strategi berjualan dan kerja tim.
Kegiatan kokurikuler “Kreasi Lezat, Gizi Hebat” menjadi penutup pembelajaran yang manis sebelum peserta didik menghadapi Penilaian Sumatif Akhir Semester dan kenaikan kelas. Lebih dari sekadar bazar makanan, kegiatan ini membuktikan bahwa proses belajar dapat dilakukan dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui pengalaman nyata seperti ini, sekolah berharap peserta didik mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, kreatif, mandiri, dan memiliki keterampilan sosial yang kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Septiana W – Endang Usriyah













