JEPARA (SUARABARU.ID) – Suasana hangat penuh semangat kebersamaan menyelimuti Pendapa Kabupaten Jepara pada Minggu , 17 Mei 2026, bertepatan dengan 10 Zulqaidah 1447 H. Ratusan kader dan anggota Aisyiyah dari berbagai unsur memadati Pendapa R.A, Kartini dalam peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-109 yang berlangsung khidmat sekaligus meriah.Hadir juga Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar, Sekda Ary Bachtiar dan sejumlah undangan lainnya.
Dalam rangkaian Milad Aisyiyah ke-109, digelar sejumlah kegiatan sosial dan pemberdayaan, di antaranya pemberian apresiasi peserta festival, Deklarasi Kemandirian IGABA, serta penyerahan bantuan Lazismu PDA Jepara kepada lima pelaku UMKM se-Kabupaten Jepara sebesar Rp12 juta bagi kategori miskin dan produktif yang membutuhkan bantuan alat usaha.

Selain itu, diserahkan bantuan mobil operasional bank sampah untuk Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Donorojo serta pentasarufan dana fakir miskin kepada 16 PCA se-Kabupaten Jepara dengan total bantuan Rp16 juta sebagai bentuk dakwah kemanusiaan dan kepedulian sosial Aisyiyah.
Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian” dengan fokus “Kemandirian Ekonomi Kader ‘Aisyiyah: Pilar Dakwah Kemanusiaan menuju Perdamaian Semesta”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan peran perempuan berkemajuan di tengah dinamika sosial masyarakat.

Tema tersebut menegaskan bahwa kemandirian ekonomi kader ‘Aisyiyah bukan hanya sekadar penguatan usaha, melainkan menjadi kekuatan strategis dalam mendukung dakwah, pelayanan kemanusiaan, serta menghadirkan kebermanfaatan dan perdamaian bagi masyarakat luas.
Milad kali ini juga semakin semarak dengan hadirnya berbagai stand usaha yang digelar oleh Ikatan Saudagar dan Wirausaha Aisyiyah Jepara (ISWARA). Beragam produk unggulan kader dan pelaku UMKM binaan Aisyiyah dipamerkan, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif lainnya yang menarik perhatian para tamu undangan dan masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bagaimana perempuan-perempuan Aisyiyah terus bergerak membangun kemandirian ekonomi berbasis dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran ISWARA sekaligus memperlihatkan bahwa dakwah dapat diwujudkan melalui penguatan ekonomi umat yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, menyampaikan bahwa Aisyiyah menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan perempuan di Kabupaten Jepara. Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam pembangunan daerah, termasuk dalam mendukung kemajuan demokrasi dan ekonomi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi peran Aisyiyah yang konsisten mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar naik kelas dengan melibatkan pelaku usaha dalam berbagai kegiatan Muhammadiyah. Keberhasilan tersebut, menurutnya, terwujud melalui semangat gotong royong dan kolaborasi antara Aisyiyah, pemerintah, serta perempuan-perempuan hebat di Jepara.
Selain itu, Muhammad Ibnu Hajar menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam penanganan persoalan lingkungan, termasuk masalah sampah yang masih menjadi tantangan di masyarakat.
Sementara itu, salah satu tokoh perempuan beliau Jepara menyampaikan bahwa Aisyiyah telah menjadi ruang tumbuh bagi perempuan untuk berkarya, berdakwah, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat.
Ketua panitia Milad ‘Aisyiyah ke-109, Humaidah, mengungkapkan bahwa selama ini dakwah Aisyiyah merupakan dakwah nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dakwah tersebut hadir melalui sentuhan nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan, sosial, hingga penguatan ekonomi kader.
Ia menjelaskan bahwa sebelum puncak Milad digelar, panitia telah menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan pra-Milad berupa perlombaan dan kegiatan kreatif yang diikuti Amal Usaha Muhammadiyah di bawah naungan Aisyiyah.
“Milad ini bukan hanya seremoni, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat semangat kader dalam berdakwah dan memberdayakan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Umi Kulsum selaku menyampaikan bahwa di usia ke-109, Aisyiyah terus membuktikan diri sebagai gerakan perempuan berkemajuan yang menghadirkan dakwah nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, sejak awal berdiri, Aisyiyah telah banyak berkontribusi dalam membangun pendidikan anak usia dini melalui sekolah-sekolah PAUD, mengembangkan budaya literasi melalui majalah Suara Aisyiyah, hingga mendirikan berbagai lembaga pendidikan dan perguruan tinggi di bawah naungan Aisyiyah.
“Dakwah kemanusiaan bukan hanya syiar di masjid, tetapi dakwah yang langsung menyentuh masyarakat. Seperti LKSA yang merawat anak yatim, sekolah-sekolah yang membangun kader bangsa, hingga Gerakan Peduli Sampah yang terus digaungkan,” tuturnya.
Di Kabupaten Jepara sendiri, berbagai gerakan sosial dan kemanusiaan Aisyiyah hingga kini masih terus hidup dan berkembang melalui kolaborasi dengan masyarakat serta dukungan Pemerintah Kabupaten Jepara.
Milad ‘Aisyiyah ke-109 pun menjadi penegas bahwa perempuan bukan hanya pelengkap pembangunan, melainkan penggerak perubahan yang mampu menghadirkan keberkahan, perdamaian, dan harapan bagi masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Eny Winaryati selaku Ketua Pimpinan Wiayah Aisyiyah Jawa Tengah, menyoroti bahwa Aisyiyah Jepara memiliki karakter yang khas dan berbeda dibandingkan daerah lain. Meski jumlah kadernya tidak terlalu besar, Aisyiyah Jepara mampu menunjukkan semangat dakwah yang kuat dan penuh perjuangan.
Menurutnya, karakter tersebut tumbuh dari semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini yang menjadi inspirasi perempuan Jepara hingga saat ini. Semangat itu diwujudkan melalui kiprah nyata Aisyiyah dalam membangun sekolah-sekolah Aisyiyah serta rumah sakit sebagai media dakwah dan pelayanan yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hadepe -Dina Setyaningsih













