WONOSOBO (SUARABARU.ID)– Malam tahun baru, Jumat (31/12/2021) ini, suasana pusat Kota Wonosobo bagai kota mati. Sebab, tidak terjadi pergerakan pengguna jalan atau kerumunan warga yang akan merayakan tahun baru 2022, di beberapa ruang publik maupun di jalan-jalan protokol.
Dari pantauan yang dilakukan sejak pukul 20.00-23.00 WIB, suasana Alun-alun di pusat Kota Wonosobo sepi. Tidak ada satu pun orang yang melakukan aktivitas. Hanya rintik gerimis kecil yang terlihat dari sorot lampu penerang jalan dan komplek ruang publik itu.
Suasana jalan-jalan di seputar kota juga lengang. Hanya jalan utama dari arah Selomerto, Kertek dan Garung, yang ada pergerakan pengguna jalan, namun jumlahnya relatif sedikit. Mereka pun merupakan warga yang mau hendak ke rumah masing-masing.
BACA JUGA: Bupati Wonosobo : Tahun 2022 Harus Lebih Baik
Kondisi itu tercipta berkat kebijakan pemerintah yang melarang warga untuk keluar rumah di malam tahun baru, guna menghindari kerumunan untuk mencegah penularan dan penyebaran covid-19.
Kasatlantas Polres Wonosobo, AKP Sugito SH, ketika ditemui di Pos Pengamanan Nataru di Taman Plaza mengatakan, pergerakan warga dalam kondisi landai, dan jalanan lengang.
”Kami menerjunkan kurang lebih 500 personel untuk melakukan pengamanan pergantian tahun baru. Personel yang diterjunkan terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP dan petugas Disperkimhub. Mereka disebar di titik strategis penyekatan jalan di pintu masuk Wonosobo,” jelasnya.
BACA JUGA: Kapolres Jepara Gelar Rilis Tahun 2021, Diantaranya Melarang Pawai Tahun Baru
Menurut Kasatlantas, untuk melaksanakan instruksi Mendagri terkait larangan tidak ada keramaian di ruang publik, maka seluruh akses menuju Alun-alun dan tempat umum lainnya di tutup total. Jalan-jalan di seputar kota juga ditutup sementara.
”Meski suasana landai dan sepi di seputar kota, personel keamanan tetap siaga hingga dini hari. Hal itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selepas pukul 00.00 WIB. Siapa tahu justru saat lepas tengah malam terjadi pergerakan warga. Segala sesuatu harus tetap diantisipasi,” ucapnya.
Muharno Zarka-Riyan













