blank
simulasi pemberian vaksinasi Covid-19 di Balai Mufakat. Foto: Siberindo.co

TANJUNG REDEB (SUARABARU.ID) – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menggelar simulasi pemberian vaksinasi Covid-19 di Balai Mufakat, Senin (11/1/2021). Dalam simulasi ini diperagakan empat tahap proses vaksinasi.

Dimulai dari masyarakat menunjukkan pemberitahuan undangan vaksinasi yang dikirim oleh pemerintah melalui pesan elektronik.

Selanjutnya, verifikasi data sesuai aplikasi yang disediakan pemerintah. Kemudian dilakukan skrining dan observasi kondisi penerima vaksi

Jika dinyatakan sehat dan memenuhi syarat, penerima vaksinasi wajib menandatangani surat persetujuan vaksinasi, kemudian dilanjutkan ke tahap penyuntikan vaksin.

Terakhir, peserta wajib menjalani observasi pasca penyuntikan vaksin.

Simulasi tersebut digelar dalam rangka kesiapan Pemerintah Kabupaten Berau dalam proses vaksinasi nantinya, yang akan dilaksanakan April mendatang.

“Kita hari ini mengadakan simulasi vaksinasi Covid-19. Kita sendiri masih mencari bentuk juknis (petunjuk teknis). Tapi apakah juknis ada perkembangan selanjutnya, ini masih menunggu,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau Iswahyudi.

Dia juga menjelaskan, yang tidak divaksinasi Covid-19 ini di antaranya anak di bawah 18 tahun, ibu menyusui, ibu hamil, serta orang sedang sakit.

Sebelum dilakukan vaksinasi dilakukan skrining berupa interaksi atau wawancara antara warga dan petugas mengenai penyakit yang diderita atau tidak.

“Contohnya, apakah pernah mengalami demam, ISPA, batuk, dan sesak 7 hari kebelakang serta diare. Apakah ada kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19. Setelah itu, ketika dinyatakan sehat dilakukan vaksinasi,” katanya.

Sementara itu Bupati Berau H Agus Tantomo yang hadir dalam acara tersebut didampingi Sekda Berau M Gazali menyebut MUI sendiri menyatakan vaksinasi Covid-19 ini suci dan halal.

“Dengan adanya pernyataan MUI ini kami harapkan tidak ada lagi kampanye negatif, yang menyampaikan vaksinasi ini berbahaya. Saya berharap program vaksinasi berjalan baik, aman, lancar, dan sukses,” pintanya.

Sudah terlalu lama masyarakat berperang dengan Covid-19, dan korbannya sudah banyak, korban ekonomi dan termasuk yang meninggal dunia.

Karena itu program vaksinasi ini sangat penting dalam sejarah. Masyarakat diharapkan mengikuti program tersebut agar kasus Covid-19 dapat segera diminimalisir di Indonesia, khususnya di Kabupaten Berau.