SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dewan Pimpinan Daerah Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Tengah menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ASITA Jateng Tahun 2026 di Hotel Horison Ultima Semarang, dengan mengusung tema “Sinergi dan Soliditas ASITA Menghadapi Tahun Penuh Tantangan.”
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD ASITA Jawa Tengah, anggota ASITA dari berbagai kabupaten/kota, mitra industri pariwisata, perwakilan hotel, maskapai penerbangan, perbankan, pemerintah, serta stakeholder pariwisata lainnya.
Rakerda menjadi momentum penting untuk menyusun arah kebijakan dan program kerja organisasi dalam menghadapi dinamika industri perjalanan wisata yang terus berkembang.

Tantangan berupa efisiensi anggaran pemerintah, perubahan perilaku wisatawan, transformasi digital, hingga meningkatnya persaingan usaha menjadi fokus pembahasan dalam forum ini.
Ketua DPD ASITA Jawa Tengah, Alex Gunarto menyampaikan, industri pariwisata membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat antara pelaku usaha, pemerintah, dan seluruh ekosistem pariwisata.
“Rakerda ini bukan sekadar menyusun program kerja, tetapi menjadi momentum memperkuat sinergi, membangun solidaritas antaranggota, serta menghadirkan solusi nyata agar biro perjalanan wisata di Jawa Tengah mampu terus tumbuh, beradaptasi, dan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah,” ungkap Alex, Selasa (30/6/2026).
Dalam Rakerda ini, ASITA Jawa Tengah menetapkan berbagai program strategis tahun 2026–2027 yang meliputi, penguatan organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada anggota, pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi.
Selain itu perluasan kemitraan dengan pemerintah, BUMN, perbankan, maskapai penerbangan, hotel, destinasi wisata, dan pelaku industri lainnya.
ASITA Jateng juga menetapkan terkait pengembangan pemasaran dan promosi pariwisata Jawa Tengah melalui kegiatan business matching, travel fair, famtrip, serta promosi digital, juga peningkatan advokasi terhadap berbagai isu yang dihadapi biro perjalanan wisata.













