blank

KUDUS (SUARABARU.ID) – Suasana khidmat Malam Tirakatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolsek Kudus Kota mendadak berubah riuh pada Selasa malam (30/6/2026) sekira pukul 20.30 WIB. Personel kepolisian yang sedang bersiap menggelar doa bersama dikejutkan oleh kedatangan rombongan besar yang “menggrebek” markas mereka.

Bukan karena ada kasus darurat, rombongan tersebut ternyata merupakan aksi spontanitas dari jajaran Koramil 01 Kota Kudus, Pemerintah Kecamatan Kota Kudus, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Dipimpin langsung oleh Danramil 01 Kota Kapten CBA Endro Wharman dan Camat Kota Abu Bakar, S.H., mereka datang membawa spanduk besar bertuliskan “Selamat Hari Bhayangkara ke-80” lengkap dengan tumpeng dan kue ulang tahun.

Sinergitas Tanpa Batas
Kapolsek Kudus, AKP Subkhan, S.H., M.H., bersama anggotanya menyambut kejutan hangat tersebut dengan penuh sukacita dan haru. Suasana kekeluargaan langsung mencair saat tumpeng diserahkan. Tak mengulur waktu, Kapolsek langsung mengajak seluruh rombongan bergabung dalam doa bersama yang dipimpin oleh Kanit Binmas Polsek Kudus, Aipda Sulkan.

Dalam sambutannya, Kapolsek Kudus AKP Subkhan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat di wilayah Kecamatan Kota yang selama ini solid berkolaborasi.

“Malam tirakatan ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum introspeksi agar Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, terpercaya (Presisi), serta semakin humanis,” ujar AKP Subkhan.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus membenah diri demi memberikan pelayanan terbaik, seraya berterima kasih atas situasi Kamtibmas yang senantiasa aman dan kondusif berkat partisipasi warga. Polsek Kudus senantiasa berusaha maksimal dalam memelihara kamtibmas, penegakan hukum, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, namun demikian tentunya masih ada kekurangan disana sini sehingga Polsek Kudus berkomitmen untuk selalu berbenah diri dan siap menerima saran masukan serta kritik dari semuanya sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan. Permohonan maaf juga disampaikan untuk masih belum sempurnanya yang sudah dilakukan.

Apresiasi serupa juga datang dari Camat Kota, Abu Bakar, S.H., dan Danramil 01, Kapten CBA Endrowarman. Keduanya kompak memuji kerja keras Polsek Kudus dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah kota dan berharap sinergitas tiga pilar (TNI, Polri, dan Pemerintah) ini akan semakin kokoh ke depannya.

Tausiyah Kamtibmas: Pentingnya Aturan dalam ‘Amar Ma’ruf Nahi Munkar’

Acara malam itu semakin berbobot dengan adanya Tausiyah Kamtibmas yang disampaikan oleh tokoh agama terkemuka sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kudus, Prof. Dr. Ihsan, S.Ag., M.Ag.

Dalam ceramahnya, Prof. Ichsan menggarisbawahi bahwa menjaga keamanan (amar ma’ruf) dan menegakkan hukum (nahi munkar) adalah kewajiban bersama secara vertikal keagamaan. Namun, dalam konteks bernegara, peran tersebut harus diserahkan kepada pihak yang berwenang agar tidak memicu gesekan sosial.

“Agar tidak menimbulkan potensi konflik horizontal di masyarakat, peran penegakan hukum ini diatur secara konstitusional. Dalam hal ini, Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polsek Kudus, telah membuktikan kinerjanya dengan sangat maksimal dalam menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat,” terang Prof. Ihsan.

Ditutup dengan Ramah Tamah dan Nobar Piala Dunia
Usai doa dan tausiyah, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah. Anggota polisi, TNI, pejabat kecamatan, dan warga melebur jadi satu menikmati hidangan tumpeng dalam suasana yang santai.

Kemeriahan malam puncak menjelang 1 Juli tersebut ditutup secara epik dengan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026. Momen kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa di usia yang ke-80, Polri—khususnya Polsek Kudus—semakin menyatu, dicintai, dan berada di hati masyarakat.

Ali Bustomi