
Dalam Rakerda ini, ASITA Jawa Tengah menetapkan berbagai program strategis tahun 2026–2027 yang meliputi penguatan organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada anggota.
“Program strategis lainnya yakni pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi. Selain itu juga perluasan kemitraan dengan pemerintah, BUMN, perbankan, maskapai penerbangan, hotel, destinasi wisata, dan pelaku industri lainnya,” terang Alex.
Selanjutnya, pengembangan pemasaran dan promosi pariwisata Jawa Tengah melalui kegiatan business matching, travel fair, famtrip, serta promosi digital.
Alex juga menetapkan program strategis lainnya, seperti peningkatan advokasi terhadap berbagai isu yang dihadapi biro perjalanan wisata.
Selain itu juga penguatan koordinasi lima wilayah ASITA Jawa Tengah, yakni Semarang, Kedu, Banyumas, Pekalongan, dan Pati, agar pelayanan organisasi semakin dekat dengan anggota.
Menurutnya, Rakerda kali ini juga menghadirkan sesi networking bersama sponsor dan mitra strategis, sebagai wadah membangun kolaborasi bisnis antaranggota dan pelaku industri.
“Kegiatan Rakerda ini diharapkan mampu membuka peluang kerja sama baru yang berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.
ASITA Jawa Tengah meyakini bahwa kolaborasi merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan industri pariwisata.
Dikatakan, melalui semangat kebersamaan, organisasi berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pengembangan pariwisata Jawa Tengah yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ning S













