BLORA (SUARABARU.ID) — Pembangunan Program Studi di Luar Kampus Utama Universitas Negeri Yogyakarta di Kabupaten Blora memasuki tahap percepatan. Setelah proses hibah lahan dari Pemerintah Kabupaten Blora kepada UNY dengan Berita Acara Serah Terima (BAST), berbagai langkah teknis mulai disiapkan agar pembangunan kampus segera terealisasi.
Hal itu dikemukakan Wakil Bupati Blora mewakili Bupati Blora, Arief Rohman dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tindak lanjut berita acara serah terima hibah tanah PSDKU UNY yang digelar di Hotel UNY, Selasa 30 Juni 2026. Forum tersebut dihadiri Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto, Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kemdiktisaintek Dr. Agus Sunarya Sulaeman, Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi beserta jajaran OPD jajaran Pemkab Blora, serta tim teknis pembangunan.
Dalam Focus Group Discussion tersebut, tiga aspek utama menjadi pembahasan, yakni percepatan perizinan, persiapan pembangunan fisik, serta penyelesaian legalitas aset.
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menyampaikan bahwa hibah tanah untuk PSDKU UNY bukan sekadar proses administrasi penyerahan aset, melainkan bentuk investasi strategis untuk masa depan daerah.
“Investasi terbaik untuk masa depan daerah adalah investasi dibidang sumber daya manusia. Pengesahan BAST hibah tanah ini bukan hanya prosesi administrasi penyerahan aset semata, tetapi menjadi fondasi bersejarah untuk mendekatkan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi putra-putri daerah Blora dan sekitarnya,” ujar Wakil Bupati Blora.
Menurut Wakil Bupati Blora, Pemerintah Kabupaten Blora berkomitmen mengawal seluruh tahapan setelah proses hibah selesai agar pembangunan tidak berhenti pada dokumen administrasi.
“Kita tidak ingin penyerahan lahan ini berhenti di atas kertas. Pertemuan hari ini menjadi momentum penting untuk melangkah ke tahap taktis selanjutnya,” kata Wakil Bupati Blora.
Pemkab Blora, lanjut Wakil Bupati Blora, telah melibatkan sejumlah perangkat daerah untuk memastikan proses pembangunan berjalan tanpa hambatan, mulai dari Sekretariat Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), BPPKAD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DPMPTSP, hingga Bagian Hukum.
Apresiasi Rektor
Sementara itu, Rektor UNY, Sumaryanto mengapresiasi langkah Pemkab Blora yang memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan PSDKU. Ia menyebut banyak daerah lain yang ingin mengikuti langkah Blora dalam memperluas akses pendidikan tinggi.
“Sudah banyak daerah yang ingin mengikuti jejak Blora, diantaranya Purworejo, Wonosobo, Musi Rawas Sumatera dan banyak lagi. Apa yang dilakukan Blora ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemerintah pusat dapat bersinergi,” ujar Sumaryanto.
Lebih lanjut, Sumaryanto mengatakan bahwa pembangunan PSDKU UNY di Blora merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan berkualitas yang lebih dekat dengan masyarakat, UNY telah menyiapkan target tahapan pembangunan. Setelah lahan seluas 10.000 meter persegi atau kurang lebih setara dengan satu lapangan sepak bola selesai dilakukan pengurukan, UNY akan menggelar kegiatan bersama masyarakat.
“Target kami, setelah lahan selesai diuruk pada minggu kedua bulan Oktober, akan kita adakan senam bersama. Kemudian saat HUT Blora nanti kita lakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama,” jelas Sumaryanto.
Selain pembangunan infrastruktur, lanjut Sumaryanto, UNY juga berupaya melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan kampus tersebut. Salah satunya dengan membuka peluang tenaga pendidik berasal dari Blora.
“Tenaga pendidik nantinya kami upayakan juga dari lokal Blora, tidak lagi semuanya dari UNY pusat. Ini sesuai dengan moto UNY, Membangun Indonesia Menata Dunia,” kata Sumaryanto.
Pada kesempatan itu, Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kemdiktisaintek, Agus Sunarya Sulaeman memberikan apresiasi terhadap langkah UNY dalam menginisiasi pembangunan PSDKU di Blora, konsep pembangunan yang dilakukan UNY menunjukkan upaya menghadirkan manfaat besar dengan dukungan pembiayaan yang efisien.
“Kami sangat mengapresiasi UNY yang telah menginisiasi pembangunan dengan biaya yang ringan namun menghasilkan manfaat yang maksimal,” tandas Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kemdiktisaintek.
Kudnadi Saputro













