blank
Rois Syuriah PCNU Kabupaten Wonosobo KH Abdul Khalim Alh saat mengisi tausyiah di Perum Purnamandala Bumireso Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonosobo KH Abdul Khalim Alh mengatakan bulan syakban merupakan bulan yang mulia dan diagungkan dalam Islam.

“Bulan Syakban merupakan salah satu dari empat bulan haram (bulan suci) yang disebutkan dalam Alquran. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan mempersiapkan diri menyambut bulan ramadan dengan baik,” katanya.

KH Abdul Khalim Alh yang juga pengasuh PP Darul Falah Surengede Kertek itu mengatakan hal itu dalam acara “Khataman Jamaah Yasinan 17 dan Majelis Taklim Mar’atus Sholihah serta Peringkat Harlah NU ke-100” yang digelar di Perum Purnamandala Bumireso Wonosobo, kemarin.

Mbah Dul, demikian KH Abdul Khalim Alh kerap disapa, menambahkan di bulan Syakban, Allah SWT menurunkan ayat tentang pengampunan dosa yang turun pada malam Nisfu Syakban.

“Di bulan Sya’ban juga, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW,” terangnya.

Menurutnya, bulan Sya’ban juga memiliki keutamaan dengan adanya malam Nisfu Sya’ban yang jatuh pada tanggal 15 Syakban. Malam tersebut merupakan waktu yang baik untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

“Bulan Syakban memiliki makna dan fadhilah yang besar dalam Islam, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan beribadah di bulan ini, ” terang dia.

Hikmah Syakban

blank
Jamaah Yasinan 17 Perum Purnamandala Bumireso Wonosobo saat menggelar acara khataman. Foto : SB/Muharno Zarka

Hikmah bulan Syakban, lanjut Mbah Dul, adalah untuk meningkatkan amal ibadah, memperbanyak puasa, dan berdoa. Bulan ini juga merupakan bulan yang sangat mulia karena di dalamnya terdapat malam nisfu Syakban yang memiliki keutamaan besar.

“Banyak umat Islam yang memperbanyak amalan saleh dan berdoa pada bulan ini untuk mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Laporan kebaikan atau keburukan umat Islam dalam setahun dilakukan di bulan Syakban,” tandasnya.

Segala amal manusia, dikatakan Mbah Dul, akan dihitung dan dilaporkan pada Allah SWT. Laporan amal dihitung secara harian, mingguan dan tahunan. Maka ada amalan puasa Senin-Kamis yang dilaporkan di hari Kamis.

“Laporan harian dilakukan menjelang jelang maghrib, laporan mingguan disampaikan hari Kamis dan laporan tahunan dilakukan di bulan Syakban. Segala kebaikan dan keburukan manusia akan dilaporkan kepada Allah SWT di waktu-waktu itu,” jelasnya.

Disebutkan Rois Syuriah PCNU Wonosobo tersebut, beberapa amalan yang dianjurkan di bulan Syakban antara lain, berpuasa sunnah, terutama pada tanggal 13, 14 dan 15 (puasa Ayyamul Bidh).

“Juga memperbanyak amal saleh. Di bulan Syakban adalah kesempatan untuk memperbanyak amal saleh. Seperti membaca Alquran, berdzikir dan bersedekah pada orang lain,” tuturnya.

Di bulan Syakban, tegasnya, juga menjadi waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri menyambut bulan ramadan dengan meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri agar menjadi manusia yang bersih.

“Rasulullah SAW sendiri banyak berpuasa di bulan Syakban. Dengan melakukan amalan-amalan tersebut, diharapkan umat Islam dapat memperoleh keberkahan dan meningkatkan keimanan,” pungkasnya.

Muharno Zarka