blank
Ketua Rambo Kickboxing 4294 Semarang, Didik Hartanto. Foto: Ning S (SUARABARU.ID)

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Ketua Rambo Kickboxing 4294 Semarang, Didik Hartanto menyebut, gelaran Kapolda Cup II yang diselenggarakan Polda Jateng bersama Rambo Kickboxing 4294 tidak hanya menampilkan atlet dewasa, namun juga diikuti peserta usia anak-anak hingga remaja.

Hal itu disampaikan Didik dI sela-sela pelaksanaan kickboxing Kapolda Cup II yang berlangsung di The Park Mall Semarang dengan mengusung tema “Para Pemuda Terdidik, Terlatih, dan Teruji”, Sabtu (15/11/2025).

Menurut Didik, hal ini sebagai proses pembinaan berjenjang yang terus dilakukan. “Kami dari awal melakukan pembinaan dari anak kecil, remaja, sampai dewasa, ” ungkap Didik.

blank
Gelaran kickboxing Kapolda Cup II di The Park Mall Semarang. Foto: Ning S (SUARABARU.ID)

Dalam Kapolda Cup II ini mulanya ada total 70 sasana yang tercatat, namun hanya 24 sasana yang terpilih untuk tampil di Kapolda Cup II. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu dan kapasitas venue. “Yang terpilih adalah sasana dengan atlet-atlet yang benar-benar siap. Selain itu mereka juga berkualitas,” tandas Didik.

Ia mengatakan, para peserta yang mengikuti ajang ini berasal dari berbagai daerah, yakni dari Kota Semarang, Jawa Tengah, Jakarta, dan Surabaya. “Dari Kota Semarang ada 10 sasana yang ikut dalam kompetisi ini. Event ini juga menjadi ajang seleksi pembentukan atlet terbaik yang akan dibawa ke tingkat lebih tinggi. Jadi ajang ini sekaligus menyeleksi mana yang terbaik,” terangnya.

Didik mengungkapkan, Rambo Kickboxing 4294 baru saja meraih kejuaraan di Tuban sebagai juara umum. “Kami mengirim 10 atlet, mendapat tujuh emas, dua perak, dan satu perunggu,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam Kapolda Cup II ini, Rambo 4294 Semarang mengirimkan sekitar 35 atlet dari berbagai kelas. Didik menyebut, pembinaan atlet di sasana yang dipimpinnya tidak pernah berhenti. “Latihan kami lakukan rutin setiap hari. Kami juga telah siapkan atlet untuk event-event selanjutnya,” imbuhnya.

Melalui event seperti ini, menurutnya makin banyak atlet muda yang berdatangan. “Diharapkan mampu meneruskan prestasi para senior, karena kami ingin generasi penerus kickboxing Indonesia terus tumbuh,” tukasnya.

Sebelumnya Waka Polda Jawa Tengah, Brigjen Pol Latif Usman saat membuka kegiatan menyampaikan, Kapolda Cup II ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, yang mencerminkan semangat Polda Jateng hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Waka Polda menuturkan, untuk menghasilkan petinju-petinju berbakat dan berprestasi tidak cukup dengan memperbanyak atau membentuk sasana tinju baru. Menurutnya hal yang pokok adalah bagaimana bisa melakukan pembinaan secara terpadu dan berkesinambungan.

“Pertandingan ini bukan hanya kompetisi olahraga tetapi juga wujud penghormatan terhadap para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan,” kata Latif Usman dalam sambutannya.

“Kita yakin bahwa masih banyak atlit-atlit tinju yang masih aktif di Jawa Tengah. Kegiatan ini juga sebagai bentuk komitmen Polda Jateng dalam membangun ruang ekspresi positif, produktif, dan kompetitif bagi generasi muda, khususnya di bidang olahraga beladiri,” katanya.

Melalui kejuaraan ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa keamanan dan ketertiban bukan soal penegakkan hukum, namun juga soal membangun karakter generasi muda. “Olahraga adalah sarana efektif membangun solidaritas, menjauhkan pemuda dari pengaruh negatif, serta menciptakan ruang tumbuh yang sehat baik jasmani maupun rohani,” katanya.

Ning S