blank
Hj Ida Nur Saadah. Foto: ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Peta politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus berubah drastis. Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Ida Nur Saadah, resmi ditunjuk sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Kudus untuk periode lima tahun mendatang.

Penunjukan Ida Nur Saadah terbilang mengejutkan. Pasalnya, namanya tidak termasuk dalam daftar kandidat yang muncul dalam Musyawarah Cabang (Muscab) maupun peserta Uji Kelayakan dan Kepatutan yang sebelumnya digelar oleh DPW dan DPP PKB.

Sebelumnya, sejumlah nama kuat digadang-gadang menjadi calon utama Ketua DPC PKB Kudus. Di antaranya Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, mantan Ketua DPC PKB Kudus Mukhasiron, serta mantan Sekretaris DPC PKB Kudus Noor Hadi.

Nama Sam’ani bahkan sempat disebut sebagai kandidat terkuat. Orang nomor satu di Kabupaten Kudus itu diketahui mengikuti seluruh tahapan penjaringan, mulai dari Muscab hingga Uji Kelayakan dan Kepatutan yang dilaksanakan di tingkat DPW maupun DPP PKB.

Namun, keputusan akhir DPP PKB justru mengarah kepada Ida Nur Saadah. Pengumuman tersebut disampaikan secara serentak bersama penetapan ketua DPC PKB kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah melalui rapat virtual pada Kamis (11/6/2026).

Mantan Ketua DPC PKB Kudus, Mukhasiron, membenarkan keputusan tersebut. Ia menyebut Ida Nur Saadah telah resmi ditunjuk oleh DPP untuk memimpin PKB Kudus selama lima tahun ke depan.

“Iya, Bu Ida Nur Saadah yang akhirnya ditunjuk oleh DPP untuk memimpin DPC PKB Kudus lima tahun ke depan,” ujar Mukhasiron.

Menurutnya, meskipun Ida Nur Saadah tidak masuk dalam daftar peserta Uji Kelayakan dan Kepatutan, mekanisme tersebut tetap sesuai dengan aturan organisasi yang berlaku.

“Itu sudah diatur dalam juknis. DPP memang memiliki kewenangan untuk menambah nama di luar hasil Muscab,” jelasnya.

Mukhasiron menegaskan, keputusan tersebut merupakan hak prerogatif DPP PKB. Ia menduga penunjukan figur di luar hasil Muscab dilakukan karena Kabupaten Kudus menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dari pengurus pusat partai.

“Hal seperti ini tidak hanya terjadi di Kudus. Di daerah lain juga ada. Misalnya di Kabupaten Blora, Bupati Arief Rohman juga terpilih meski tidak mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan,” tambahnya.

Terpilihnya Ida Nur Saadah membuka babak baru bagi PKB Kudus. Selain menjadi satu-satunya perempuan yang memimpin partai berlambang bola dunia tersebut di tingkat kabupaten, keputusan ini sekaligus menunjukkan besarnya peran DPP dalam menentukan arah kepemimpinan partai di daerah.

Kini publik menanti langkah politik Ida Nur Saadah dalam mengonsolidasikan kekuatan PKB Kudus menghadapi berbagai agenda politik mendatang, termasuk persiapan menuju Pemilu dan Pilkada berikutnya.

Ali Bustomi