blank
Rektor Unisnu Jepara Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A. saat memberikan memotivasi kepada mahasiswa. Foto: Ika Putri

JEPARA (SUARA BARU.ID) – Sejumlah mahasiswa Program Studi Desain Produk (DP) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melakukan kunjungan edukatif ke Galeri Jepara Wood Carving yang berada di kawasan Pantai Kartini, Jepara, Kamis 11/06/2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah ketramplan wawasan mahasiswa mengenai seni ukir khas Jepara serta proses kreatif dalam industri kerajinan kayu.

Rektor Unisnu  Jepara Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A.  juga hadir untuk   memberikan memotivasi khusus kepada  mahasiswa. “Saya berharap mahasiswa bisa mengadopsi spirit untuk bersaing di arena global jadi perguruan tinggi tidak lagi hanya menghasilkan pemikir tapi juga berkarya. Saya bersyukur bisa datang ke sini untuk mencoba langsung mengukir” ujar Rektor Unisnu Jepara Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A.

Dalam kunjungan ini mahasiswa diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara Hadi Priyanto bersama pengurus yayasan, Sutrisno, Suyoto, Maslim.

blank
Sejumlah mahasiswa Program Studi Desain Produk (DP) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melakukan kunjungan edukatif ke Galeri Jepara Wood Carving yang berada di kawasan Pantai Kartini, Jepara, Kamis 11/06/2026.. Foto: Ika Putri

Para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para perajin, pengelola galeri, dan pegiat perempuan ukir. Mereka memperoleh penjelasan mengenai sejarah perkembangan seni ukir Jepara, proses pembuatan motif ukiran, hingga teknik pengerjaan yang membutuhkan ketelitian dan keterampilan tinggi.

Sutarya selaku dosen desain produk dan sekaligus pegiat pelestari ukir menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa pada praktik nyata industri kreatif berbasis kayu yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Jepara. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori desain di dalam kelas, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana sebuah karya ukiran dirancang, diproduksi, hingga memiliki nilai jual.

“Kunjungan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa karena mereka dapat memahami proses kreatif para perajin secara langsung dan melihat bagaimana desain produk diterapkan dalam industri kerajinan,” ujar Sutarya.

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan demonstrasi pembuatan ukiran yang dipandu oleh perajin senior seperti Sutarno, Sutrisno,  Rumini, dan  Sulistianingsih. Mereka juga diajak mengenal berbagai motif khas Jepara serta filosofi yang terkandung dalam setiap ornamen ukiran.

Wakil Ketua Yayasan Peluk, Sutrisna memperlihatkan contoh karya ukir dan menjelaskan tahapan pengerjaan mulai dari pembuatan pola, proses pemahatan, hingga tahap penyelesaian akhir (finishing). Menurutnya, seni ukir Jepara tidak hanya mengandalkan keterampilan tangan, tetapi juga kreativitas dan kesabaran dalam menghasilkan karya berkualitas.

Selain memperoleh wawasan teknis, mahasiswa juga diajak memahami tantangan yang dihadapi industri ukir di era modern, termasuk persaingan pasar dan pentingnya inovasi desain agar produk tetap diminati masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif tersebut diharapkan mampu menumbuhkan apresiasi mahasiswa terhadap warisan budaya Jepara. Melalui pengalaman lapangan ini, mahasiswa DP UNISNU diharapkan dapat mengembangkan ide-ide desain yang inovatif dengan tetap mengangkat nilai-nilai kearifan lokal.

Kunjungan edukatif ke Galeri Wood Carving Pantai Kartini Jepara ini menjadi salah satu upaya mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan pelaku industri kreatif. Dengan adanya sinergi tersebut, pelestarian seni ukir Jepara diharapkan dapat terus berlanjut sekaligus melahirkan generasi desainer muda yang mampu membawa kerajinan khas Jepara ke tingkat yang lebih luas.

Ika Putri – Eky Putri