blank
Pemeriksaan kesehatan di SDN 1 Jlamprang Leksono Wonosobo yang dapat pendampingan dari personil Polri. Foto : SB/dok Humas Polres

WONOSOBO (SUARABARU.ID)– Dalam rangka mendukung program kesehatan masyarakat dan upaya deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) pada anak usia sekolah, Polres Wonosobo melalui Bhabinkamtibmas melaksanakan pendampingan kegiatan skrining TBC bagi siswa-siswi SDN 1 Jlamprang, Leksono, Wonosobo.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh tim kesehatan dari Puskesmas Leksono 2 dengan sasaran siswa kelas IV, V, dan VI. Total sebanyak 57 siswa mengikuti skrining, terdiri dari 15 siswa Kelas IV, 15 siswa Kelas V, dan 27 siswa Kelas VI.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Puskesmas Leksono 2 dr Aji Prayoga, Kepala SDN 1 Jlamprang, dua tenaga kesehatan dari Puskesmas Leksono 2, serta para guru SDN 1 Jlamprang.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan mendapat pendampingan dari personel Polri, yakni Aiptu Riswanto dan Aipda Yuda Timor guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan skrining ini merupakan tindak lanjut dari sinergi dan koordinasi yang telah dibangun antara Polres Wonosobo dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) Paru.

Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan implementasi Program Polda Jateng Peduli Berantas Tuberkulosis (TB) Paru yang sebelumnya telah dilaunching di Polres Wonosobo.

Yakni melalui pembentukan dan penguatan peran Bhabinkamtibmas sebagai Tracer TB Paru di wilayah binaannya masing-masing.

Kesehatan Masyarakat

blank
SDN 1 Jlamprang Leksono Wonosobo tampak gembira saat melakukan pemeriksaan kesehatan yang didampingi langsung dari personil Polri. Foto : SB/dok Humas Polres

Melalui program tersebut, Bhabinkamtibmas tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut mendukung upaya kesehatan masyarakat.

Yakni melalui kegiatan edukasi, pendampingan dan membantu pelaksanaan deteksi dini penyakit menular di lingkungan masyarakat maupun sekolah.

Skrining TBC ini menjadi salah satu langkah preventif untuk mendeteksi secara dini kemungkinan gejala Tuberkulosis pada anak sekolah.

Hasil pemeriksaan akan diketahui sekitar dua hari setelah pelaksanaan skrining sehingga apabila ditemukan indikasi gejala, dapat segera dilakukan penanganan dan tindak lanjut oleh tenaga kesehatan.

Kapolres Wonosobo AKBP M Kasim Akbar Bantilan, SIK MM. menyampaikan bahwa Polri berkomitmen mendukung berbagai program kesehatan masyarakat sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri dan Dinas Kesehatan dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka penyebaran TB Paru,” katanya.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu proses edukasi, pendampingan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit Tuberkulosis.

Dengan adanya kegiatan skrining di lingkungan sekolah, diharapkan dapat tercipta generasi muda yang sehat, sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian TB Paru sejak usia dini.

Muharno Zarka