JEPARA (SUARABARU.ID) – Keluhan warga yang menyebut isi tabung gas elpiji 3 kilogram berkurang dan tidak penuh hingga cepat habis mendapatkan respon dari Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Jepara. Keluhan tersebut disampaikan melalui anggota DPR RI Jamaludin Malik dan Dinas
“Untuk memastikan ada tidaknya pengurangan isi tabung elpiji bersubsidi, telah diterjunkan tim untuk melakukan pengecekan lapangan pada Rabu kemarin di SPBE PT Berkah Sejahtera yang berada di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara,” ujar Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Jepara,” ujar Kepala Disperndag Kabupaten Jeparfa Anjar Jambore Widodo, Kamis 11 Juni 2026.
Menurut Anjar, dalam pengecekan tersebut petugas melakukan tera ulang atau penimbangan ulang terhadap tabung gas menggunakan alat ukur resmi dari UPT Metrologi Jepara.
Sebanyak sepuluh tabung kosong dan dua puluh tabung berisi dijadikan sampel pemeriksaan. Hasilnya, tidak ditemukan adanya pengurangan isi tabung sebagaimana rumor yang beredar di masyarakat.

”Tim yang diturunkan mendapatkan fakta, seluruh sampel masih berada dalam standar yang telah ditentukan, “ ujar Anjar Jambore Widodo Tabung kosong beratnya 5 kilogram, sedangkan tabung berisi mencapai 8 kilogram,, tambahnya
Anjar juga memastikan, pengawasan terhadap distribusi elpiji rutin dilakukan bersama Hiswana Migas. “Pemantauan tetap kami lakukan secara berkala, sekitar tiga sampai empat bulan sekali,” ujarnya.
Namun demikian Anjar menyatakan, jika ada warga masyarakat yang merasa di rugikan dan mendapati ada pengurangan berat gas elpiji silahkan untuk dilaporkan. “Kami tentu sangat terbuka untuk menerima laporan yang obyektif dari masyarakat. Jika ada yang melanggar tentu akan dikenakan tindakan,” tegas Anjar Jambore Widodo.
Ia memastikan, Pemerintah Kabupaten Jepara senantiasa memberikan perlindungan kepada warga masyarakat. Gas elpiji 3 kilogram merupakan penopang utama aktivitas sehari-hari. Karena itu, kepastian mengenai isi dan distribusinya menjadi komitmen Pemkab Jepara,” pungkasnya
Hadepe
JEPARA (SUARABARU.ID) – Keluhan warga yang menyebut isi tabung gas elpiji 3 kilogram berkurang dan tidak penuh hingga cepat habis mendapatkan respon dari Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Jepara. Keluhan tersebut disampaikan melalui anggota DPR RI Jamaludin Malik dan Dinas
“Untuk memastikan ada tidaknya pengurangan isi tabung elpiji bersubsidi, telah diterjunkan tim untuk melakukan pengecekan lapangan pada Rabu kemarin di SPBE PT Berkah Sejahtera yang berada di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara,” ujar Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Jepara,” ujar Kepala Disperndag Kabupaten Jeparfa Anjar Jambore Widodo, Kamis 11 Juni 2026.
Menurut Anjar, dalam pengecekan tersebut petugas melakukan tera ulang atau penimbangan ulang terhadap tabung gas menggunakan alat ukur resmi dari UPT Metrologi Jepara.
Sebanyak sepuluh tabung kosong dan dua puluh tabung berisi dijadikan sampel pemeriksaan. Hasilnya, tidak ditemukan adanya pengurangan isi tabung sebagaimana rumor yang beredar di masyarakat.
”Tim yang diturunkan mendapatkan fakta, seluruh sampel masih berada dalam standar yang telah ditentukan, “ ujar Anjar Jambore Widodo Tabung kosong beratnya 5 kilogram, sedangkan tabung berisi mencapai 8 kilogram,, tambahnya
Anjar juga memastikan, pengawasan terhadap distribusi elpiji rutin dilakukan bersama Hiswana Migas. “Pemantauan tetap kami lakukan secara berkala, sekitar tiga sampai empat bulan sekali,” ujarnya.
Namun demikian Anjar menyatakan, jika ada warga masyarakat yang merasa di rugikan dan mendapati ada pengurangan berat gas elpiji silahkan untuk dilaporkan. “Kami tentu sangat terbuka untuk menerima laporan yang obyektif dari masyarakat. Jika ada yang melanggar tentu akan dikenakan tindakan,” tegas Anjar Jambore Widodo.
Ia memastikan, Pemerintah Kabupaten Jepara senantiasa memberikan perlindungan kepada warga masyarakat. Gas elpiji 3 kilogram merupakan penopang utama aktivitas sehari-hari. Karena itu, kepastian mengenai isi dan distribusinya menjadi komitmen Pemkab Jepara,” pungkasnya
Hadepe













