blank
Pianis Jonathan Wibowo tampil dalam konser Musica Sacra et Profana di GKI Karangsaru Semarang, Sabtu malam 21 Juni 2025. Foto: R. Widiyartono

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Gedung Gereja Kristen Indonesia (GKI) Karangsaru di Jalan Karangsaru Semarang, Sabtu malam 21 Juni 2025, penuh dengan pengunjung. Ratusan orang ini hadir, bukan untuk beribadah, tetapi untuk menyaksikan konser piano dan orgel pipa, pianis Jonathan Wibowo.

Jonathan Wibowo adalah pianis yang pendidikan musiknya dimulai sejak usia delapan tahun. Pada usia 10 tahun, lelaki kelahiran 22 April 1993 ini diterima di Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik, dibimbing oleh Paulus Kristianto dan Carolina Lukito.

Jonathan Wibowo mendapat beasiswa dari Pemerintah Federasi Rusia pada tahun 1916, untuk melanjutkan pendideikan di Akademi musik Gnesin, Moskow. Dan, dia berhasil lulus dengan predikat cum laude. 

Dalam gelaran konser bertajuk Musica Sacra et Profana ini yang diselenggarakan GKI Karangsaru ini, Jonathan menampilkan karya komponis Rusia, kemudian komponis terkenal seperti Johann Sebastian Bach, dan Chopin. Sesuai dengan judul konsernya, Musica Sacra et Profana, selain yang ditampilkan adalah karya yang sifatnya rohani maupun yang nonrohani.

Karena ini konser musik klasik, maka penonton sangat tertib. Tidak ada yang lalu-lalang, apalagi mengeluarkan suara-suara. Untuk memotret saja ada aturan khusus, misalnya tidak menggunakan lampu kilat (flash), dan tidak mengganggu penonton lainnya. Namun, tepuk tangan menggema begitu Jonathan Wibowo menyelesaikan penampilan satu komposisi.

Jonathan melakukan konser dalam dua babak. Babak yang pertama dengan memainkan piano, kemudian babak kedua dengan memainkan orgel pipa. Lelaki lulusan Akademi Musik Grensin, Moskow, Rusia ini mengawali konsernya dengan permainan piano menampilkan Nocturne Op. 10 No. 1 karya Pyotr Ilyich Tchaikovsky.

Nocturne Op. 10 No. 1 adalah bagian dari koleksi “Souvenir de Hapsal” (Kenangan dari Hapsal), Op. 2. Komposisi ini untuk piano solo dan dikenal dengan nuansa melankolis dan atmosfer yang khas Tchaikovsky.

blank
Padua Suara GKI Karangsaru tampil dengan lagu Fot the Beauty of Earth dengan iringan orgel pipa oleh Jonathan Wibowo. Foto: R. Widiyartono

Secara umum, Nocturne ini memiliki struktur tiga bagian (A-B-A), dengan bagian tengah yang lebih dramatis dan bersemangat, mengapit bagian luar yang lebih tenang dan introspektif. Nocturne ini memiliki suasana yang penuh dengan nostalgia dan introspeksi, khas gaya Tchaikovsky.

Selanjutnya Jonathan Wibowo menampilkan Prelude in C-sharp Minor, Op. 3 No. 2, komposisi karya Sergei Rachmaninoff. Ini adalah adalah salah satu karya piano paling terkenal dari Sergei Rachmaninoff. Karya ini adalah bagian dari set lima “Morceaux de Fantaisie” dan dikenal karena pengantar yang kuat dan dramatis, yang sering dikaitkan dengan suara lonceng (terutama Lonceng Kremlin).