blank
Pengurus Yayasan Peluk Jepara bersama pengurus Paguyuban Pengukir Sungging Prabangkara, Pengukir Peremp;uan RA Kartini dan pengurus PADIPURA. Foto: Dok

JEPARA (SUARABARU.ID) – Gerakan pelestarian ukir yang dilakukan oleh Yayasan Pelestari Ukir Jepara mendapatkan dukungan dari Paguyuban Pengukir Disabilitas Jepara (PADIPURA). Kepastian bergabungnya paguyuban ini ditegaskan oleh Budi Mulyo dan A. Rozikin ketua dan sekretaris  PADIPURA    dalam pertemuan yang berlangsung Minggu (5/7-2026) di Jepara Wood Carving Gallery.

Dengan demikian ada tiga paguyuban yang sekarang berada di dalam koordinasi Yayasan Pelestari Ukir Jepara, yaitu Paguyuban Pelestari Ukir Sungging Prabangkara, Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini Jepara dan PADIPURA. “Ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan teman-teman pengukir disabilitas beberapa pekan lalu,” ujar  Ketua Yayasan Peluk Jepara, Hadi Priyanto.

“Tentu kami menyambut hangat bergabungnya PADIPURA dalam gerakan pelestarian seni  ukir Jepara. Saat ini secara kelembagaan telah ada yang melakukan kerjasama yaitu Unisnu Jepara, SDN 1 Sukodono dan SDN 2 Mantingan,” ungkap Hadi

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati penguatan lembaga. Untuk Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini Jepara terdiri dari Penasehat: Indria Mustika,  Ketua Umum         : Rumini ,Ketua     Maryati, Wakil Ketua  Sri Bati, Sekretaris    : Sulistiyani, Wakil Sekretaris  Uti Nurhayati,  Bendahara    Arsiti dan Wakil  Bendahara: Rahmawati.

Sedangkan  Paguyuban Pengukir  Sungging Prabangkara terdiri dari  Penasehat Sutarya, Ketua Umum:  Ali Mujahidin, Ketua: Darminto,  Sekretaris     :Istiyanto  dan  Bendahara Muslikanto. Kepengurusan ini dilengkapi dengan kepengurusan seksi-seksi. Sementara Paguyuban Disabilitas Pengukir Jepara ( PADIPURA ) terdiri dari  Penasehat: Ali Afendi,  Ketua : Budi Mulyo,  Sekretaris: A. Rozikin dan Bendahara   : Sriyati

Untuk mengelola kegiatan di Jepara Wood Carving Gallery juga disusun kepengurusan   unit kelas pelajar mengukir, pemasaran online,  ruang pamer di geleri serta unit perlengkapan. “Kami sedang menyusun  perencanaan bisnis Jepara Wood Carving Gallery,: ujar Wakil Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Sutarya.

Sementara Bendahara Umum Yayasan Peluk H. Maslim menjelaskan, sejak diresmikan Bupati Jepara pada tanggal 6 November 2025, telah dilakukan pelatihan ukir bagi 776 pelajar dan umum.

“Harapan kami pada tahun 2026 ini dapat melatih 1000 siswa TK, SD, SMP, SMA dan guru. Ini untuk mengenalkan dan menumbuhkan minat pelajar pada  seni ukir..” ujar Ali Afendi dan Sutrisna, Wakil Ketua Yayasan Peluk Jepara.

Septiana Wibowo