blank
Wali Kota Agustina (tengah), berfoto bersama warga dan Camat Tembalang (Kanan). Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)- Wali Kota Semarang, Dr Agustina Wilujeng Pramestuti SS MM, memuji produk Ongol-ongol Jahe Berseri, hasil olahan warga RW XI, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Saat itu, Wali Kota hadir dalam kegiatan ‘Gerakan Nasional Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM)’, yang dilaksanakan di Lapangan SDN Sendangmulyo 04, Semarang, Minggu (5/7/2026).

Menurut Agustina, produk itu memiliki cita rasa khas, dan prospek bisnis yang menjanjikan apabila didukung dengan legalitas usaha dan pemasaran yang baik. Dia meminta Camat Tembalang, untuk membantu proses perizinan produk ini, termasuk pengurusan sertifikat halal, dan izin-izin lainnya.

BACA JUGA: Meta-Narasi Keharaman Babi: Skalpel Biomolekuler, Kanibalisme Seluler, dan Resolusi Studi Islam Kedokteran

”Produk seperti ini memiliki potensi besar untuk berkembangm dan bahkan bisa menjadi pemasok makanan bagi hotel-hotel yang ada di Kota Semarang,” ujar dia di sela acara.

Agustina menegaskan, Pemerintah Kota Semarang akan terus mendorong lahirnya UMKM berbasis potensi lokal, agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing. Pendampingan mulai dari aspek perizinan, sertifikasi, peningkatan kualitas produk, hingga akses pasar menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha masyarakat.

Disampaikan juga, semangat BBGRM tidak hanya diwujudkan melalui kerja bakti membangun lingkungan, tetapi juga melalui kolaborasi dalam membangun kemandirian ekonomi warga. Potensi lokal yang diolah secara kreatif, dapat menjadi sumber kesejahteraan sekaligus memperkuat identitas daerah.

BACA JUGA: Pertamakali, Jamasan Pusaka Sambernyawa di Pendapa Kabupaten Wonogiri

Melalui penyelenggaraan BBGRM tahun ini, Kelurahan Sendangmulyo menunjukkan bahwa, budaya gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat. Kebersamaan yang terbangun, tidak hanya mempererat hubungan sosial antarwarga, tetapi juga melahirkan inovasi dan produk-produk unggulan, yang berpotensi menjadi kebanggaan Kota Semarang.

Pada kegiatan ini, sejumlah warga memadati lokasi, untuk mengikuti ragam kegiatan sosial, kesehatan, seni budaya, hingga pengembangan usaha mikro, yang menjadi bagian dari peringatan tahunan ini.

Salah satu agenda yang paling menyita perhatian yakni, lomba produk unggulan UMKM berbahan Tanaman Obat Keluarga (Tpga) Antar-RW. Berbagai inovasi hasil olahan tanaman obat karya masyarakat dipamerkan, mulai dari produk pangan hingga kesehatan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Berdasarkan penilaian dewan juri, RW XVII berhasil meraih Juara I melalui produk unggulan berupa minyak urut berbahan tanaman obat, hasil budidaya warga. Lalu RW XIX sebagai Juara II dan RW XXIX (Juara III).

Riyan