JEPARA (SUARABARU. ID) – Komunitas pengemudi (driver) ambulans se-eks Karesidenan Pati yang tergabung dalam Paguyuban Driver Muria Raya menggelar acara Kopi Darat (Kopdar) triwulan.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman H. Edy Lukito, Desa Petekeyan Jepara pada Minggu (05/06/2026), bertujuan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menyamakan visi dan misi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Acara Kopdar dihadiri langsung oleh Ketua Paguyuban Driver Muria Raya, Widgiyanto, Pengurus Cabang (PC) Lazisnu Jepara, Zainuddin dan Azka, Ketua Komunitas Driver Lazisnu Jepara Jayadi, dan anggota Paguyuban Driver Muria Raya.
Paguyuban yang beranggotakan 67 driver se- Karisidenan Pati ini menjunjung tinggi pengabdian dalam melayani umat. Berselogan, “Ini soal pengabdian bukan soal penghasilan.” Paguyuban ingin menunjukkan komitmen untuk melayani umat secara totalitas tak kenal jam kerja dan siap 24 jam demi mengantarkan pasien ke tempat pengobatan.

Ketua Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Petekeyan, Subekhan, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi para pengemudi ambulans. Menurutnya, loyalitas para driver dalam menjalankan tugas kemanusiaan sangat luar biasa.
“Para driver ini seringkali harus menomorduakan kepentingan keluarga demi memberikan layanan terbaik bagi umat yang membutuhkan,” ujar Subekhan.
Senada dengan Subekhan, Pengurus Cabang Lazisnu Jepara, Zainuddin, juga memuji loyalitas mereka. Namun, ia tetap memberikan catatan penting terkait keselamatan di jalan raya.
Zainuddin mengingatkan agar para pengemudi tetap mematuhi etika berlalu lintas, terutama saat armada tidak sedang membawa pasien dalam kondisi darurat (emergency). Hal ini penting demi menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Driver Muria Raya, Widgiyanto, mengajak seluruh anggota untuk terus aktif menghadiri pertemuan triwulan seperti ini. Forum ini dinilai sangat penting sebagai wadah komunikasi dan koordinasi saat bertugas di lapangan.
Salah satu fungsinya menurut Wigdiyanto adalah mempermudah komunikasi antardriver selama perjalanan di lintas wilayah. Di samping itu, untuk mempercepat koordinasi dan kepedulian sesama anggota jika terjadi musibah atau kendala di jalan.
Dalam sesi diskusi, muncul aspirasi dari anggota paguyuban yang mengharapkan adanya fasilitas penunjang bagi pasien luar kota. Mereka mengusulkan kepada PC Lazisnu Jepara agar mengusulkan ke Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) untuk menyediakan rumah singgah di sekitar kota besar seperti Semarang dan Solo.
Fasilitas ini dinilai akan sangat membantu meringankan beban pasien dan keluarga yang sedang menjalani pengobatan rawat jalan atau rujukan di kota-kota tersebut.
Septiana W. – Sub













