BLORA (SUARABARU.ID) — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II, Kodim 0721/Blora mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses pemadatan jalan makadam di Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora Jawa Tengah, pada Rabu 28 Mei 2025.
Danramil 08/Kedungtuban, Kapten Czi Sundiro saat memimpin pelaksanaan di TMMD Nglandeyan, menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan serta memaksimalkan dampak ekonomi bagi warga Nglandeyan Kedungtuban dan sekitarnya.
“Jalan makadam yang menjadi sasaran fisik utama TMMD kali ini merupakan jalur vital penghubung warga menuju lahan pertanian,” ucap Kapten Czi Sundiro.
Menggunakan alat berat Wales Stum, lanjut Danramil 08/Kedungtuban, susunan batu yang sebelumnya telah dirapikan kini dipadatkan secara optimal. Hasilnya, jalan tidak hanya lebih kokoh, tetapi juga lebih nyaman dan tahan lama untuk digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari dengan baik.
“Penggunaan alat berat sangat membantu dalam mempercepat penyelesaian jalan makadam. Target pembangunan bisa lebih cepat dicapai, dan manfaatnya langsung dirasakan oleh warga,” ujar Kapten Czi Sundiro.
Danramil 08/Kedungtuban menandaskan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Semangat gotong royong yang terlihat dalam program ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat. Kami berharap, selesainya akses jalan ini mampu mendorong ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan warga,” jelas Danramil 08/Kedungtuban.
Masih kata Kapten Czi Sundiro, bahwa TMMD Sengkuyung Tahap II di Blora bukan hanya sekadar proyek pembangunan, melainkan simbol nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam membangun desa.
“Dengan infrastruktur yang lebih baik, kehidupan masyarakat desa diharapkan makin maju dan sejahtera,” tandas Danramil 08/Kedungtuban.
Masyarakat Desa Nglandeyan menyambut antusias pembangunan ini, salah satu warga, Suryono berharap jalan segera rampung dan dapat digunakan sebagai jalur utama distribusi hasil pertanian.
“Dengan dibangunnya jalan makadam ini, semoga roda perekonomian desa bisa bergerak lebih cepat,” ucap Suryono.
Kudnadi Saputro












