JEPARA (SUARABARU.ID)- Sebagai kota maritim, Jepara mempunyai wilayah laut yang sangat luas. Begitu juga hasil tangkapan lautnya yang melimpah, menjadi komoditas tak terpisahkan dari ciri khas kota ukir.
Di sektor inilah beberapa dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau yang biasa disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Giizi (SPPG) di Jepara memanfaatkan melimpahnya hasil laut untuk ikut melayani pememenuhan gizi.
Dari kunjungan suarabaru.id ke beberapa SPPG di wilayah Jepara ditemukan fakta bahwa menu MBG yang diberikan ke penerim manfaat, dalam seminggu dapat dipastikan ada menu ikan laut.
Seperti pengakuan salah satu relawan di SPPG 03 Tahunan Jepara, dalam seminggu menu MBG yang diberikan kepada anak sekolah maupun busui, bumil, balita (3B) ada menu yang menggunakan ikan laut.
“Mitra kami selalu mengambil ikan laut dari para nelayan maupun pengepul di kongsi atau di Tempat Pelelangan Ikan (TPI)”, ujar Ghozali, salah satu relawan yang ikut bekerja di SPPG 03 Tahunan.
“Biasanya saya yang diberi tugas untuk mengambil ikan jenis udang, cumi, maupu tongkol. Tergantung musim ikan apa yang sedang melimpah”, lanjutnya.
“Bahkan ketika menu MBG sayur bening kita mengambil ikan asap di daerah Pesajen Jepara”, sambungnya.
“Kalau selama ini banyak yang bilang tidak pernah melibatkan suplier kecil, ndak benar itu, bisa kok dicek kepada para suplier”, lanjut pria yang akrab disapa Pak Zali ini.
Sementara itu, secara terpisah, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Jepara, M. Latifun yang bergerak di bidang perekonomian, kelautan, pertanian dan koperasi mendorong program MBG ini mampu memafaatkan kearifan lokal.
“Hasil tangkapan ikan nelayan di Jepara harus menjadi komoditas yang tak terpisahkan dari menu MBG yang disajikan kepada penerima manfaat”, ujar Latifun, kepada suarabaru.id, Rabu (8/7/2026) di ruangan fraksi Partai Demokrat.
“Karena ikan laut merupakan kearifan lokal yang tidak bisa dipisahkan dengan Jepara”, sambung Latifun.
“Dari 176 SPPG yang sudah beroperasi di Jepara, harus mampu menjadi penggerak roda ekonomi. Saat ini Komisi B sedang mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mempersiapakan bahan baku untuk ikut mensuplai dapur MBG”, lanjut Latifun.
Masih menurut Latifun, saat ini Dinas Pertanian sedang mempesiapkan cluster untuk memenuhi bahan baku dapur MBG.
“Saat ini Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara sedang mempersiapkan cluster-cluster komoditas pertanian dan peternakan yang mampu untuk suplai bahan baku dapur MBG di Jepara”, pungkas Latifun.
ua













