TEGAL (SUARABARU.ID) – Puluhan pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA se‑Kota Tegal yang tergabung dalam Saka (Satuan Karya) Anti Narkoba bagian dari Pramuka Penegak Kwartir Cabang (Kwacab) Kota Tegal mengikuti Jambore Virtual yang berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 8–9 Juli 2026.
Kegiatan bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan sebagai pelopor gerakan pelajar bersih narkoba.
Ketua Mabisaka, Kakak Kunarto menyampaikan, kegiatan jambore diselenggarakan sepenuhnya secara daring, artinya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak terbatas oleh ruang, apalagi didukung dengan teknologi yang semakin canggih.
Meskipun daring, jambore tetap berjalan terstruktur dan interaktif, peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dari tempat masing‑masing.
“Selama dua hari penyelenggaraan, rangkaian acara disusun secara bertahap agar materi mudah diserap dan tidak terasa membosankan,” kata
Kakak Kunarto, Rabu (9/7/2026).
Hari pertama, diawali dengan pembukaan resmi, sambutan ketua Mabisaka, Kak Kunarto, Ketua Kwarcab Pramuka Kota Tegal, Kak drg Agus yang diwakili oleh, Kak Sartono selaku sekretaris dan dibuka secara resmi oleh Direktur Peran Serta Masyarakat BNN RI, Yuki Ruchimat, dilanjutkan dengan penyampaian materi dasar tentang pengenalan jenis‑jenis narkoba, dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental, serta kerugian bagi masa depan dan lingkungan sosial.
Materi disampaikan mengacu pada data resmi Badan Narkotika Nasional (BNN) sesuai Krida Pencegahan, Rehabilitasi dan Pemberantasan dengan bahasa sederhana dan ilustrasi yang menarik.
Selanjutnya penugasan karya kampanye anti narkoba dalam bentuk poster untuk dilombakan.
Sesi diskusi dan tanya jawab juga dibuka agar peserta bisa meluruskan berbagai informasi yang salah atau mitos yang beredar.
Hari kedua, kegiatan diawali dengan paparan khusus dari ketua Saka Anti Narkoba, Kak Beny yang menyampaikan visi, peran strategis anggota, serta langkah‑langkah nyata yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah dan masyarakat untuk mencegah peredaran narkoba.
Selanjutnya diadakan lomba cerdas cermat yang menguji pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Bagian terakhir adalah penilaian karya poster anti narkoba yang telah dibuat peserta selama kegiatan. Kriteria penilaian adalah kejelasan pesan, kreativitas desain, dan kesesuaian dengan kampanye anti narkoba. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba.
Melalui jambore ini, diharapkan anggota Saka Anti Narkoba dapat terus berperan aktif menyebarkan informasi akurat, membentuk lingkungan yang sehat, serta mewujudkan Kota Tegal yang bebas dari ancaman narkoba.
“Setelah mengikuti jambore dua hari ini, anggota Saka Anti Narkoba Kota Tegal makin siap menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi akurat, mengajak lingkungan sekitar hidup sehat, serta menjauhi segala bentuk narkoba demi masa depan yang lebih baik”, tutup Kunarto.
Isno













