Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 berfoto bersama usai audiensi dengan Wali Kota Jakarta Utara. Foto: Dok/Humas

JAKARTA (SUARABARU.ID) – Jajaran PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 berupaya memperluas jaringan keagenan melalui program satu kelurahan satu agen. Program tersebut akan diperkuat di wilayah Jakarta Utara.

Sebagai langkah awal, PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 melakukan audiensi dengan Wali Kota Jakarta Utara, yang diterima di kantor kerjanya, Rabu (21/2/2024).

Audiensi ini merupakan bentuk sinergitas dengan Pemkot Jakarta Utara. Dalam audiensi tersebut, Pemimpin PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Endang Pertiwi, menawarkan beberapa program yang bisa dijalankan bersama dengan Pemkot. Diantaranya program satu kelurahan satu agen.

“Program satu kelurahan satu agen ini sudah ada sejak lama. Kami ingin memperkuat keagenan di wilayah Jakarta Utara. Agen nantinya akan menjadi kepanjangan tangan Pegadaian dalam program literasi ke masyarakat,” kata Endang.

Melalui Agen Pegadaian, pihaknya ingin Pegadaian lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Dengan begitu jangkauan layanan semakin luas dan semakin banyak masyarakat yang terlayani.

Endang Pertiwi menjelaskan, banyak keuntungan yang diperoleh dengan menjadi Agen Pegadaian. Diantaranya mitra yang merupakan perorangan maupun Badan Usaha Milik Kelurahan (BUMKel) akan mendapatkan fee agen berdasarkan transaksi. Sehingga menjadi tambahan pendapatan.

Keuntungan lainnya menjadi agen Pegadaian antara lain mendapat penghasilan dengan sharing fee yang kompetitif, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan menambah jumlah pelanggan/relasi.

“Dengan menjadi Agen Pegadaian, mitra tetap masih bisa menjalankan pekerjaan utama. Namun jika ditekuni dengan serius, keuntungan dari agen Pegadaian juga bisa menjadi penghasilan utama,” terangnya.

Menurutnya, dengan adanya perpanjangan tangan agen, Pegadaian ingin memberikan edukasi kepada masyarakat. Tak dipungkiri, hingga kini masih banyak masyarakat yang terjebak investasi ilegal/bodong dan pinjaman online (Pinjol). Hal itu dikarenakan masih rendahnya literasi keuangan masyarakat.

“Di Pegadaian, banyak produk investasi yang bisa dimanfaatkan diantaranya pembelian emas, cicil emas, hingga tabungan emas yang bisa dilakukan di semua outlet dan kantor cabang Pegadaian,” imbuhnya.

Di lini UMKM, lanjutnya, juga tersedia berbagai produk seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah, Gadai, Krasida, Kreasi Ultra Mikro, Kreasi Multiguna, dan lainnya. Melalui berbagai produk tersebut, Pegadaian menyediakan pembiayaan yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

Dari data yang ada, lanjut Endang, masih ada sekitar 30 juta UMKM di Indonesia yang hingga kini masih belum mendapatkan fasilitas pinjaman formal. Bahkan, layanan finansial belum tersentuh.

“Melalui berbagai produk itu, kami siap memberikan modal usaha maupun modal pengembangan usaha untuk para pelaku UMKM,” pungkasnya.

Ning S