blank
Suasana pertemuan Pj Bupati Kudus dengan delegasi Minhaj Welfare Foundation, Inggris. Foto:Ist

KUDUS (SUARABARU.ID) — Terobosan strategis dilakukan Penjabat Bupati Kudus Dr. M. Hasan Chabibie dengan menginisiasi kerjasama antara Pemkab Kudus dengan Pemerintah Inggris. Kerjasama tersebut terutama dilakukan di bidang pendidikan dan keagamaan.

Inisiasi atas kerjasama tersebut mencuat saat penerimaan menerima kunjungan delegasi dari komunitas muslim di Inggris, dari organisasi Minhaj Welfare Foundation, di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (14/2).

Dalam kunjungan ini, hadir Direktur Operasional Minhaj Welfare di Inggris Adnan Sohail, Director Finance Muhammad Imran Qureshi, serta Managing Director Minhaj Welfare Faisal Hussain.

Menyambut langsung rombongan, Pj. Bupati Kudus Dr. M. Hasan Chabibie ditemani oleh Ibu Aini Hafidz, Pj Sekda Kudus Revlianto Subekti serta Stafsus Bidang Inovasi, Strategi dan Komunikasi Munawir Aziz.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah poin kerjasama strategis
Pemkab Kudus dan Minhaj Welfare Foundation yang berhasil disepakati diantaranya adalah Pemkab Kudus akan menginisiasi beberapa program strategis seperti pengiriman dai dari Kudus ke Inggris, memperkuat jaringan riset akademik dan think-tank, serta inisiasi sister city dengan pemerintah kota di Inggris Raya.

“Kudus ini potensinya sangat besar, kita punya sumber daya yang melimpah. Kita punya warisan intelektual dan kebudayaan dari Sunan Kudus dan Sunan Muria yang luar biasa, toleransi kebudayaan serta moderasi beragama yang sudah ratusan tahun. Selain itu, Kudus juga punya sistem Pendidikan pesantren yang kuat, pendidikan vokasi yang berkualitas, serta ekosistem industri yang kondusif dan terus bertumbuh,” ungkap Hasan Chabibie.

“Jadi, di Kudus ini banyak ulama, gus-gus pesantren, serta akademisi yang potensi besar. Jadi, kami ingin agar nilai-nilai keislaman, moderasi dan intelektualisme dari Kudus ini bisa berdampak di Inggris dan Eropa. Kebetulan, Minhaj Welfare sudah bekerjasama dengan beberpa pihak di Indonesia, baik British Embassy, KBRI London, Nahdlatul Ulama, serta beberapa pemerintah provinsi di Indonesia. Saya ingin mendorong Pemkab Kudus bisa terlibat dalam program strategis bertaraf internasional ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Hasan Chabibie juga menyampaikan bahwa ajaran moderasi beragama dan komunikasi lintas agama yang sudah digaungkan Sunan Kudus lima abad yang lampau, akan menjadi pelajaran penting bagi dunia.

“Kami yakin potensi besar Kudus, tinggal perlu keberanian, visi, dan political will untuk membawa keunggulan ini di kancah dunia. Saya ingin kader-kader terbaik dari Kudus, bisa berkontribusi di level internasional,” terang Hasan, yang mengawali karir di Kemendikbud ristek ini.

Selain itu, Pemkab Kudus juga menjajaki potensi kerjasama dengan pemerintah kota di Inggris, untuk Sister City. “Kami ingin membangun kerjasama dengan pemerintah kota Inggris, untuk kerjasama jangka panjang dan berkelanjutan. Misalnya, dengan pemerintah Kota London, Liverpool, Birmingham, atau kota-kota lain yang bisa saling memberikan kontribusi. Kami ingin belajar tentang sistem Pendidikan vokasi, tata kota, transportasi publik, serta green energy dan penanganan climate change. Sementara, kami bisa mendeliver terkait harmoni budaya, toleransi antar umat beragama,” ungkap Hasan.

Managing Director Minhaj Welfare Faisal Hussain mengungkapkan bahwa pihaknya menyambut baik inisiasi kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kudus.

“Kami dari Minhaj Welfare Foundation, punya jejaring global dan sudah beberapa tahun terakhir menjalin kerjasama dengan beberapa pihak di Indonesia. Dalam pertemuan dengan British Ambassador di Jakarta Dominic Jermey, kami mendapat apresiasi karena kerjasama people to people yang kami inisiasi berkontribusi penting untuk memperkuat hubungan antar negara, Indonesia dan Inggris,” jelas Faisal Hussain, yang bersama tim melakukan rangkaian perjalanan di beberapa kota di Indonesia.

Pihak Minhaj Welfare Foundation juga mendukung dan siap membantu inisiasi pemerintah Kabupaten Kudus dalam kerjasama dengan beberapa pemerintah kota di Inggris. Dalam waktu dekat, kerjasama akan dilanjutkan dengan workshop, meeting dan beberapa program strategis untuk mengawal inisiasi kolaborasi ini. Dalam kunjungan ke Kudus ini, tim Minhaj Welfare Foundation juga berkunjung ke Kawasan Menara, ziarah di Makam Sunan Kudus, serta dialog dengan santri-santri di Madrasah Qudsiyyah Putri.

Sebelumnya, utusan dari Pemkab Kudus sudah bertemu dengan delegasi dari British Embassy di Jakarta untuk membahas kerjasama antar pihak. Khususnya dalam mematangkan ide kerjasama English for Ulama, dari Kudus untuk dikirim ke beberapa komunitas muslim dan kampus di Inggris Raya .

Ali Bustomi