blank
BI Jateng, ISEI Semarang, dan LPS menggelar seminar perekonomian Jawa Tengah sekaligus pelantikan pengurus baru ISEI Semarang periode 2026 - 2029. foto : ist./bi

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi memperkuat sinergi lintas sektor.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui rangkaian acara Seminar Perekonomian Jawa Tengah, Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Tengah, serta Pelantikan Pengurus ISEI Cabang Semarang Periode 2026–2029.

Kegiatan yang berlangsung di Borobudur Hall, Gedung LPPM Universitas Negeri Semarang pada Kamis 21 Mei 2026 ini mengangkat tema “Mendorong Perekonomian Jawa Tengah Lebih Kuat, Merata dan Berkesinambungan melalui Sinergitas antar-Pihak”.

Agenda ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, anggota ISEI, mahasiswa, serta berbagai mitra strategis.

Dalam paparannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, menyampaikan bahwa BI terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Langkah ini dilakukan melalui sinergi kebijakan moneter, sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, pengendalian inflasi, penguatan UMKM, serta akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan,” ujar Noor.

Di tingkat daerah, kolaborasi antar-pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga momentum pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan ekonomi daerah di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.

Seminar ini juga menghadirkan Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank LPS, Doddy Zulverdi.

Dalam kesempatan tersebut dirinya membawakan materi bertajuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I Tahun 2026: Momentum, Pemerataan, dan Ketahanan Ekonomi.

“Ketahanan ekonomi nasional dan sektor perbankan saat ini tetap terjaga dengan baik. Kendati demikian, ketidakpastian global yang masih membayangi memerlukan kewaspadaan tinggi serta penguatan sistem keuangan yang semakin adaptif,” kata Doddy.

Selain seminar ekonomi, momentum penting juga terjadi pada tubuh ISEI Cabang Semarang melalui pelantikan pengurus baru untuk periode kepengurusan 2026–2029.

Dalam sesi refleksi, manta Ketua ISEI Semarang Prof. Suharnomo, menekankan pentingnya kesinambungan organisasi. Ia menggarisbawahi perlunya penguatan kontribusi ISEI dalam memberikan gagasan serta rekomendasi nyata bagi pembangunan ekonomi.

Sementara itu, Ketua ISEI Cabang Semarang terpilih, Prof. Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti, menegaskan komitmennya untuk mempererat kolaborasi triple helix antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha.

“Komitmen ini akan diwujudkan melalui penguatan riset, pengembangan jejaring, publikasi ilmiah, serta kontribusi nyata terhadap berbagai isu ekonomi strategis,” katanya.

Melalui penyelenggaraan rangkaian kegiatan ini, seluruh pihak yang terlibat berharap dapat membangun sinergi yang lebih kokoh demi mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tidak hanya kuat, melainkan juga merata dan berkelanjutan.
Hery Priyono