GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Polisi mengamankan Orang dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di rel kereta api wilayah Toroh, Kabupaten Grobogan, Jumat (22/5/2026).
Evakuasi dilakukan oleh personel Polsek Toroh bersama tim kesehatan Puskesmas Toroh I setelah menerima laporan adanya seorang pria yang kerap berada di sekitar jalur rel kereta api di Dusun Ngrombo, Desa Depok.
Keberadaan ODGJ di sekitar rel kereta api Toroh tersebut dinilai membahayakan keselamatan, baik bagi dirinya sendiri maupun perjalanan kereta api yang melintas di jalur tersebut.
BACA JUGA : Detik-detik Waisak Tahun Ini, 31 Mei Pukul 15.44 Sore
Lokasi tempat pria itu berada juga cukup jauh dari permukiman warga karena berada di area persawahan.
Informasi awal diterima dari petugas keamanan Stasiun Ngrombo yang melihat pria tersebut beberapa kali berada di pinggir rel kereta api. Kondisi itu kemudian segera dilaporkan kepada jajaran Polsek Toroh untuk ditindaklanjuti.
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Toroh langsung bergerak menuju lokasi guna melakukan pengecekan sekaligus pengamanan di sekitar jalur kereta api.
Langkah cepat dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan perjalanan kereta api maupun keselamatan pria tersebut.
Kapolsek Toroh AKP Joko Ismanto mengatakan, pihaknya segera menerjunkan personel setelah menerima laporan dari petugas keamanan stasiun.
“Setelah menerima laporan dari petugas keamanan stasiun, anggota langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi ODGJ tersebut sekaligus mengantisipasi terjadinya kecelakaan kereta api,” ujar AKP Joko Ismanto.
BACA JUGA : Tim Vocasignora Sekolah Vokasi UNDIP Raih Gold Medal dan Best International Invention and Innovation Award dari Thailand di WYIE 2026 Malaysia
Menurutnya, keberadaan seseorang di sekitar rel kereta api memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi, terlebih lokasi tersebut berada di area persawahan yang cukup sepi dari aktivitas warga.
Ia menyebut, jalur rel kereta api merupakan kawasan yang rawan dan tidak boleh digunakan untuk aktivitas masyarakat karena dapat membahayakan keselamatan.
Polsek Toroh kemudian berkoordinasi dengan tim kesehatan dari Puskesmas Toroh I guna melakukan penanganan lebih lanjut terhadap pria tersebut.
Koordinasi dilakukan agar proses evakuasi berjalan aman serta tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan.
Petugas gabungan selanjutnya melakukan pendekatan secara persuasif sebelum mengevakuasi pria tersebut dari sekitar rel kereta api.
Proses penanganan berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Petugas juga memastikan situasi di sekitar jalur kereta api tetap aman selama proses evakuasi berlangsung.
Kapolsek Toroh menegaskan bahwa penanganan dilakukan dengan cara humanis agar kondisi pria tersebut tetap terkendali selama proses evakuasi.
BACA JUGA : BI, ISEI, dan LPS Gelar Seminar Ekonomi, Perkuat Sinergi Lintas Sektor
“Penanganan dilakukan bersama tim kesehatan agar proses evakuasi berjalan aman serta mengedepankan pendekatan kemanusiaan,” jelas Kapolsek Toroh.
Setelah berhasil dievakuasi, pria tersebut kemudian dibawa ke RSUD Purwodadi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Tim medis selanjutnya akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kejiwaan pria tersebut guna menentukan langkah penanganan berikutnya.
Apresiasi
AKP Joko Ismanto juga mengapresiasi kepedulian petugas keamanan Stasiun Ngrombo yang cepat melaporkan situasi tersebut kepada pihak kepolisian.
Menurutnya, laporan cepat dari masyarakat maupun petugas keamanan sangat membantu dalam mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia menilai sinergi antara masyarakat, petugas keamanan, dan aparat kepolisian sangat penting dalam menjaga keselamatan bersama.
Kapolsek Toroh juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan orang lain.
“Kami mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan cepat,” ungkapnya.
Selain itu, pihak kepolisian meminta masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas di sekitar jalur rel kereta api yang dapat memicu risiko kecelakaan.
BACA JUGA : 5 Keajaiban Alam Papua yang Wajib Dikunjungi Wisatawan Indonesia
Petugas juga mengingatkan bahwa area rel kereta api bukan tempat untuk beraktivitas karena memiliki potensi bahaya yang cukup tinggi.
Polisi mengamankan ODGJ di rel kereta api Toroh tersebut sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalur kereta api yang setiap hari dilalui perjalanan kereta.
Melalui penanganan cepat polisi mengamankan ODGJ di rel kereta api Toroh itu, aparat berharap keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat di sekitar jalur rel tetap terjaga dengan baik.
TYA WIDYA













