KUDUS (SUARABARU.ID) – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Ir. Rusman Efendi, MM mengatakan penurunan prevalensi stunting masih menjadi prioritas program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Rusman Efendi menyampaikan hal itu saat menghadiri Sosialisasi Program Bangga Kencana di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah tersebut berkolaborasi dengan mitra kerja, DinsosP3AP2KB dan TP PKK Kabupaten Kudus serta PT Kobe Boga Utama, serta diikuti oleh 200 tenaga lini lapangan (PPKBD) dan penggerak PKK dari sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus.
Dikatakan, persoalan tengkes atau stunting masih menjadi perhatian dari pemerintah. Publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan bahwa prevalensi stunting Indonesia tahun 2024 adalah 19,8%.
“Angka ini lebih rendah 0,3% poin dari target prevalensi stunting yang ditetapkan untuk tahun 2024 yaitu 20,1%. Capaian tahun 2024 memberi angin segar bagi pencapaian target penurunan angka stunting nasional menjadi 14,2% pada tahun 2029 sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),” kata Rusman.
Dari angka 21,5% di tahun 2023, untuk dapat turun ke angka 14,2% di tahun 2029, artinya masih harus menurunkan sekitar 7,3% poin dalam lima tahun ke depan.
“Salah satu program prioritas pemerintah untuk mengatasi stunting adalah Program Makanan Bergizi (MBG) khususnya bagi penerima manfaat 3B (Busui, Bumil dan Balita Non-Paud). Bahkan Program MBG 3B ini merupakan satu-satunya program yang ada di tingkat internasional,” papar Rusman.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini sebanyak 61% SPPG di Kudus telah melayani sasaran 3B. “Artinya, masih ada sekitar 39 persen SPPG yang belum mengakomodir,” tambahnya. Pihaknya berharap pemerintah, khususnya Kabupaten Kudus, bisa melakukan intervensi untuk mencapai sasaran 3B sebesar 100 persen.
Pentaheliks
Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Kudus Endah Endhayani Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa upaya pengentasan stunting tak boleh dihentikan meskipun prevalensi stunting menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun.













