blank
Ahli gizi RS Panti Wilasa Citarum L Molek Wijayanti menanggapi peserta edukasi kesehatan. Foto: wied

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum menggandeng Gereja Kristen Jawa (GKJ) Semarang Barat melakukan bazar murah bahan makanan dan memberikan edukasi kesehatan, Sabtu 13 Januari 2024.

Acara digelar di tempat ibadah Mugassari, Jalan Mugas Barat IX, dihadiri sekitar 50 orang, terdiri atas para majelis gereja dan jemaat yang Sebagian besar berusia lanjut.

Diaken Wijonarko, Ketua III Majelis GKJ Semarang Barat dalamk sambutannya menyampaikan terima kasih kepada RS Panti Wilasa Citarum yang tergerak untuk mengajak GKJ Semarang Barat berbagi dan melakukan edukasi Kesehatan.

blank
Para peserta edukasi kesehatan di Tempat Ibadah Mugassari GKJ Semarang Barat. Foto: wied

Dikatakan, bermula adanya informasi bahwa RS Panti Wilasa Citarum akan menggelar bazar di GKJ Semarang Barat, selanjutnya majelis melakukan rapat. “Akhirnya dipilih tempat di tempat ibadah GKJ Semarang Barat di Mugassari, karena gereja induk di Jalan Hasanuddin sedang digunakan untuk pemberkatan nikah,” kata Wijonarko.

WIjonarko berharap, kegiatan serupa ini bisa berulang, dan menjadi kegiatan yang rutin kerja sama RS Panti Wilasa Citarum dengan GKJ Semarang Barat.

Sedangkan dr Tiurlan Pardamean Br Sibarani dari RS Panti Wilasa Citarum dalam sambutannya mengatakan, kegiatan bazar murah dan edukasi kesehatan ini diharapkan menjadi kontribusi RS Panti Wilasa Citarum dalam menjalin hubungan baik dengan gereja.

Makan Cerminan Kesehatan Kita

Dalam kesempatan ini, ahli gizi RS Panti Wilasa Citarum Laurensia Molek Wijayanti SGz memaparkan topik “Asupan gizi yang tepat untuk tetap sehat dan produktif”, yang tampaknya cocok untuk hadirin yang rata-rata usia lanjut.

You are what yu eat. Makanan yang kita makan adalah cerminan diri dan Kesehatan kita,” ujar Molek.

blank
Warga jemaat GKJ Semarang Barat menukarkan kupon dan mendapatkan paket bahan makanan. Foto: Wied

Kita bisa menjadi sakit bila makanan tak bisa dikelola oleh tubuh. Menurut Molek, makanan tidak hanya untuk mengenyangkan dan membangun energi, tetapi juga bisa menjadi bat. “Pada masa anak-anak berat badan dan tinggi badan harus selalu dipantau. Tetapi untuk kitabyang berusia 40 sampai 70-an tahun yang jadi ukuran adalah lingkar perut. Untuk pria ukuran nrmal 90 sentimeter dan Perempuan 80 cm,” ujar Molek.

Dia mengingatkan, agar semuanya menjaga pola makan. “Makan tiga kali sehari dengan waktu yang teratur. Jangan sembarang makan, boeh saja selain makanan utama diselingi kudapan atau snack. Tetapi yang penting perhatikan jamnya,” ujar Molek.

Wajib Sarapan

Dia mengungkapkan, banyak yang tidak biasa sarapan atau makan pagi, karena alasan pekerjaan atau yang lain. “Padahal mestinya sebelum kita mengeluarkan energi harus mengisi energi lebih dahulu. Kemudian dua jam sebelum tidur harus sudah berhenti makan,” ujarnya.

blank
Diaken Wijonarko, Ketua III Majelis GKJ Semarang Barat memberikan sambutan. Foto: wied

Selain mengatur pola makan, diingatkan untuk berolahraga. “Olahraga bukan ngepel atau bersih-bersih. Yang dimaksud olahraga itu dilakukan teratur diawali pemanasan, kegiatan inti, lalu pelepasan,” ujar Molek.

Untuk usia mapan, di atas 40 tahun diingatkan, agar jangan sering makan makanan yang diawetkan, kurangi garam, dan juga gula. “Konsumsi sayur yang cukup, buah-buah yang mengandung kalium, dan hindari makanan berlemak,” kata dia.

Suasana menjadi makin hangat dengan adanya beberapa pertanyaan dari peserta. Acara yang berlangsung sekitar satu setengah jam ini berakhir, dilanjutkan dengan penukaran kupon dengan bahan makanan berupa beras, kecap, dan bahan makanan lainnya.

wied