blank
dr. Adhi Yustiawan (dokter Klinik Pratama Lapas Semarang) melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap narapidana. Foto: Dok/Lapas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang terus berupaya meningkatkan pemenuhan layanan kesehatan bagi para narapidana.

Kali ini pihaknya melakukan layanan pemeriksaan kesehatan keliling (jemput bola) di blok hunian narapidana yang dilaksanakan di Blok Bima, Senin (27/11/2023).

Pemeriksaan kesehatan untuk narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjadi faktor penting, mengingat kesehatan warga binaan merupakan hak dasar yang wajib dipenuhi oleh Lapas.

Menurut Kepala Lapas Semarang, Usman Madjid, jemput bola pemeriksaan kesehatan keliling blok hunian bagi para warga binaan merupakan aksi nyata program revitalisasi penyelenggaraan Pemasyarakatan yang rencana akan diadakan rutin seminggu sekali.

BACA JUGA: Rakor Timpora, Kalapas Usman Sebut Ada 16 WNA Jalani Pidana di Lapas Semarang

“Kami akan melakukan kontrol kesehatan keliling di blok-blok hunian warga binaan secara rutin. Apalagi, akhir-akhir ini cuaca tidak menentu, kadang panas kadang hujan. Kami tetap menyarankan mereka menjaga kesehatan dan imunitas tubuhnya,” kata Usman.

Pemeriksaan kesehatan keliling ini dilakukan oleh tim medis Klinik Pratama Lapas Semarang yang terdiri dari satu orang dokter dan dua orang perawat. Kegiatan pemeriksaan kesehatan keliling ini merupakan langkah preventif untuk mengetahui masalah kesehatan sekaligus monitoring penyakit para narapidana.

Usman menyebut, pihaknya terus memperhatikan kesehatan warga binaan. “Apabila ada warga binaan yang sakit, selama masih bisa ditangani petugas medis di sini, maka akan kami tangani. Jika tidak, kami akan langsung rujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih optimal,” tegas Usman.

BACA JUGA: Lapas Semarang Bersama Kejari Sepakat Perkuat Sinergi Antar-Instansi

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan, Agung Nurbani mengatakan, dalam pemeriksaan keliling ini, pihaknya tidak menemukan warga binaan yang mengalami gangguan kesehatan serius pada Blok Bima. Meski begitu, dirinya menyarankan para narapidana tetap menjaga kesehatannya.

“Kami berharap pemeriksaan kesehatan keliling blok hunian ini menjadi salah satu langkah awal dalam meningkatkan derajat kesehatan warga binaan,” terangnya.

“Ini merupakan wujud dari pelayanan kami kepada warga binaan. Tak hanya menyediakan tempat untuk berobat di klinik, namun kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan keliling turun ke blok hunian,” ujar Agung.

Ning S