blank
Di rumah bersejarah yang di dalamnya terpanjang foto Pangsar Jenderal Sudirman (latar belakang), Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji (kiri), menyerahkan bantuan unit pengolah Kakao kepada petani di Desa Tokawi.(Dok.Prokopim Pacitan)

PACITAN (SUARABARU.ID) – Desa Tokawi di Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Jatim, memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang melimpah. Menjadi penghasil komoditas kopi yang terkenal sejak Zaman Belanda.

Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, kopi yang dibudidayakan di Desa Tokawi adalah varietas Liberika, yang merupakan peninggalan Belanda di era Tanam Paksa pada Tahun 1830 sampai 1865.

Hal itu terungkap, saat Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji, melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Nawangan. Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Mas Aji (panggilan akrab Bupati Pacitan) melakukan pertemuan dengan puluhan anggota kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kecamatan Nawangan.

Pertemuan digelar di Rumah Bersejarah milik Mbah Ebroh di Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Yakni rumah yang dulu pernah untuk menginap Pangila Besar (Pangsar) Jenderal Sudirman, saat memimpin perang gerilya melawan penjajah Belanda.

“Terima kasih kepada petani semua, khususnya petani dari Kecamatan Nawangan. Yang atas kerja kerasnya, mampu mewujudkan ketahanan pangan di Pacitan,” kata Mas Aji.
Bambang Pur