blank
Tim Voice of Satya Wacana Christian University (SWCU) UKSW. Foto: Dok/UKSW

“Terima kasih atas segala dukungan sehingga kami dapat meraih prestasi di kedua kategori lomba yang diikuti,” imbuh Dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) ini.

Menakjubkan dan mengesankan

Tim yang dikomandani Juanita Theresia Adimurti ini membawa 38 penyanyi, 2 konduktor, 1 percussionist dan 1 official. Konduktor dibawakan oleh Juanita Theresia Adimurti, Eriyani Tenga Lunga, S.Mus., serta Percussionist Bagus Gangsar Wibisono, S.Pd.

Adapun lagu yang dibawakan Voice of SWCU adalah Tak Tong-Tong arr. by Bagus G. Wibisono, Oh Ading Koh arr. by G. Gere, dan Benggong arr. by. K. Steven pada Ethnic Category. Sementara itu, untuk Classical Mixed & Equal Category, Voice of SWCU membawakan lagu Magnificat (Giovanni P. da Palestrina), Lux Aeterna (E. Elgar, Arr. by J. Cameron), Fajar dan Senja II (Ken Steven).

Ketua Voice of SWCU Adventia Natalia Christy Puasa tidak bisa menutupi perasaan bahagianya atas prestasi yang diraih timnya. “Sangat bersyukur. Ini adalah pengalaman yang menakjubkan dan mengesankan bagi saya dan teman-teman. Ini adalah pengalaman untuk belajar lebih lagi mengenai dunia tarik suara, mengenal culture negara lain, dan membangun hubungan dengan kontingen peserta lainnya,” beber mahasiswa Fakultas Psikologi ini.

Salah satu pengurus Voice of SWCU yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Otniel Agathian Kurnianto Christie mengungkapkan perasaan bangganya.

“Saya baru pertama kali mengikuti kompetisi internasional seperti ini. Bagi saya, ini adalah langkah awal yang baik untuk berlatih lebih giat lagi ke depannya,” ujar dia.

Setelah mengikuti kompetisi 19th Busan Choral Festival & Competition 2023, Voice of SWCU berencana mengikuti kompetisi lainnya. Dalam waktu dekat yang merupakan tahun seni, Voice of SWCU bakal mengikuti kompetisi Pekan Seni Mahasiswa Nasional, Pesparawi Mahasiswa Nasional, lomba paduan suara antar perguruan tinggi, dan lainnya.

Ning S