blank
Rombongan Komisi C DPRD Cilacap saat studi komparasi ke Disperkimhub Wonosobo. Foto : SB/dok Diskominfo

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Dinilai memiliki pengelolan yang baik, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Dan Perhubungan (Disperkimhub) Wonosobo menerima kunjungan dari DPRD Kabupaten Cilacap di Kantor Disperkimhub, setempat.

Ketua Komisi C DPRD Cilacap, Edy Purwanto mengaku maksud kunjungannya ke Disperkimhub Wonosobo untuk melihat bagaimana pengelolaan perumahan serta kawasan permukiman terutama daerah kumuh di Wonosobo.

Menurutnya Wonosobo merupakan daerah yang dapat menangani masalah kumuh dengan baik. Karena itu, pihaknya, melakukan studi komparasi, sederhananya tukar kawruh apa yang di Cilacap nggak punya tapi di sini punya begitupun sebaliknya.

“Tadi kita sudah berdiskusi banyak terkait perbedaan teknik penyelenggaran. Ini yang kita cari perbedaan tapi untuk satu tujuan yaitu kehidupan masyarakat yang merata,” jelasnya.

Komisi C DPRD Cilacap memilih Wonosobo bukan tanpa alasan. Cilacap yang merupakan kabupaten terluas di Jawa Tengah menurut Edy memiliki topografi yang hampir sama dengan Wonosobo.

Tekan Kemiskinan

blank
Kepala Disperkimhub Wonosobo Agus Susanto saat menyampaikan paparanya. Foto : SB/dok Diskominfo

Selain itu, jarak yang ditempuh Cilacap sampai ke Wonosobo dinilai tidak terlalu jauh. Hasil studi komparasi di daerah pegunungan akan diterapkan di Cilacap yang punya problem serupa dalam penataan kawasan pemukiman kumuh.

“Banyak hal yang dapat didapat dan memungkinkan untuk diterapkan di Cilacap. Terlebih lagi Cilacap juga melakukan pembenahan dalam bidang keorganisasian di pemerintahan yang sama dengan Wonosobo,” papar dia.

Sementara itu, Kepala Disperkimhub Wonosobo, Agus Susanto mengapresiasi atas kunjungan rombongan Komisi C DPRD Cilacap ke Pemkab Wonosobo.

Pihaknya banyak menyampaikan apa yang sudah dilakukan oleh Wonosobo terhadap kemiskinan terutama dalam unsur perumahan.

“Sejauh ini Disperkimhub berusaha semaksimal mungkin dalam penangan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan program penanganan pasca bencana,” katanya.

Muharno Zarka