blank
Pengendara roda dua berjalan pelan-pelan di lokasi titik kemacetan pembangunan jalan bundaran Onggorawe, Sayung, Demak, Selasa (17/10/2023). Foto: Diaz

DEMAK (SUARABARU.ID) –┬áPerkembangan terbaru beberapa titik kemacetan yang ada di jalur Pantai Utara (Pantura) Semarang-Demak masih terjadi hingga hari ini, Rabu (18/10/2023).

Sebagai jalur vital nasional, jalan Pantura Semarang-Demak acap kali mendapatkan perbaikan jalan hingga jembatan.

Perbaikan jalan yang ada di Pantura Demak khususnya dianggap sebagai ‘proyek abadi’ karena akan selalu ada setiap tahunnya hingga menimbulkan konsekuensi kemacetan.

Meskipun Tol Semarang-Demak seksi Sayung-Demak sudah beroperasi, namun kemacetan bisa saja tetap terjadi. Hingga hari ini ada dua titik pembangunan jalan berupa pembetonan jalan di dua titik sepanjang Semarang-Demak (kota).

Dua titik tersebut yakni di Jalan Pantura Kaligawe Semarang tepatnya di Kelurahan Trimulyo dari arah Semarang ke Demak atau Barat ke Timur.

Pengecoran dan peninggian jalan yang lebih dari 1 meter itu masih menimbulkan kemacetan panjang.

Pada hari-hari tertentu, kemacetan mengekor hingga Kampus Unissula bahkan Arteri Yos Sudarso.

Titik lainnya yakni di bundaran Onggorawe, Sayung, Demak dari arah barat ke timur.

Sampai Pintu Tol Sayung

Di titik ini bila kemacetan sedang parah, bisa mengekor mencapai sekitar pintu Tol Sayung, Demak.

Kemacetan panjang biasanya terjadi pada hari-hari tertentu saat truk nampak padat di jalur vital tersebut.

“Ya tinggal menunggu pembangunan ini selesai semoga lancar lagi,” kata Abi seorang pengendara yang melintas.

Pengendara lain, Zaid berharap jalan Pantura Semarang-Demak selain dilakukan perbaikan juga ditanami pohon-pohon peneduh.

“Sekarang itu panas sekali banyak pohon yang ditebang, semoga juga dilakukan penghijauan. Kalau lewat itu apalagi macet ya itu panasnya pol,” harap dia.

Diaz