blank
Kondisi embung-embung di wilayah Kabupaten Blora mengalami kekeringan dan tanahnya retak - retak. Foto: Kudnadi Saputro Blora

BLORA (SUARABARU.ID) —  Kemarau panjang yang melanda mengakibatkan sejumlah embung atau penampungan air hujan di wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah kering.

Contohnya Embung Sonorejo di Kelurahan Sonorejo Kecamatan Blora dan Embung Celengan di Desa Sendangmulyo Kecamatan Ngawen. Kondisi kedua embung ini kering hingga tampak tanah yang menjadi dasar embung mengalami retak-retak.

Sekretaris Desa Sendangmulyo Kecamatan Ngawen, Sriyono Abdul Qohar mengatakan embung celengan mengering sudah sejak bulan Juli 2023, kemarau berkepanjangan menjadi penyebabnya.

“Saat ini kondisi Embung Celengan di Desa Sendangmulyo kering. Kondisi kering sudah sejak bulan Juli lalu,” ungkap Sriyono, saat ditemui awak media di lokasi. Selasa (17/10/2023).

Sriyono menjelaskan embung celengan memiliki luas hampir 3 hektar dengan kedalaman 4 meter. Embung celengan ini difungsikan sebagai pengairan lahan pertanian warga Sendangmulyo.

“Embung ini digunakan untuk pengairan lahan petani, untuk padi, jagung, dan lain – lainya. Dibangun pada tahun 2019, memang untuk pengairan saja karena lahan di sini kering,” jelas Sriyono Abdul Qohar.