blank
NARASUMBER - Jamaludin (kanan) saat menjadi narasumber pada Festival Ekonomi Syariah di Rita Mall Kota Tegal. (Foto: Sutrisno)
TEGAL (SUARABARU.ID) – Biasanya sertifikat halal untuk jenis makanan dan minuman. Pengusaha asal Tegal, mencetuskan agar sertifikat halal diterapkan untuk produksi sarung. “Saya lagi mengembangkan untuk semua proses pembuatan sarung adalah halal,” terang pengusaha sarung asal Tegal, Jamaludin Ali Alkatiri, saat menjadi pembicara pada Festival Ekonomi Syariah di Rita Mall Kota Tegal, Minggu (24/9/2023).
Selain mengekspor sarung Jamaludin saat ini juga melakukan ekspor makan ringan asal Tegal. “Saya ingin mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah di daerah khususnya di wilayah Karesidenan Pekalongan. Kebetulan saat ini berkumpulnya UKM unggulan binaan Bank Indonesia dalam acara Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di Rita Mall Kota Tegal,” ungkapnya.
“Kita ekspor bukan hanya tekstil, bulan yang lalu kita sudah mulai ekspor ada bawang goreng, emping, dan sayuran. Kita bikin badan khusus untuk ekspor menggunakan cold storage,” kata Jamaludin.
Menurutnya, ini adalah pengembangan ke depan untuk produk makan yang ada di wilayah Tegal dan sekitarnya. “Saya tidak akan mengubah merk asli dari pelaku UKM. Biar tetap memakai merk kebanggaan miliknya masing-masing seperti kacang klitik, pilus, dan makanan khas daerah,” ujarnya.
Dia menambahkan, saat ini permintaan sudah dari berbagai negara. “Awal-awal ekspor ke sejumlah negara, sebelum mereka minta, kita kasih contoh. Misalnya mereka beli sarung, kita kasih bonus emping, dan besok nya ternyata mereka beli emping.”
Ekspor ke Dubai dan Saudi dilakukan tiap bulan, nanti dikembangkan ke negara-negara Afrika. Saat ini pihaknya sudah mendapat izin ekspor makanan, sayuran ke Dubai dan Saudi. Menurut Jamal yang paling berat mengurus perizinan dan berjuang masuk ke Saudi. Tahu sendiri berapa jumlah orang yang naik haji.
“Saya lihat hasil UMKM semua bagus. Seperti kripik singkong ada 12 varian. Saya usahakan orang naik haji mendapatkan oleh-oleh kripik singkong,” tutup Jamal.
Sutrisno