blank
Kenduri massal Hari Jadi Kota Kudua. Foto:Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Sebanyak 474 tumpeng meramaikan acara kenduri massal dalam rangka peringatan Hari jadi Kota Kudus ke-474, di alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jumat (22/3) malam.

Uniknya, kenduri tersebut juga bertepatan dengan hari terakhir HM Hartopo memimpin seiring dengan purnanya masa tugas sebagai Bupati Kudus periode 2018-2023.

Hartopo akan mengakhiri masa tugasnya pada 24 September 2023. Seusai upacara peringatan Hari Jadi Kudus, Sabtu (23/9) pagi, Hartopo dijadwalkan akan meninggalkan pendapa Kudus.

Posisi Bupati Kudus nanti akan dijabat oleh Pj Bupati yang ditunjuk oleh Kemendagri.

Dalam sambutanbya, Bupati Kudus Hartopo menyebut Kenduren massal merupakan simbol persatuan masyarakat Kabupaten Kudus. Menegaskan kembali bahwa Kudus selalu damai dan kondusif.

“Kenduren merupakan momen kebersamaan masyarakat tengah situasi yang aman dan kondusif ini,” tuturnya.

Kenduren menjadi kegiatan tahunan yang merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi Kota Kudus ke-474. Hartopo berterima kasih atas dukungan dari Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat hingga masyarakat desa yang terus menjaga suasana damai di tempat masing-masing.

“Matur nuwun semuanya. Kontribusi Bapak Ibu semuanya sangat berarti untuk menjaga keutuhan dan persatuan Kabupaten Kudus,” urainya

Hartopo yang hadir bersama istri, Mawar Hartopo, melangitkan doa agar Kudus mendapat limpahan berkah dari Allah SWT, terhindar dari bencana, dan rakyatnya sejahtera. Orang nomor satu di Kudus ini optimis ke depan pembangunan di Kudus akan semakin maju.

“Mari kita sama-sama berdoa agar Kudus dijauhkan dari bencana, dari kriminalitas, dan rakyatnya makin sejahtera,” ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah menyebut ada 474 tumpeng dari berbagai instansi dan perwakilan masyarakat. Seluruh tumpeng dibagikan dan dinikmati bersama-sama seluruh masyarakat yang hadir dalam kegiatan Kenduren.

“Jumlah tumpengnya sesuai dengan umur Kabupaten Kudus. Kami mendapat dukungan tumpeng dari OPD, perusahaan, perbankan, dan organisasi,” terangnya.

Mutrikah menjelaskan Kenduren adalah budaya asli masyarakat Jawa. Tujuannya agar Kabupaten Kudus makin berkah.

Pihaknya sengaja mencanangkan rentetan kegiatan dalam Hari Jadi Kudus sebagai upaya peningkatan ekonomi dan memberikan kenangan sebelum Hartopo purna tugas sebagai Bupati Kudus.

“Selama pandemi kemarin semua kegiatan off. Baru setelah pandemi kami membuat rangkaian kegiatan Hari Jadi Kudus yang meriah. Semoga memiliki dampak baik yakni menarik wisatawan ke Kudus,” tandasnya.

Kegiatan Kenduren dihadiri oleh Ketua DPRD Kudus Masan, jajaran Forkopimda serta pimpinan organisasi kemasyarakatan dan tokoh yang ada di Kudus.

Ali Bustomi