blank
Dialog pemilu damai, aman dan sejuk yang digelar Polres Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Guna menciptakan situasi yang aman saat pelaksanaan tahapan Pemilu 2024 yang sedang berlangsung, Polres Wonosobo mengadakan ‘Dialog Pemilu Damai, Aman, dan Sejuk di Aula Indra Dharma Laksana Mapolres setempat, Senin (10/7/2023).

Acara tersebut diikuti 16 partai politik peserta Pemilu 2024 yang ada di Wonosobo. Perwakilan Satgas Parpol dan beberapa kader partai tampak menghadiri acara tersebut.

Turut hadir pula dalam acara itu jajaran Forkompimda, Sekda, perwakilan KPU dan Bawaslu yang berdialog membahas beberapa hal mengenai Pemilu 2024 mendatang. Pemateri dialog pemilu damai disampaikan Kapolres, Satpol PP, KPU dan Bawaslu.

Kapolres AKBP Eko Novan Prasetyo Puspito, SIK MSi mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk menyatukan persepsi yang sama dalam rangka menciptakan kemanan di daerah Wonosobo dan sekitarnya.

“Semua pihak bersama-sama menyatukan interpretasi persepsi yang sama bagaimana kita menciptakan memelihara rasa aman di daerah ini. Apalagi jelang Pemilu 2024 nanti suasana politik bisa menghangat,” ujarnya.

Kapolres juga menyampaikan kaitannya dengan potensi kerawanan yang dapat muncul dengan perkembangan teknologi saat ini. Mengenai adanya paparan baru teknologi yang belum disadari masyarakat saat ini. Istilah bias informasi, filter bubble dan echo chamber perlu dipahami masyarakat.

“Bias informasi merupakan kondisi seseorang mencari, mengingat dan menginterpretasi dengan keyakinannya sendiri. Dampaknya memperkuat pandangannya dan akan mengurangi sudut pandang yang berbeda atau tidak mau terbuka,” jelas dia.

Deklarasi Bersama

blank
Penandatanganan deklarasi bersama pemilu damai, aman dan sejuk di Polres Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

Menurut Kapolres, misalnya seseorang hanya akan membaca berita yang sudut pandangnya cocok dengan mereka. Kemudian filter bubble yang memanfaatkan bias konfirmasi seseorang, bahwa seseorang akan cenderung ingin mendapatkan pendapat atau informasi yang sesuai dengan pendapatnya.

Selain itu, lanjut dia, hal yang perlu diwaspadai ialah dengan adanya echo chamber yakni ruang gema yang berdampak bahwa masyarakat bisa terpolarisasi. “Nggak usah diapa-apakan, teknologi ini mampu menciptakan polarisasi,” imbuhnya.

Hal-hal ini yang harus disikapi masyarakat dengan sesuatu yang positif, terlebih saat ini di tahun politik. Kapolres mengharapkan, masyarakat maupun semua yang terlibat dalam proses Pemilu, bisa berfikiran terbuka, toleransi, dan mau menerima perbedaan.

“Tetap menghargai sesama, menghormati sesama. Karena dengan rasa itu keamanan dapat terciptakan. Keamanan dan ketertiban dapat terpelihara,” harapnya.

Kapolres menambahkan, hingga saat ini kondisi keseluruhan di Kabupaten Wonosobo masih dalam keadaan aman kondusif. Pihaknya senantiasa melakukan pencegahan potensi kerawanan yang ada. Keamanan dapat terpelihara dengan baik dengan kerja sama seluruh stakeholder.

“Dialog dan deklarasi Pemilu aman ini adalah sesuatu yang awal. Datang bersama adalah awal. Duduk bersama itu adalah kemajuan. Bekerja bersama adalah keberhasilan. Harapan kami bisa bekerja sama untuk menciptakan keberhasilan untuk menjaga Wonosobo yang aman dan damai,” tandasnya.

Kegiatan diakhiri dengan ikrar dan penandatanganan bersama “Deklarasi Pemilu Damai, Aman dan Sejuk” yang diikuti partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2024 yang ada di Wonosobo.

Muharno Zarka