blank
Upacara tujuhbelasan ditandai dengan pengibaran bendera merah putih, Rabu (17/5), digelar di halaman Makodim 0728 Wonogiri.(Dok.Pendim Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri, Letkol (Inf) Deny Octavianto, Rabu (17/5), memimpin upacara bendera 17-an dan membacakan amanat KASAD. Upacara digelar di halaman Makodim diikuti para prajurit bersama PNS Kodim dan dari Minvetcad IV/34.

Dandim yang membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dr Dudung Abdurachman, menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus serta penghargaan yang setinggi-tingginya, atas kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan oleh seluruh prajurit dan PNS Angkatan Darat.

KASAD, menyatakan, kita patut bersyukur bahwasannya event regional KTT ASEAN di Labuan Bajo, NTT, berlangsung dengan lancar dan aman. Ini tidak terlepas dari pelaksanaan tugas kita dalam melakukan pengamanan secara profesional, proporsional dan humanis, serta selalu bersinergi dengan Polri dan semua unsur yang terlibat.

Disamping itu, kebijakan-kebijakan TNI AD untuk mendukung program-program pemerintah di bidang sosial kemasyarakatan, juga terus dilaksanakan serius oleh seluruh jajaran, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini tentu memberikan kontribusi positif, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat saat ini kepada TNI masih menempati posisi teratas. Ini sekaligus menjadi indikator yang menunjukkan bahwa masyarakat menaruh harapan besar kepada TNI.

KASAD, mengingatkan kepada seluruh prajurit dan PNS maupun keluarganya, agar jangan membuat tindakan-tindakan yang mencoreng nama baik TNI dan melukai hati rakyat, dengan perilaku arogan maupun emosi yang tidak terkontrol saat bersinggungan dengan masyarakat.

Diingatkan, memasuki tahun politik, potensi ancaman terhadap kedaulatan negara dan persatuan bangsa semakin meningkat. Ini akibat polarisasi kepentingan politik antarkelompok atau golongan. Terkait ini, kepada seluruh prajurit TNI AD sebagai alat negara, untuk tetap memegang teguh komitmen netralitas dan berdiri diatas kepentingan bangsa dan negara.

”Jangan ada prajurit TNI AD yang terjebak dalam politik praktis, dan terseret oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau kelompok dan golongan tertentu. Kita harus mampu memainkan peranan sebagai penyejuk suasana dan menjadi katalisator, serta pemersatu semua lapisan masyarakat,” tegas KASAD.

Bambang Pur